
"Berburu." jawab Steven dengan singkat
Greyson mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti. "Apa Daddy menganggu mu?" tanya Greyson. Ia tahu suasana hati putranya masih dalam keadaan bimbang, karena sifat gengsinya terlalu dominan.
"No." cetus Steven
"Apa kita bisa bicara empat mata?" tanya Greyson sembari melangkah mendekati putranya. Ia tahu putranya sedari tadi lagi melamun sembari menatap lurus ke arah gelapnya malam.
"Bicaralah, Dad." ujar Steven tanpa mengalihkan pandangannya dari gelapnya hutan cruel ghost forest.
"Apa kau tidak ingin menemui Mommy mu?" tanya Greyson merangkul bahu putranya.
"Daddy tahu, kau memiliki rasa gengsi yang berlebihan di hati mu, saat mengetahui kenyataan sebenarnya tidak seperti apa yang kau pikirkan. Percayalah mommy mu sangat mencintai kita. Hanya saja tragedi masa lalu sudah memisahkan kita selama bertahun-tahun dengan mommy dan saudaramu. Kita tidak bisa menentang suratan takdir." ujar Greyson sembari menatap lurus kearah tatapan putranya.
"Harusnya kau bahagia melihat mommy mu pulang kembali ke mansion kita. Sekarang kau juga tidak akan kesepian lagi. Ada mommy dan kedua adikmu yang akan menemani rasa kesepian mu, yang sudah kau alami selama 9 tahun ini. Jangan terlalu banyak memendam rasa marah di dalam hatimu. Itu akan semakin melukai perasaan mu." sambung Greyson menepuk-nepuk pundak putranya. Greyson tidak mau, jika putranya memupuk rasa amarah dan dendam di dalam hatinya.
"Mari kita melangkah ke depan dan lupakan masa lalu" ujar Greyson.
"Turunlah, temui mommy mu dan kedua saudaramu." sambung Greyson menyakinkan hati putranya. Ia kemudian melangkah keluar dari kamar putranya.
#
#
Di dapur
Stevi memutuskan untuk membuat lima gelas susu untuk mereka berlima. Tak beberapa lama Greyson melangkah memeluk istrinya dari belakang.
"Sayang.... Untuk apa susu sebanyak itu?" tanya Greyson sembari mengendus-endus leher jenjang istrinya.
"Grey.... Kita masih ada di dapur. Bagaimana jika ada yang melihat apa yang kamu lakukan." ucap Stevi sembari mengaduk-aduk susu di gelas kaca. Ia merasa risih dengan tingkah suaminya.
"Minumlah." ucap Stevi sembari memberikan segelas susu rasa vanilla kepada suaminya.
"Stop berpikir mesum. Sekarang minum ini dan langsung masuk ke kamar. Aku masih mau menemui anak-anak." ucap Stevi. Ia lalu ikut meneguk segelas susu sudah dibuatnya tadi.
"Baiklah." pasrah Greyson meneguk habis susu yang sudah dibuatkan istrinya.
"Makasih istriku."
Cup
Greyson kemudian meletakkan gelas kosong di atas wastafel cuci piring.
"Aku keatas dulu sayang." seru Greyson melangkah menuju lift. Hari ini Greyson mau tidur di kamar besar bersama anak-anak dan isterinya.
Stevi menatap sendu punggung suaminya yang semakin menjauh dari pandangannya.
#
#
Cklek
"Sayang apa kalian sudah mau tidur?" tanya Stevi sembari membawa tiga gelas susu di atas napan.
"Belum Mom. Kami belum mengantuk."
"Ini susu rasa vanilla kesukaan kalian. Sebelum tidur minumlah susu ini." ujar Stevi sembari menyerahkan masing-masing segelas susu kepada putra-putrinya.
"Mom, bolehkah kita tidur bersama satu malam ini. Aku ingin merasakan rasanya tidur bersama mommy dan Daddy." ucap Alexa penuh harapan. Sementara Stevenson hanya menatap malas dengan drama saudarinya. Ia sudah tahu apa yang ada dipikiran licik Alexa.
...***Bersambung***...