IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Persiapan



"Nak.... cucu Opa masih kecil, jangan dulu gunakan pistol seperti ini. Nanti kalau kamu sudah besar, kamu sudah boleh menggunakannya." nasehat Greyson. Ia takut Gion tumbuh seperti Stevenson. Karena perilaku sadis yang dilakukan Gion seperti ini, mengingatkan Greyson dengan perilaku Stevenson. Saat itu, putra kedua Greyson itu berusia 10 tahun. Dimana Stevenson berubah menjadi monster yang sangat mengerikan. Bukan wujud monster yang Greyson maksud, namun manusia berjiwa monster.


Setiap hari, putranya akan terbangun dengan pakaian dipenuhi darah. Ia benar-benar tidak tahu apa yang sudah terjadi sebelumnya. Namun suatu ketika, Greyson mengikuti kemana putranya pergi. Tapi apa yang dilihatnya membuatnya terdiam. Ia tidak bergeming sama sekali melihat apa yang Stevenson lakukan. Putranya membunuh mangsanya dengan begitu sadis. Ia terlihat seperti seorang vampir namun bukan vampir.


Greyson tahu, kalau itu semua berasal dari khodam yang dimiliki putranya. Khodam itu menguasai dan mengendalikan jiwa putranya. Selama setahun Greyson melakukan penelitian hingga pria itu menemukan cara mengeluarkan khodam itu dari tubuh putranya.


"Come on, Opa. Gion sudah terbiasa melakukan semua ini. Di Kolombia, Opa selalu mengajari Gion bagaimana cara menembak, memanah dan juga ilmu bela diri. Sekali-sekali Opa membawaku pergi berburu bersamanya. Aku merasa adrenalin ku lebih tertantang melewati kegiatan ekstrim seperti itu." terang Gion dengan jujur.


Greyson tertegun mendengar perkataan cucunya. Memang kalau di dunia mafia, tindakan itu terasa biasa saja. Namun menjadi psikopat dari kecil? Greyson benar-benar menghindari hal seperti itu.


Greyson langsung berdiri setelah mendengar perkataan cucunya.


"Ini akan menjadi kesalahan pertama dan terakhir yang kau lakukan. Jangan mengulang kesalahan-kesalahan lainnya. Jadikan daging mata-mata itu sebagai makanan cheetah." ujar Greyson sebelum keluar dari ruangan itu.


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Greyson mengelus kepala cucu keduanya.


"Hem...." gumam Albi dengan lirih. Ia merasa tubuhnya tiba-tiba lemas.


"Kemari-lah, Opa akan menggendong mu keluar dari lorong ini." ujar Greyson merentangkan tangannya


Albiano langsung melangkah mendekati Greyson dan Gion. Anak itu langsung masuk ke dalam dekapan sang kakek.


Greyson menggendong Albiano dan melangkah di belakang Gion.


"Lain kali, jangan masuk ke lorong ini. Kamu paham?" ceramah Greyson sepanjang perjalanan keluar dari lorong gelap itu.


"Daddy mu akan marah mengetahui semua ini." sambung Greyson membuat Gion terdiam.


#


#


Tak beberapa lama mereka sudah keluar dari lorong itu. Terlihat beberapa orang keluarga Greyson masih ketar-ketir mencari keberadaan Albiano dan Gionino.


"Aku sudah menemukan mereka, kalian tidak perlu cemas." ujar Greyson melangkah mendekati keluarganya.


"Sayang.... kamu kalau kemana-mana bilang-bilang dong. Mommy dan Daddy jadinya cemas mencari-cari keberadaan kamu." ujar Sherina melangkah mendekati Gion.


"Gion tidak apa-apa, Mom. Gion hanya bermain-main saja." ujar Gion dengan santai.


Gion tidak peduli dengan perkataan ketus saudarinya.


"Pergilah ke kamar kalian. Kalian pasti capek duduk berjam-jam di pesawat." ujar Greyson kepada putranya.


"Gion dan Albi akan diurus oleh Mommy mu." sambung Greyson. Ia melihat Rain sudah melangkah kearah kamar Stevenson. Saat itu adalah waktu yang pas untuk bertindak.


"Baik, Dad." sahut Stevenson memberikan kode kepada istrinya agar mengikuti langkahnya.


"Kalian beristirahat lah dulu di kamar masing-masing. Pelayan sudah menyiapkan kamar untuk kalian semua. Pelayan akan mengarahkan kalian menuju kamar masing-masing." ujar Greyson menatap keluarga yang lain.


"Pakaian yang kalian gunakan juga sudah di sediakan di dalam kamar. Jangan lupa kenakan pakaian yang ada di dalam kamar." sambung Greyson tersenyum tipis.


"Gion dan Albi ikut Oma dan Opa. Kami sudah menyiapkan pakaian yang bagus untuk kalian." ujar Greyson menatap cucunya.


Mereka lalu melangkah menuju kamar masing-masing mengikuti pelayan di mansion klan king. Disana ada keluarga Josua, Silvia bersama ketiga putra-putrinya. Ada juga Meyer,Dena dan Rachel, tak lupa kedua orang tua Dena.


#


#


Sejam kemudian


"Bagaimana, Rain? apa semua sudah beres?" tanya Greyson menatap hacker kepercayaannya.


"Sudah, Tuan. Kita tinggal menunggu acaranya dimulai."


"Bagus, Rain. Lalu bagaimna dengan putramu dan putriku? apa mereka belum pulang-pulang juga?" tanya Greyson lagi.


"Belum, Tuan." jawab Rain dengan suara lirih.


"Mengapa mereka belum kembali juga. Apa mereka lebih nyaman disana dari pada disini."


"Saya tidak tahu, Tuan." ujar Rain. Ia tidak tahu bagaimana keadaan alam lain yang dimaksud Tuannya. Karena Ia belum pernah masuk melalui mesin waktu, kecuali Dean.


...***Bersambung***...