IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Extra Part 6



"Kakak baru saja menerima kabar baik. Kakak diterima bekerja di hotel Royal sebagai sekertaris CEO. Dan kakak tidak mungkin menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Apa lagi uang simpanan kita semakin hari semakin menipis." ujar wanita itu dengan cepat melihat adiknya sudah berdiri di hadapannya.


Beberapa bulan yang lalu adik wanita itu dinyatakan sudah sembuh dari penyakitnya. Adiknya menderita jantung bocor. Karena memang sejak di dalam kandungan, dokter mewanti-wanti kalau adiknya tidak akan bisa bertahan hidup dalam jangka waktu yang lama.


"Semangat! Aku percaya bos kakak pasti terkesan dengan kecerdasan dan kinerja Kakak."kata adik wanita itu dengan ceria.


"Tapi-"


"Stop! Amore bukanlah anak kecil kak. Amore pasti baik-baik saja. Lagian Amore sudah sembuh dan tidak merasa sakit sama sekali." sela gadis itu memotong perkataan kakaknya. Ia tahu Arabella tidak akan tenang bekerja bila meninggalkan Amore sendiri di rumah.


Melihat wajah adiknya yang tidak pucat lagi seperti sebelum-sebelumnya. Arabella memutuskan untuk berangkat ke hotel Royal.


"Baiklah. Jangan buat Kakak khawatir. Jangan kemana-mana dan kabari Kakak jika terjadi sesuatu." ujar Arabella menatap wajah adiknya.


"Sudah, pergi sana. Amore pasti baik-baik saja. Lagian Amore juga sudah jarang sakit." balas Amore mendorong tubuh Arabella agar segera berangkat bekerja.


"Hari ini merupakan hari pertama Kakak bekerja. Jadi, cepat sana berangkat. Jangan sampai telat dan memberikan kesan yang buruk dihari pertama bekerja."tukas Amore sebelum menutup pintu rumah.


Arabella akhirnya menuruti perkataan adiknya. Wanita itu bergegas melangkah menuju parkiran mobil.


Arabella berasal dari keluarga kaya raya. Namun, kematian orang tuanya membuat keluarga mereka bangkrut. Harta yang tersisa terkuras habis untuk membiayai pengobatan Amore. Tak ada saudara yang mau membantunya. Karena mereka hanya ingin memanfaatkan keluarga Arabella dimasa lalu.


Di Perusahaan Royal


Gion menatap Hans dengan tajam. "Dimana karyawan baru itu? Bukankah sudah kubilang, minta sekertaris baru itu untuk langsung bekerja!"


"Mungkin sebentar lagi sekertaris baru untuk Anda tiba, Tuan muda."


"Sudah lebih dari satu jam. Tapi, mengapa sekertaris baru itu tak kunjung datang. Bukankah waktu sama dengan uang." omel Gion melipat kedua tangannya di depan dada.


Saat ingin menjawab omelan Gion, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu ruangan itu dari luar.


Seorang wanita dengan percaya diri masuk ke dalam ruangan Gion. Meskipun terselip perasaan canggung, khawatir sekaligus takut atas keterlibatannya.


"Nama!" sebuah kalimat langsung terucap dari bibir Gion.


"Arabella Anastasya." jawab Arabella sedikit gugup mendengar suara datar atasannya.


"Apa kau tahu apa salahmu." Gion langsung mengangkat wajahnya menatap Arabella dengan tajam.


Arabella terdiam lama melihat wajah familiar Gion. "Bukankah pria ini yang sudah membantuku melunasi biaya pengobatan Amore beberapa bulan yang lalu." monolog Arabella dalam hati.


"Apa kau tuli! Apa kau tidak mendengar pertanyaan ku!" bentak Gion tiba-tiba memukul meja sedikit kuat.


"Saya minta maaf Tuan, karena saya datang terlambat, Tuan."ujar Arabella menautkan kedua tangannya.


Untuk pertama kalinya dia dibentak oleh orang asing. Biasanya orang-orang menghormatinya sebagai nona muda. Namun, tidak untuk kali ini. Ia hanyalah seorang bawahan yang harus tunduk kepada atasannya.


"Apa kau tidak memiliki niat bekerja di perusahaan ku? Jika kau tidak memiliki niat bekerja di perusahaan ku, silahkan pulang dan jangan kembali lagi." tukas Gion beranjak dari kursi kebesarannya.


"Membuang waktu selama 1 detik, sama halnya dengan membuang uang 10.000 dolar."


"Coba kau hitung, berapa menit waktu yang ku habiskan hanya menunggu sekertaris baru seperti mu."


Arabella tentu saja sakit hati mendengar perkataan Gion. Wanita itu mengepalkan tangannya menahan amarahnya.


"Saya tidak akan datang terlambat, jika Anda tidak menghubungi saya secara tiba-tiba." gerutu Arabella memberanikan diri menjawab perkataan Gion.


"Sepertinya aku baru saja mendengar suara-suara sumbang. Apa kau sedang mencari pembenaran?Jika tidak suka dengan perkataan ku, kau bisa pulang dan jangan kembali kesini. Masih banyak kandidat lain yang ingin menempati posisimu." ujar Gion berniat keluar dari ruangannya.


"Cih! atasan yang menyebalkan!" gerutu Arabella melirik tajam Gion.