
Sementara di seberang sana seorang wanita duduk termenung di balkon kama, yang Ia tempati dengan suaminya. Ia tidak tahu mengapa sedari tadi perasaannya gelisah tak menentu. Ia merasa ada sesuatu yang kurang lengkap di hidupnya.
Sementara sang suami menatap dalam wajah sedih istrinya dari tempat tidur. Setelah percintaan mereka barusan, tiba-tiba Istrinya turun dari ranjang, lalu melangkah menuju balkon. Istrinya mengira Ia sudah tidur namun sebenarnya Ia belum tidur.
"Apa ada sesuatu yang belum terungkap?"
"Apa aku melewatkan sesuatu?" monolognya dalam hati memikirkan kegelisahan dan kekhawatiran istrinya.
#
#
Di Korea
Tak beberapa lama Greyson juga ikut menerima sebuah pesan tapi pesan itu berasal dari Robert. Pria paruh baya itu langsung membuka pesan yang dikirim asisten putranya. Ia tersenyum tipis melihat kemesraan sepasang suami istri itu.
"Mulai dari sekarang semoga kebahagiaan selalu menghiasi keluarga kecil kalian." gumam Greyson dalam hati. Ia lalu mengalihkan pandangannya menatap Istrinya penuh cinta.
"Mengapa kamu menatapku seperti itu?" tanya Stevi menghentikan senyumnya. Ia menatap suaminya penuh kecurigaan.
"Aku mendapatkan kabar baik dari Robert." ujar Greyson naik ke atas tempat tidur.
"Hah...."
"Ternyata kamu juga cukup penasaran dengan kondisi terkini mereka." dengus Stevi meletakkan ponselnya di atas nakas.
"Aku takut putra kita melakukan hal diluar batas yang akan membuat mereka menyesal, seperti apa yang aku lakukan dulu." ujar Greyson menghembuskan napasnya.
Ia cukup lega mendapatkan kabar baik itu dari Robert. Ini berarti Greyson hanya perlu menunggu hasil tes DNA yang dilakukan putrinya. Jika informasi yang diucapkan Jack memang benar. Maka Greyson akan memutuskan membawa anak itu ke mansion klan king.
#
#
Di suatu tempat
"Maafkan saya tuan...."
"Nona muda bagaikan hilang ditelan bumi. Dari informasi yang saya dapatkan dari beberapa teman-teman kampusnya. Lima tahun lalu nona muda tiba-tiba menghilang dari kampus dan tidak datang-datang lagi ke kampus. Nona muda sepertinya tidak menyelesaikan pendidikannya hingga selesai." jawab asistennya dengan gugup
Sementara air mata sang istri tidak berhenti mengalir mendengar perkataan asisten suaminya. Sudah lebih dari lima tahu mereka mencari keberadaan putri mereka, namun hasilnya nihil.
Pria itu menyuruh asistennya keluar dari ruangan kerjanya saat melihat tubuh istrinya bergetar menahan suara tangisnya.
Pria itu lalu melangkah duduk di sofa sembari merangkul bahu istrinya.
"Tenanglah sayang...."
"Putri kita pasti baik-baik saja!" ucap pria itu penuh keyakinan memenangkan kekhawatiran istrinya.
"Tap-tapi ini sudah lebih dari 5 tahun. Apa putri kita tinggal di tempat yang nyaman? apa putri kita makan makanan yang sehat? apa putri kita baik-baik saja at-atau bahkan apa Ia masih hidup?"
"Sss...."
"Tenanglah...."
"Jangan berpikir terlalu jauh...."
"Percayalah putri kita pasti berada di tangan orang yang tepat." ujar pria paruh baya itu mendekap tubuh istrinya.
Sementara seorang pemuda ikut termenung di balik pintu mendengar percakapan kedua orangtuanya. Ia juga sebenarnya sudah berusaha mencari kakak perempuannya. Namun hasilnya nihil! sepertinya ada orang berkuasa yang berusaha menutupi jejaknya.
"Kak...."
"Apa kamu baik-baik saja? ku harap kamu baik-baik saja di luar sana." monolognya menatap wajah sedih ayah dan ibunya.
Pemuda itu kemudian melangkah menuju kamarnya setelah melihat ibunya sudah lebih tenang diperlukan ayahnya.
...***Bersambung***...