
"Kalung ini warisan dari buyut. Tidak mungkin kalung ini diberikan kepadaku, kalau kalung ini adalah kalung kutukan."
Alexa menghilangkan pikiran-pikiran negatif di otak kecilnya. Alexa lalu membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.
"Lebih baik aku tidur. Biar besok pagi kami bisa kembali dengan tubuh sehat dan bugar."sambung Alexa memejamkan matanya.
Sejam setelah Alexa tertidur
"Tidak! tidak! jangan pergi! ku mohon...."
Keringat sebiji kacang tanah membasahi dahinya.
"Kumohon...."
"Hiks, hiks hiks"
"Aku tidak mau kehilangan mu."
Alexa bergumam lirih saat kedua mata itu masih terpejam. Alexa sepertinya sedang bermimpi buruk.
#
#
Sementara di sisi lain, Ryo Miura termenung menatap kosong ke arah langit malam.
"Arianna...."
"Haruskan aku melupakan mu?"
"Apa kamu tahu, menurutku.... kamu adalah cinta pertama dan terakhirku." gumam Ryo Miura dengan wajah sendu.
"Tapi aku merasa desiran aneh saat di dekatnya. Aku tidak mungkin memiliki perasaan kepadanya kan?" ucap Ryo Miura dengan lirih.
Huff
Pangeran Ryo Miura menghembuskan napasnya
"Mungkin ini hanya perasaan ku saja." sambung pangeran Ryo Miura memejamkan matanya. Tanpa sadar pangeran satu satunya dari keturunan Fox Kingdom tertidur di atas atap istana.
Kita tidak pernah tahu siapa yang akan menjadi pelabuhan terakhir kita. Cinta itu buta dan tuli. Dia tidak bisa menebak, kepada siapa dia jatuh cinta. Dan kapan dia jatuh cinta.
#
#
Alexa sudah selesai sarapan bersama kedua buyutnya. Pangeran Miura juga ikut serta sarapan bersama mereka. Namun kali ini ada yang berbeda dari sikapnya. Pangeran Miura tidak banyak bicara saat sedang sarapan bersama-sama. Biasanya dia akan banyak bicara atau mencari topik pembicaraan. Namun kali ini benar-benar berbeda. Wajah pria itu pun terlihat datar dan dingin.
"Sebentar malam kita akan bertemu di sana." ujar Queen Angelista tersenyum hangat menatap sang cicit.
"Kembalilah. Sepertinya Daddy mu susah menyiapkan kejutan untuk kalian." timpal Kaisar Agung.
"Iya, Buyut." sahut Alexa berdiri dari duduknya.
Queen dan Kaisar Agung mengantar mereka kepergian mereka.
"Buyut, kami pamit pulang. Semoga kalian benar-benar datang ke alam manusia." ujar Alexa tersenyum kecil.
"Kami akan datang sayang. Hanya satu pesan buyut padamu. Ikuti kata hatimu." ujar Queen Angelista tersenyum hangat.
"Kadang apa yang dilihat mata belum tentu itu pilihan hati Sayang...."sambung Queen Angelista mengelus lembut kepala sang cicit.
"Pangeran Ryo. Mengapa wajahmu terlihat seperti wanita yang sedang datang bulan. Tidak biasanya kau diam seperti itu." kata Kaisar Agung menatap wajah datar dan dingin pangeran Ryo Miura.
Pangeran Ryo Miura menghiraukan pertanyaan Kaisar Agung. Pria itu malah mengalihkan pandangannya menatap Alexa. "Ayo kita kembali. Daddy mu pasti mencarimu." ujar Ryo Miura.
"Kak, aku pergi...." ucap Ryo Miura menatap saudarinya dengan mata berkaca-kaca.
"Hati-hati. Lupakan masa lalu pangeran Ryo. Bangunlah cinta baru di hatimu." nasehat Queen Angelista tersenyum hangat menatap sang adik.
"Hem...." gumam pangeran Ryo Miura melangkah menjauh dari mereka.
"Hey! apa kau melupakan Kakak iparnya ini!" teriak Kaisar Agung namun dihiraukan oleh pangeran Ryo Miura.
Queen dan Kaisar Agung saling menatap melihat sikap aneh pangeran Ryo Miura. Mereka belum pernah melihat sikap Ryo berubah seperti itu.
"Sayang.....pulanglah dengan selamat." ujar Queen Angelista dan Kaisar Agung bersamaan.
...***Bersambung***...