
Sehabis mandi, Stevi melangkahkan kakinya menuju lemari pakaian. Stevi lalu mengambil daster sedikit transparan untuk dikenakan nya.
Sementara seorang pria yang sedang bersembunyi di bawah kasur, sadar jika tubuhnya terangsang melihat bentuk tubuh ibu hamil itu. "Aish di tempat sempit gini aja Lo mau minta" gumamnya kesal di dalam hati, Ia tetap menahan diri untuk tidak berpikir hal yang tidak-tidak.
Sementara Stevi setelah berganti pakaian. Dia terdiam beberapa saat di depan kaca meja rias. Dia memandangi dengan detail bentuk perutnya, lalu dengan lembut Stevi mengelus perut buncitnya. "Mommy sangat mencintaimu nak" ujarnya tersenyum kecil.
Tanpa menyadari seseorang sudah meneteskan air mata, ketika mendengar ucapan Stevi kepada bayi di dalam rahimnya. Dia merasakan sesak dan sakit di dadanya, ketika mendengar ucapan Stevi.
Tok...tok...tok
Mendengar suara pintu di ketuk Stevi lalu mengambil jubah mandinya untuk menutupi dasternya yang sedikit transparan. Dia lalu membukakan pintu untuk melihat siapa yang bertamu di tengah malam begini.
"Ya ada apa ya pak?" tanya Stevi dengan ekspresi bingung kepada atasannya yang tiba-tiba datang ke rumahnya di jam seperti ini.
Dede yang melihat penampilan Stevi seketika mengeram di dalam hati "Pasti suaminya merasa beruntung mendapatkan wanita secantik ini. Apa lagi bos yang terkenal dingin dan kejam juga menyukainya" gumamnya dalam hati merasa iri.
"Ini Stevi seseorang menitipkan makanan untuk mu" ujar nya dengan gugup mengangkat tas plastik berisi makanan.
Stevi yang merasa sudah lapar tanpa berpikir lama langsung mengambil makanan itu dari tangan atasannya "Terima kasih pak" ujar Stevi tersenyum ramah
Dede lalu melangkahkan kakinya kembali masuk ke dalam mobil
📤 Bos " Saya sudah mengantarkan makanan pesanan anda bos" tulisnya lalu memasukkan handphonenya ke saku celananya. Dede melaju kan kendaraan roda empat itu menuju rumahnya.
Stevi meletakkan semua makanan itu di atas meja "Wah banyak sekali. Tapi kenapa banyak sekali? Siapa kira-kira yang menitip ini kepada pak Dede?" ujarnya bingung memperhatikan semua hidangan diatas meja.
Wangi makanan yang menguap ke hidungnya membuat Stevi langsung mencicipi satu persatu makanan itu. "Enak" ucapnya lalu mendudukkan tubuhnya di kursi. Dia menikmati makanan itu dengan lahap. Dia menghabiskan setengah dari semua makanan yang di bawakan atasannya tadi.
"Ahh kenyang" Stevi mengelus perutnya dengan lembut, "Kamu senang nak? hari ini kita makan makanan yang mewah!" sambungnya lagi dengan tersenyum kecil. Sedangkan bayi di dalam perut Stevi merespon dengan tendangan sedikit kuat.
"Awh.." Ringisnya pelan "Mommy tahu kamu menyukai makanan itu" ujarnya bahagia dengan mengelus lembut perutnya
Beberapa saat kemudian Stevi membersihkan semua bekas sampah makanan yang sudah dia makan. Sisanya dia letakkan di kulkas. Setelah membersihkan semua, Stevi berlalu ke kamar.
Sementara seorang pria yang berada di bawah kasur Stevi, tetap diam di tempatnya tanpa melakukan pergerakan. Dia akan keluar, bila Stevi sudah tertidur lelap. Dia bisa merasakan ada pergerakan diatas tubuhnya yang hanya dibatasi kasur.
"Mommy ngantuk sayang kita tidur ya" gumam Stevi pelan mengelus perutnya. Dia bisa merasakan pergerakan bayi yang sedang dia kandung.
"Mommy berharap bisa bertemu dengannya walaupun hanya di mimpi. Mommy akan memaafkannya jika dia meminta maaf dengan tulus kepada Mommy" gumamnya pelan tanpa sadar setetes air mata mengalir dari sudut matanya yang sudah tertutup rapat. Entah sadar atau tidak, apa yang dia gumamkan bisa didengar oleh seseorang yang sedang bersembunyi dibawah kasurnya.
...🌷🌷🌷🌷...
...***Bersambung***...