
Tuan Douglas hanya cuek dengan tindakan hormat Jodi "Pergilah jangan lagi mendekati keluargaku. Selagi aku masih berbesar hati membiarkanmu bernapas" ujarnya dengan menahan amarahnya. Bagaimana pun dia harus tetap menjaga kewibawaan nya di depan publik.
Jodi tertegun mendengar ucapan Tuan Douglas "Maaf Tuan, Saya akan tetap disini menunggu Gabi hingga sadar. Bagaimana pun kami sudah memiliki seorang putra menjadi pengikat hubungan kami" ujarnya dengan tegas. Dia tahu dia salah, Dia tahu dia tidak bisa mengulang waktu. Dia juga tahu, Gabi tidak akan pernah memaafkannya, Jika tahu apa yang sudah dia lakukan kepada Greyson. Jika harus memilih maka dia akan tetap bertahan disisi Gabi apapun resikonya.
"Cih.. Jika Putriku mau, Aku tidak akan pernah merestui hubungannya denganmu! Aku akan membuatmu merasakan apa yang namanya hidup seakan tidak bernapas"
"Rain, Perintahkan beberapa anggota rahasia Klan King berjaga di depan pintu ruangan Gabi. Jangan ijinkan sembarang orang masuk kecuali dokter atau suster" dingin Tuan Douglas masih merangkul pundak istrinya. Ayah mana yang tidak sedih melihat anaknya dalam keadaan tidak baik-baik saja.
Tak beberapa lama seorang dokter yang bergabung dalam proses persalinan Gabi keluar dari ruang UGD "Bagaimana keadaan Putri saya dan cucu saya dokter?" tanya Nyonya Douglas dengan penuh harapan mendengar kabar baik dari dokter yang membantu persalinan Gabi.
"Bayinya lahir dengan selamat dan kondisi ibunya sekarang masih dalam keadaan kritis. Kita berdoa semoga besok pasien bisa segera melewati masa kritisnya.Tuan dan Nyonya bisa melihat bayinya dari luar ruangan NICU." ujar dokter itu menjelaskan kemudian berlalu dari sana setelah tidak ada lagi pertanyaan yang diajukan keluarga Douglas.
π·π·π·
Keesokan harinya di rumah sakit
"Dokter bagaimna keadaan putra saya?" tanya Nyonya Douglas dengan cemas
"Kita sangat beryukurlah kepada Tuhan Nyonya. Tuan Greyson sudah melewati masa kritisnya, Ini semua di tidak lepas dari doa orang-orang yang mencintainya. Dan untuk membesuk Tuan Greyson, Hanya orang tertentu saja yang boleh masuk kedalam untuk mengunjunginya." ujar dokter itu menjelaskan keadaan pasiennya.
"Baik dokter, Terimakasih" ujar Nyonya Douglas
"Jaga putraku dengan nyawa kalian. Jangan biarkan siapapun masuk kedalam" ujar Nyonya Douglas dengan dingin. Nyonya Douglas melangkah menuju ruangan Gabi. Dia bersyukur Putrinya juga sudah melewati masa kritisnya. Dia tidak sabar bertemu dengan cucu pertamanya. Meskipun situasi sekarang masih terasa menegangkan, setidaknya kehadiran bayi mungil itu menjadi suatu berkat di keluarga mereka.
Dari kejauhan Nyonya Douglas melihat suaminya sedang duduk di depan ruang rawat Gabi "Bagaimana keadaan Gabi sayang?" tanya Nyonya Douglas dengan antusias
"Gabi sudah melewati masa kritisnya sayang. Namun cucu kita masih berada di dalam inkubator, karena kelahirannya Prematur" lirih Tuan Douglas.
"Greyson juga sudah melewati masa kritisnya dad. Semoga mereka cepat sadar, Mommy sedih melihat keadaan mereka" seru Nyonya Douglas dengan suara serak.
"Kita hanya perlu berdoa sayang. Agar mereka cepat sadar" ujar Tuan Douglas memeluk istrinya dari samping.
"Bagaimana dengan ayah cucu kita dad? Dimana dia?" tanya Nyonya Douglas penasaran karena sedari tadi dia tidak melihat keberadaan ayah dari cucunya
...π·π·π·π·...
...***Bersambung***...
...Jangan cuma ngintip aja readers sekali kali Like, Komen dan Vote dong π€...