
Setibanya di luar mansion, Steven melihat sepasang manusia itu sedang berpelukan mesra "Daddy, apa yang kau lakukan!" bentak Steven
Steven tidak percaya jika daddy-nya sedang asik berpelukan mesra dengan wanita lain selain mommy-nya.
Deg
Jantung Stevi berdetak dua kali lipat dari biasanya, ketika mendengar suara putranya untuk pertama kalinya. Air mata mengalir deras dari kedua kelopak matanya.
Ia melepaskan dekapan suami-nya, lalu membalikkan tubuhnya. Stevi tertegun sekaligus terharu melihat putranya tumbuh dengan baik. Dia tidak pernah menduga, jika putranya tumbuh melebihi tinggi tubuhnya, "Like father like son" batinnya. Ia menatap putranya dengan tatapan penuh kerinduan.
"Apa kau tidak ingin memeluk mommy...." lirih Stevi merentangkan tangannya menyambut putranya untuk mendekatkan. Namun Steven sama sekali tidak bergeming mendengar ucapan mommy-nya. Ia hanya menatap datar kearah daddy dan mommy-nya, kemudian berlalu masuk ke dalam mansion.
Stevi menangis tersedu-sedu melihat penolakan dari putranya. Dia bisa melihat tatapan kecewa sekaligus kerinduan di kedua bola mata putranya, meskipun raut wajahnya terlihat datar.
"Sayang.... Tenanglah, putra kita masih butuh waktu untuk mengerti dengan situasi ini. Ayo kita masuk dulu...." ujar Greyson memenangkan Stevi di pelukannya dengan mengelus lembut pundak istrinya.
Mereka kemudian masuk ke dalam mansion, diikuti oleh beberapa anggota klan king.
.#
#
Di dalam mansion
Jack bingung melihat Steven kembali lagi masuk kedalam mansion, "Mengapa ekspresi Tuan muda seperti sedang menahan amarah?" batinnya. Matanya terus mengikuti langkah Steven hingga hilang dari penglihatannya.
"Paman, apa dia saudaraku?" tanya Alexa penasaran
"Iya, Tuan muda adalah saudaramu." ujar Jack. Ia menatap lembut wajah cantik Alexa.
Suara Greyson menghentikan obrolan mereka "Jack...." panggil Greyson. Ia mengandeng lembut tangan istrinya memasuki mansion.
"Tuan...." ujar Jack. Ia membungkukkan sedikit tubuhnya setibanya di depan Jack. "Siapkan makan malam istimewa untuk menyambut kepulangan istriku." ujar Greyson memandang lembut wajah sedih istrinya."
"Dad.... Apa kau melupakanku?" tanya Alexa menggeser sedikit tubuhnya ke samping Jack. Ia sedari tadi mengikuti langkah Jack dan berdiri di belakangnya.
Deg
"Sayang...." lirih Greyson menatap tak percaya dengan pertanyaan Alexa yang berdiri di hadapannya.
"Dia putri kita." ujar Stevi. Ia menghapus jejak air mata di pipinya. Agar putrinya tidak banyak bertanya, mengapa dia bisa menangis.
"Aku menanti penjelasan detail darimu sayang!" tegas Greyson mengecup dahi istrinya. Ia kemudian melangkah mendekati putrinya, "Welcome home.... Apa Daddy boleh memelukmu?" lirih Greyson menatap wajah putrinya dengan haru. Dia masih belum percaya dengan apa yang terjadi hari ini. Dia ingin memastikan lagi, apakah orang-orang di depannya ini nyata atau ilusi.
"Tentu." seru Alexa. Ia melangkah ke hadapan Greyson lalu memeluknya dengan erat "Aku merindukanmu, Dad." lirih Alexa. Tiba-tiba Ia menangis tersedu-sedu bisa merasakan pelukan nyaman daddy-nya. Pelukan yang selama ini diharapkannya dan dinanti-nantinya.
"Daddy juga merindukanmu." seru Greyson. Ia mengecup pucuk kepala putrinya penuh kerinduan berulangkali.
#
#
Tanpa mereka sadari, sedari tadi seorang pria kecil juga ikut menatap drama haru keluarga kecil itu. Ia hanya diam berdiri di depan pintu kamar tanpa berniat melanjutkan langkahnya.
...***Bersambung***...