IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Rencana



Dor Dor Dor Dor Dor Dor


Suara tembakan terdengar nyaring di lapangan luas mansion klan king. Anggota klan king merasa takjub dengan keahlian menembak tuan mudanya "Wow...." decak para anggota klan king. Mereka menatap takjub dengan keahlian menembak Steven.


"Bukankah tuan muda terlihat sangat menakjubkan?." Anggota klan king menatap Steven kagum.


"Iya, kalian benar. Aku yakin kejeniusan tuan muda akan melebihi daddy-nya." ujar salah satu anggota klan king menatap intens kearah Steven.


Mereka semua menganggukkan kepala, membenarkan ucapan anggota klan king yang bernama Daniel.


...****************...


Visual jelas Steven Gerrard Lorens



#


#


Di Brazil


"Steven.... Berhenti mengangguk ku!!" bentak Alexa. Ia menatap Stevenson dengan tajam


"Ayolah Alexa, panggil aku Abang." ucap Stevenson menatap kesal Alexa


"Apa kau akan duduk seharian di depan layar komputer mu?" sambung Stevenson. Ia merasa bosan sedari tadi menatap Alexa, yang hanya duduk di depan layar komputernya.


"Kau bisa memanggil sherin untuk bermain bersama." ujar Alexa tanpa mengalihkan pandangannya dari layar komputernya.


"Kau saudari yang sangat membosankan." ucap Stevenson berlari ke luar kamar, sebelum Alexa melakukan sesuatu kepadanya.


"Stevenson.... Awas kau!!" teriak Alexa kesal mendengar ucapan Stevenson.


#


#


Di luar kamar


"Apa kalian bertengkar lagi?" tanya Stevi mengamati wajah datar putranya


"Benarkah?" tanya Stevi heran


"Mommy ingin mengatakan sesuatu kepada kalian." sambung Stevi memandang serius wajah putranya.


Mereka kemudian melangkah menuju kamar yang di tempati alexa.


"Cukup, Stevenson Neymar Lorens!. Keluarlah, aku tidak ingin diganggu olehmu!" tegas Alexa tanpa mengalihkan pandangannya dari layar komputernya.


"Apa Mommy mengganggu aktivitas mu?" tanya Stevi dengan lembut. Ia menatap hangat punggung putrinya.


Alexa langsung membalikkan tubuhnya mendengar suara lembut Mommy-nya, "Eh.... Mommy, maaf...." lirih Alexa. Ia merasa bersalah, berkata tidak sopan kepada wanita yang sudah berjuang melahirkannya.


"Lain kali Mommy akan menghukum kalian jika bertingkat seperti itu." tegas Stevi. Walaupun Ia sedang bicara tegas, pandangan hangatnya tidak pudar sama sekali. Waktu sudah mengubah segalanya.


"Siap.... Nyonya Lorens...." ujar Alexa tersenyum kecil. Ia sangat senang menggoda mommy-nya, disaat Ia sudah membuat satu kesalahan.


#


#


Stevi menarik nafas pelan lalu menghembuskan-nya. Ia menatap putra-putrinya secara bergantian "Kita akan kembali bertemu daddy dan saudara kalian."jelas Stevi menatap teduh ekspresi tak terbaca putra-putrinya.


Alexa terdiam mendengar ucapan mommy-nya, jantungnya berdetak dua kali lipat dari sebelumnya. Tentu saja dia bahagia mendengar perkataan mommy-nya. Dia ingin bertemu dan melihat langsung bagaimana rupa daddy dan saudaranya.


Sementara raut wajah Stevenson berubah datar, mendengar perkataan Stevi, "Mengapa baru sekarang, Mom?" ujarnya dengan dingin. Selama bertahun-tahun Ia menantikan saat ini, dimana mommy-nya membawa mereka kembali. Ia cukup kecewa dengan sikap mommy-nya.


"Apa kalian tidak bahagia?" tanya Stevi. Ia merasa bersalah mendengar pertanyaan putranya


"Mommy tahu kalian pasti kecewa kepada mommy, tapi kalian juga harus tahu, selama ini mommy mengalami amnesia, mommy masih trauma dengan kejadian masa lalu. Dan sekarang mommy ingin melupakan semua, sekarang saatnya kita semua bahagia." terang Stevi. Ia tersenyum lembut menatap wajah putra-putrinya.


"Besok kita akan kembali. Jadi bawa barang-barang penting yang ingin kalian bawa." ujar Stevi lagi.


"Mommy tahu, kalian pasti ingin bertemu daddy dan saudara kalian." sambungnya tersenyum kecil menatap wajah putra-putrinya.


Tanpa mereka sadari, sedari tadi seorang gadis kecil tertegun mendengar obrolan mereka.


...***Bersambung***...