IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Extra Part 17



Di Kantor


Arabella melakukan pekerjaannya seperti biasanya. Memeriksa schedule harian Gion dan menyiapkan kopi panas untuk pria itu. Arabella meletakkan bekal makan siang dan kopi di atas meja Gion. Saat mengamati isi ruangan itu, tanpa sengaja pandangan Arabella tertuju ke arah sebuah lukisan yang terpajang di dinding ruangan Gion. Ia merasa lukisan itu terasa tak asing di ingatannya.


"Kenapa lukisan ini sangat mirip dengan wajah Amore. Apa pria ini mengenal Amore?" gumam Arabella mengelus lembut wajah wanita yang ada di lukisan itu.


"Jauhkan tangan mu dari lukisan itu!" suara dingin dan tegas Gion mengejutkan Arabella.


Arabella langsung menjauhkan jemari tangannya dari lukisan itu. Ia kemudian menatap kearah Gion yang sudah berdiri di hadapannya dengan wajah datar dan dingin.


"Lancang! mengapa kau berani menyentuh barang yang bukan milikmu!" sarkas Gion menatap Arabella dengan tajam.


"Ma-maafkan saya, Tuan. Saya tidak bermaksud menyentuh barang-barang di ruangan Anda secara sembarangan. Tapi, saya hanya cukup tertarik dengan sosok wanita yang ada di lukisan itu." jelas Arabella dengan perasaan bersalah. Ia harusnya tidak menyentuh barang milik orang lain dengan sembarang. Apa lagi melihat tabiat sang atasan yang tidak ada manis-manisnya.


Gion melangkah semakin maju mendekati Arabella. Hingga mempersempit jarak di antara mereka. Gion mengamati wajah gugup Arabella dengan seksama.


"Jangan melangkah ataupun berpikir terlalu jauh. Karena aku tidak mungkin jatuh cinta dengan gadis seperti mu. Aku tidak akan mentolerir kesalahan mu yang lain mulai dari sekarang. Jadi, berhati-hati lah. Karena aku sudah menyiapkan hukuman yang cocok untukmu." bisik Gion di depan wajah Arabella.


Arabella tentu saja tidak nyaman Gion berbicara dengan jarak sedekat itu dengan nya. Apalagi posisi Gion merupakan atasannya. Apa yang akan orang-orang katakan tentangnya. Jika melihat Gion berbicara sedekat itu dengannya.


Arabella melangkah mundur beberapa langkah dari Gion. Ia lalu menatap Gion dengan wajah tenang. "Saya sudah minta maaf atas kesalahan saya. Setidaknya saya sudah mengakui kesalahan saya kepada Anda. Bukankah masalah ini sudah clear. Anda tidak perlu memperpanjangnya. Karena mulai dari sekarang saya akan lebih hati-hati dan tidak sembarang menyentuh barang Anda, Tuan." sarkas Arabella melengos pergi melewati Gion.


Sebelum membuka pintu keluar, Arabella menghentikan langkahnya. "Ah, dan juga... saya tidak mungkin jatuh cinta dengan Anda. Karena Anda bukan tipe laki-laki idaman saya!"


Gion merasa Arabella sudah berperilaku kelewatan batas kepadanya. Bukankah harusnya Arabella takut padanya dan merasa bersalah telah menyentuh barang-barang di ruangannya dengan sembarangan.


Gion melangkah keluar dari ruangannya dengan wajah datar dan dingin. Ia akan melakukan pertemuan penting di luar bersama college bisnisnya.


Ia melihat Arabella sudah siap dengan tablet dan beberapa dokumen di lengannya. Gion melangkah begitu saja tanpa meminta Arabella mengikutinya. Arabella mengikutinya dari belakang dan masuk ke dalam lift yang sama.


Suasana di lift itu sangat hening. Tak ada satupun dari mereka yang memulai pembicaraan. Namun, tatapan membunuh Gion membuat bulu kuduk orang yang melihatnya merinding, termasuk Arabella. Dari sudut matanya, Arabella melihat Gion dari tadi mencuri-curi pandang kearahnya. Bukan karena kagum dengan kecantikan wanita itu. Namun, karena pria itu masih kesal dengan perilaku Arabella. Ia sepertinya ingin mencabik-cabik kulit putih gadis itu.


Ting


Tak beberapa lama, mereka tiba di basecamp. Gion langsung membuka pintu mobil dan masuk ke dalam. Saat ingin naik ke mobil Gion. Arabella melihat Gion menurunkan kaca pintu mobil.


"Pergilah ke restoran itu sendirian. Aku akan menunggu mu disana. Jangan sampai telat! karena aku juga tidak mentolerir keterlambatan! Aku akan memecat mu, jika sampai kau melakukan kesalahan untuk kedua kalinya!" kata Gion penuh peringatan meninggalkan Arabella di basecamp sendirian.


Gion tersenyum menyeringai melihat ekspresi tak percaya Arabella dari kaca spion.


"Aku tidak akan membuat hidupmu tenang bekerja bersama ku." gumam Gion tersenyum mengejek.


Arabella menatap tak percaya kearah mobil yang dikendarai Gion. Apa salahnya mereka pergi bersama-sama. Bukakan tempat tujuan mereka searah. Jadi, mengapa harus datang meeting dengan kendaraan yang berbeda.


Dengan wajah kesal Arabella melangkah menuju parkiran mobilnya.


"Bos, sialan!" maki Arabella tidak bisa meredam kekesalannya.