
Seluruh keluarga besar sudah berkumpul di halaman belakang. Mereka terlihat sangat antusias menanti kedatangan kedua pasang mempelai. Halaman mansion klan king sudah di dekorasi semegah mungkin untuk kedua putra dan menantunya. Ia ingin pernikahan mereka di resmikan di depan seluruh keluarga besar mereka. Namun informasi mengenainya keluarga Livia masih belum bisa di peroleh Greyson. Karena seseorang sepertinya menyembunyikan identitas keluarga Livia.
Greyson tidak tahu siapa yang menyembunyikan identitas keluarga Livia. Karena faktanya, Rain tidak bisa menembus ataupun membobol data pribadi mengenai keluarga Livia. Oleh karena itu, hanya Keluarga Livia yang tidak bisa hadir di acara itu.
"Opa? apa Mommy dan Daddy masih lama?" tanya Gion mengenggam sebuah kotak kecil di tangannya.
"Sebentar lag, sayang....sabar sebentar." ujar Greyson mengelus kepala sang cucu.
Sementara Albiano hanya diam dan mendengarkan pembicaraan mereka. Namun dalam hati sebenarnya, Ia juga sangat penasaran dengan sosok Daddy dan Mommy kandungnya.
Tak beberapa lama terlihat Steven bersamaan istrinya dan Stevenson bersama istrinya juga, melangkah mendekati mereka. Semua para tamu tersenyum kagum melihat penampilan memukau dua pasang suami-istri itu.
"Sayang...." panggil Stevi menatap terkejut kearah suaminya. Ia terkejut bukan karena suaminya, namun karena melihat kedua putranya dan menantunya.
Panggilan itu harus terpotong dengan suara MC dari atas panggung.
"Hadirin tamu undangan yang berbahagia, sesaat lagi acara resepsi pernikahan dapat segera dimulai. Kami mengundang Anda ikut menjadi bagian dari kebahagiaan ke-2 mempelai. Silakan Anda berdiri disamping kiri dan kanan karpet merah untuk membentuk pagar-pagar cinta bagi mempelai."
Kedua pasangan mempelai Steven, Livia dan juga Stevenson dan Sherina berdiri sejajar di ujung karpet. Mempelai pertama yaitu Steven dan Livia, karena Steven merupakan anak yang paling tua.
Para tamu undangan dari keluarga maupun dari anggota klan king yang berpartisipasi langsung berdiri dari duduk mereka. Mereka sangat antusias menunggu momen ini secara langsung.
"Hadirin tamu undangan yang berbahagia, marilah kita sambut pasangan terkasih pertama kita bersama dengan tepuk tangan Anda, Steven Gerrard Lorens dan juga Livia Albina W...."
Prok
Prok
Prok
"Tuan muda dan Nona muda.... silahkan melangkah sampai mimbar." ujar Jack mendekati Steven dan istrinya. Steven dan Livia menganggukkan kepala mereka, sebelum melangkah menuju mimbar.
Mereka menarik napas pelan, lalu menghembuskan nafasnya. Mereka cukup gugup dengan situasi tak biasa itu. Steven menarik tangan istrinya dengan lembut, lalu melingkarkan tangannya di lengan kiri Steven. Sambutan tepuk tangan dari para tamu undangan dan suara piano terdengar jelas di telinga mereka. Senyum kebahagiaan tidak lepas dari raut wajah para tamu undangan sepanjang mereka melangkah menuju mimbar.
"Sayang.... apa kamu masih ingat dengan apa yang Opa katakan tadi siang?" tanya Greyson kepada Albiano.
Albiano menyeritkan keningnya mendengar perkataan Greyson. "Bantu Opa membawa kotak kecil ini. Dan nanti berikan kotak ini kepada pria yang ada disana." ujar Greyson mengarahkan jari telunjuknya kearah Steven.
"Kamu tidak akan melakukan apa-apa. Cukup berikan kota ini kepada pria itu." sambung Greyson menyakinkan cucunya.
Albiano menganggukkan kepalanya mendengar intruksi Greyson. Tak beberapa lama suara MC kembali terdengar.
"Marilah kita sambut pasangan terkasih kedua kita bersama dengan tepuk tangan Anda, Stevenson Neymar Lorens dan juga Sherina Lendsky."
Prok
Prok
Prok
Lagi-lagi para tamu undangan bertepuk tangan menyambut Stevenson dan istrinya. Lagi-lagi suara dentingan piano ikut menyambut mereka. Meskipun mereka sudah menikah secara sah di luar sana. Namun Greyson ingin melihat kedua putra dan menantunya menikah di depan keluarga mereka.
Greyson ingin resepsi pernikahan kedua putranya diadakan dengan meriah. Apa lagi acara ini akan di siarkan langsung di TV. Greyson tidak mau menyia-nyiakan momen membahagiakan ini.
"Cinta adalah untaian rasa yang datang bersama dengan penuh ketulusan. Sebagai ungkapan cinta dan ketulusan keluarga untuk semua tamu undangan yang hadir, dapat tersedia sambutan dan doa pembuka yang dapat disampaikan oleh Tuan Prince Greyson Douglas."
Prok
Prok
Prok
...***Bersambung***...