IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Sebulan Kemudian



"Apa kau tahu, Mr Edward sudah tahu kalau kau yang membunuh Mr Park." celetuk Davin tiba-tiba. Davin memperhatikan ekspresi wajah Sherina dengan teliti.


"Bagaimana respon Mr Edward mengetahui kenyataan itu??" tanya Sherina dengan tenang.


"Aku hanya melihat raut misteri di wajahnya." kata Davin meneguk segelas air putih.


Sherina menganggukkan kepalanya mendengar perkataan rekannya.


"Sepertinya aku tidak bisa berlama-lama. Kamu pergi dulu." ujar Davin menyudahi acara makan mereka. Ia melihat raut wajah kekasihnya mulai berbeda.


"Baiklah. Hati-hati dijalan." ujar Sherina tersenyum manis.


Ia melihat ada gelagat yang aneh dari Davin dan juga Shilla.


"Apa kamu juga melihat gelagat aneh dari mereka sayang?" tanya Stevenson menghentikan kunyahan-nya.


"Ya. Aku melihat Davin sepertinya sedang menyembunyikan sesuatu." ujar Sherina menatap kepergian Davin dan kekasihnya.


"Aku akan cari tahu sendiri. Aku memiliki firasat yang tidak baik, ketika mendengar perkataan Davin. Hati-hati dengan orang-orang yang selama ini kau anggap baik. Bisa saja mereka menusukmu dari belakang." nasehat Stevenson menatap istrinya dengan penuh kelembutan.


"Ya, aku tahu. Aku tidak akan gegabah menanggapi keanehan ini." sahut Sherina terus melanjutkan makannya.


"Sayang.... aku sangat merindukan putra kita. Apa kamu tidak berniat membawanya kembali ke sini tinggal bersama kita?" ujar Sherina tiba-tiba tidak selera makan.


"Putra kita sedang bersenang-senang dengan Daddy. Dia tidak rindu sama sekali dengan kita." sahut Stevenson.


"Benarkah? sepertinya kamu sedang berbohong."tuduh Sherina tidak percaya.


"Aku serius. Putra kita sangat senang tinggal di mansion klan king bersama Daddy dan Mommy. Apa lagi Stev, Kakak ipar dan juga keponakan kita tinggal di mansion klan king. Mansion itu tentu saja tambah rame."sahut Stevenson dengan serius.


"Kali ini aku setuju dengan pendapatmu, sayang.... sepertinya aku harus menyiapkan tiket honeymoon untuk kita berdua. Kamu mau kemana? Bali? Hawaii? atau Dubai?" tanya Stevenson dengan cepat.


"Enaknya di kamu." jawab Sherina mendengus sebal.


"Bukannya kamu ingin memiliki bayi lagi? bukankah memiliki bayi harus memprosesnya terlebih dahulu?" tanya Stevenson dengan polos.


Sherina menghiraukan pertanyaan suaminya. Wanita itu tiba-tiba beranjak dari duduknya dan membayar makanan mereka.


"Ayo kita pulang." ujar Sherina menarik tangan Stevenson melangkah keluar dari restoran.


#


#


Sebulan kemudian


Alexa terlihat tersenyum senang mengelus perutnya terlihat mulai sedikit membuncit. Ia juga sangat senang mendapatkan perhatian lebih dari suami dan keluarganya. Sepertinya sekarang ini, Theresia terlihat standby di apartemen bersama Alexa. Sementara Paskal masih kuliah dan belum pulang.


"Sayang.... apa kamu ingin makan sesuatu? biar Mama buatkan." tawar Theresia. Ia sudah dua hari berada di apartemen Alexa. Ia juga ingin memberikan perhatian lebih kepada sangat menantu. Ia cukup senang dan antusias berangkat ke California setelah mendengar berita kehamilan Alexa.


"Aku ingin Paskal secepatnya pulang Ma. Aku rindu sama Paskal." ujar Alexa sedikit merengek.


"Apa cucu Mama rindu dengan Papanya? bagaimana kalau kita menelponnya saja? sepertinya suami kamu masih ada kelas. Mungkin sebentar lagi kelasnya akan selesai."kata Theresia menanggapi rengekan menantunya. Bukan sekali dua kali Alexa bertingkat seperti itu. Namun tingkah mengemaskan itu sudah terjadi sejak seminggu yang lalu. Itulah mengapa Theresia langsung berangkat ke California menemani menantunya selama Paskal sibuk kuliah.


"Aku mau Paskal pulang sekarang. Aku mau Paskal mengelus perutku sampai aku tidur."kekeh Alexa ingin suaminya cepat pulang.


...***Bersambung***...