
Sherina dan Davin menuruti perkataan Alexa, mereka melangkah mengikuti langkah Mr Park keluar dari kasino dengan kedua tangan di ikat pakai borgol rantai.
Tak bebebrapa lama setelah mereka keluar, Kevin masuk ke dalam kasino.
"Apa yang terjadi?" tanya Kevin kepada karyawannya.
"Seorang pemain menggunakan trik licik saat bermain kartu Remi dengan Mr Park, Bos. Hal itu tentu saja membuat Mr Park marah dan membawa mereka keluar dari kasino." ujar anak buah Kevin yang berjaga saat itu.
"Lain kali jangan ijinkan pelanggan yang mencurigakan masuk ke dalam kasino!" tandas Kevin. Pria itu kemudian berlalu dari sana menuju ruangannya.
#
#
Sementara di luar Kasino anak buah Mr Park memerintahkan Davin dan Sherina masuk ke dalam mobil warna hitam, berisikan beberapa pengawal berwajah sangar.
"Masuk!!" bentak anak buah Mr Park sembari mendorong tubuh Sherina dan Davin bergantian masuk ke dalam mobil.
Davin dan Sherina bergelut dengan pikiran masing-masing. Tanpa anak buah Mr Park sadari jika kamera pengintai yang ada di mata Sherina masih berfungsi dengan baik.
Tentu saja hal itu akan lebih menguntungkan mereka untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan Mr Edward.
"Tak hanya kulitnya, kita juga bisa mendapatkan daging hingga bijinya secara bersamaan." batin Alexa menatap situasi di dalam mobil musuh dari kamera pengintai softlens yang di gunakan Sherina.
Alexa kemudian memperbesar lokasi dari GPS yang masih melekat di sepatu Mr Park.
[Mobil target berjalan menuju daerah pelabuhan arah timur.] ujar Alexa kepada anggota CIA yang lain.
Mobil anggota CIA langsung melaju menuju pelabuhan sesuai alamat GPS yang Alexa kirimkan.
Alexa juga mengikuti GPS yang langsung terhubung dengan mobilnya. Gadis itu mengaktifkan kemudi otomatis untuk mempermudah pekerjaannya.
#
#
Sementara disisi Steven
#
#
Di perjalanan
"Tuan Kita langsung pulang atau mau singgah di hotel terlebih dahulu?" tanya Richard membuyarkan lamunan Stevenson.
"Langsung ke Apertemen saja." ujar Stevenson sembari merogoh kantong jasnya mencari ponselnya.
Stevenson membuka kotak pesan yang masuk ke dalam WhatsApp-nya. Pria itu terdiam lama menatap pesan masuk dari anak buahnya.
"Richard arahkan mobil menuju jalur pelabuhan." ujar Stevenson menahan diri untuk tetap tenang. Namun sorotan mata tajam dan wajah datar itu tidak bisa berbohong.
"Tambah kecepatan mobilnya Rich!" bentak Stevenson tanpa sadar.
Richard tentu saja terkejut mendengar bentakan Stevenson.
"Apa ada urusan urgent tuan?" tanya Richard sembari menambah kecepatan mobil yang dikemudikannya.
"Fokus dengan jalan di depan sana Rich, kau akan tahu setibanya di sana." ujar Stevenson sembari melongarkan dasi yang melingkar di lehernya. Ada sedikit rasa cemas melingkupi hati dan pikirannya.
#
#
Di Markas Bandar Narkoba
Tangan Davin dan Sherina di borgol seperti seorang tawanan. Mereka memang sudah di latih cara menembak, bertarung dan melepaskan diri dari marah bahaya. Namun jika dilihat dari jumlah musuh, mereka tentu saja tidak sanggup melawannya.
Setibanya di daerah pelabuhan, mobil yang mereka tumpangi melewati jalur hutan yang lokasinya tidak terlalu jauh dari pelabuhan. Di dalam hutan itu berdiri sebuah mansion besar, dikelilingi oleh beton dengan tinggi 4 meter. Mansion itu memiliki keamanan yang cukup ketat. Karena setiap sudut pagar dijaga ketat oleh pengawal bertubuh besar, kekar dan berwajah sangar.
......***Bersambung***......