IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Gion Menghilang



"Datang-datang, ternyata statusmu sudah berubah menjadi besan Ketua." timpal Rain membuat pria setengah baya itu tertawa pelan.


"Ternyata pria cengeng dulu sudah mulai bisa tertawa lebar. Apa ini semua berkat gadis manis dulu?" goda Rain lagi melihat wanita yang dulu sering membuat pria itu kesal.


"Cih! kalian melupakan kami" sela Jack menghampiri mereka.


Greyson terlihat menatap datar saat melihat kedatangan pria setengah baya itu. Greyson juga terlihat tidak berminat menyapa pria itu. Namun jauh di lubuk hatinya, Greyson ingin memeluk pria itu. Karena berkat pria itu istrinya selamat dari tragedi masa lalu. Jika bukan karena bantuan Dean. Mungkin Stevi tidak akan bisa hidup normal seperti sekarang ini.


"Ketua...."sapa Dean menundukkan kepalanya.


"Cih! ternyata kau benar-benar telah menikahi gadis udik yang kau ejek-ejek dulu."kata Greyson membuat semua orang berusaha menahan tawa mereka. Karena sifat Dean benar-benar berubah 180 derajat ketika sedang berargumen dengan Olivia. Ya! istri tercinta yang dimaksud Rain tadi adalah Olivia Raulse.


"Namanya juga jodoh Bos." sahut Dean mengenggam tangan istrinya.


"Bukankah Anda juga seperti saya sebelum menikah dengan Nyonya muda." sindir Dean membuat Greyson membulatkan matanya.


"Dan kita juga memiliki rahasia yang sama. Menyimpan video vulgar ancaman di tempat yang sama." sambung Dean lagi.


Olivia tentu saja tahu video apa yang dimaksud suaminya. Karena video itu merupakan salah satu kunci dari kesalahan pahaman mereka di masa lalu.


"Hey! Olivia!" panggil Dena tiba-tiba menghampiri Olivia. Disana juga ada Meyer dan kedua orang tua Denada.


" Kakak....Mama....Papa...." sapa Olivia membuat semua orang terkejut.


"Bagaimana bisa kalian saling mengenal? sementara selama ini kami kesulitan mencari informasi mengenai Dean dan keluarganya?" ujar Jack Wilshere cukup penasaran.


"Terkadang bersembunyi di daerah kekuasaan lawan merupakan pilihan yang tepat." celetuk Dean membuat semua orang saling menatap.


"Istriku dan Istri Meyer merupakan--"


"Kakek, Nenek!" panggil Albiano menghampiri Dean dan Olivia.


"Cucu Kakek dan Nenek..... seminggu tak bertemu membuat Kakek dan Nenek jadi rindu." ujar Olivia mengendong sang cucu. Ia merasa senang melihat cucu pertamanya tumbuh dengan baik. Setahun lalu mereka bertemu beberapa saat sebelum kembali ke Spanyol. Karena kondisi kesehatan Papa Dean semakin hari semakin menurun.


Steven tidak bisa berkutik lagi mendengar perkataan sang Daddy. Karena memang benar, Steven ikut andil alih merahasiakan identitas kedua orang tua sang istri.


"Apa kau tidak mau menyapa kami?" seru Jack melipat kedua tangannya di depan dada. Sementara Greyson tiba-tiba menatap angkuh kearah Dean.


"Ketua..... Bos.... Rain...." sapa Dean cengengesan. Terselip sedikit perasaan canggung di hatinya ketika melihat ekspresi tak menyenangkan yang di tunjukkan Greyson.


"Apa kau akan tetap memanggil ku dengan panggilan seperti itu? apa kau masih menghargai ku sebagai besan mu?" ketus Greyson menaikkan sebelah alisnya.


"Apa kamu akan tetap setia menunjukkan raut wajah tidak menyenangkan seperti itu?" bisik Stevi mencubit kecil pinggang suaminya.


"Aw.... sayang.... aku hanya sedang berakting! bisakah kita bekerja sama beberapa menit saja?" balas Greyson berbisik pelan.


"Hari ini merupakan hari bahagia putri kita. Jangan terus-terusan becanda!"ucap Stevi memperingatkan suaminya.


Semua orang tiba-tiba terdiam dan mengarahkan pandangan mereka memperhatikan tingkah laku Greyson dan Stevi.


"Apa kamu tidak lihat semua mata sedari tadi memperhatikan kita." bisik Greyson tersenyum tipis.


Seketika wajah putih Stevi berubah warna menjadi merah merona karena merasa malu.


"Apa yang kalian bicarakan, Dad? apa Daddy tidak mau menyapa Papa dan Mama mertua?" seru Steven sedari tadi memperhatikan gerak-gerik kedua orangtuanya.


"Ehem.... kami hanya sedang membicarakan hal biasa." seru Greyson berdehem pelan.


"Ayo, nikmati hidangannya. Hari ini adalah hari istimewa, jadi sepatutnya kita berbahagia atas pernikahan putri dan putra kita." seru Stevi membuat semua orang tersenyum tipis.


"Sayang.... apa kamu melihat putra kita?" tanya Sherina sembari mengamati sekeliling halaman mansion dan sama sekali tidak melihat keberadaan putranya.


...***Bersambung***...