IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Anak laki-laki



Di Madrid Spanyol


"Carikan informasi mengenainya keadaan wanita itu." perintah Steven kepada asistennya.


"Baik Tuan." ujar Derik Robert meninggalkan kamar hotel yang di tempati Steven.


"Aku tidak mungkin menyesal melakukannya kan?" lirihnya menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang hotel.


"Kau harusnya menyesali perbuatanmu tuan muda...."


"Jika dari sekarang kau tidak menyesalinya maka orangtuamu yang akan menyesal dan murka mengetahui tindakan gegabah mu!" ujar seekor singa putih keluar tiba-tiba.


"Apa maksudmu?" tanya Steven menyeritkan keningnya mendengar perkataan makhluk penjaganya.


"Karena wanita itu adalah......" bisik singa putih pelan ketelinga Steven.


"Apa kau serius?" tanya Steven tidak percaya.


"Aku serius. Harusnya kau tidak bertindak gegabah 5 tahun lalu. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika orang itu mengetahui semuanya. Mengetahui keturunan Greyson Douglas melakukan hal tak terpuji seperti itu." dengus singa putih itu menatap malas Tuannya.


"Hey! apa kau berniat memojokkan ku? dan membela nya?" tanya Steven melirik sinis kearah singa putih.


"Kau harus merawatnya hingga sembuh. Lagian Daddy mu sudah tahu akan tindakan gila mu. Namun sayang Mommy mu selalu mendukung apa yang kau lakukan. Selama kau mampu mempertanggung jawabkan perbuatan mu." ujar singa putih itu menatap keluar jendela.


"Aku pergi dulu tuan muda, jangan lupakan perkataan ku!" tandas singa putih itu menghilang dan masuk ke dalam tubuh Steven.


Steven termenung lama mendengar ucapan makhluk penjaganya. Makhluk itu terkadang bertindak sebagai penasehat atas sikap gegabah Steven. Namun terkadang hewan itu juga bersikap seperti seorang bodyguard.


Karena malam semakin larut Steven membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Dan tak beberapa lama pria itu akhirnya tertidur.


#


#


Sementara disisi lain


Seorang wanita muda sedang duduk termenung di dekat jendela kamar rumah sakit tempatnya dirawat. Sudah lebih dari 5 tahun Ia dirawat disana setelah didiagnosa menderita gangguan psikis sekaligus amnesia.


Setiap kali wanita itu melihat manusia berjenis kelamin pria dan bermata biru. Ia akan berteriak kencang menyuruhnya pergi lalu bersembunyi di bawah selimut.


"Pergi!!!"


"Lepaskan!!"


"Aku mohon lepaskan!"


"Aku mohon jangan!!"teriaknya nyaring.


Suster itu langsung menyuntikkan obat penenang ke tubuh wanita itu.


"Mengapa keadaan nona ini semakin hari semakin menjadi-jadi?"


"Aku cukup kasihan melihat kondisinya seperti ini." ujar seorang suster. Suster itu merupakan suster penjaga yang di percayakan Haykal menjaga wanita itu.


"Iya kau benar. Nona juga masih muda dan cantik. Aku juga merasa sangat kasihan melihat kondisinya seperti ini." ujar suster yang satunya lagi.


"Dr muda itu juga sudah jarang datang kesini bersama putranya." sambungnya lagi menatap sedih melihat keadaan wanita itu.


"Dr itu juga orang sibuk Rita. Manalah Dia sanggup terbang kesana kemari setiap hari melalui benua yang berbeda." ujar suster bernama Rini.


"Ya kau benar Rini. Ayo kita keluar. Biarkan nona muda istirahat." ujar suster Rita melangkah keluar diikuti Riri.


#


#


"Pi...." teriak anak laki-laki berumur 4 tahun memanggil seorang dokter muda yang baru saja keluar dari kamar mayat.


Pria itu langsung mengalihkan pandangannya saat mendengar suara anak yang sangat familiar di telinganya.


Pria itu tersenyum manis melihat siapa yang melangkah kearahnya.


"Hey boy." ujar Haykal mengangkat tubuh putranya.


"Apa kau mau ke ruangan kakek?" tanya Haykal menatap putranya.


"Iya.... Aku baru saja pulang dari sekolah."


"Benarkah? apa yang kau pelajari disana?" tanya Haykal melangkah menuju ruangannya. Pria itu tersenyum hangat menatap wajah bahagia putranya.


"Ibu guru menyuruh kami membuat gambar apa saja yang kami suka." ujar anak laki-laki itu tersenyum manis.


"Apa papi boleh melihat gambarnya sebentar?" tanya Haykal tersenyum manis menatap putranya.


"Tentu saja." seru anak itu menautkan kedua tangannya di leher Haykal.


Sementara Alexa termenung lama melihat kepergian ayah dan anak itu. Gadis itu sedari tadi berdiri di depan pintu setelah melihat kepergian Haykal. Namun panggilan anak kecil laki-laki mengehentikan langkahnya. Ia terdiam lama mendengarkan obrolan mereka.


"Ternyata dia sudah memiliki anak." gumamnya melanjutkan langkahnya keluar dari rumah sakit.


......***Bersambung***......