
Keringat dingin mulai membanjiri wajah putih Livia. Ia benar-benar belum paham maksud Greyson membawanya kesana.
"Dad-daddy mertua...." panggil Livia terbata-bata menghentikan pembicaraan Greyson dan Steven.
"U-untuk apa kita disini? say-saya takut melihat hewan itu." sambung Livia mengelap keringat yang membanjiri dahinya.
[Dad, please.... jangan menakut-nakuti Livia, Dad.] rengek Steven dari seberang sana.
Greyson tidak mengindahkan rengekan sang putra, Ia menatap sekilas kearah cheetah kesayangannya.
"Bawa Livia masuk ke dalam kandang cheetah." perintah Greyson kepada anak buahnya.
Dua anggota klan king langsung maju ke depan menuntun Livia masuk ke dalam kandang cheetah. Mereka tidak mengindahkan teriakan dan penolakan Livia.
"Lepas-- aku tidak mau masuk ke dalam!"
Livia berusaha memberontak tapi tidak bisa. Karena tenaga anggota klan king sangat kuat.
"Tinggalkan Steven sendirian, Jack. Sambung kedatangan keluarga ku dan keluarga istriku, Jack. Bawa mereka ke mansion klan king." ucap Greyson.
"Tapi sebelum itu, lepaskan penutup kepala putraku. Aku ingin Steven melihat bagaimana suasana disini." sambung Greyson.
[Baik, Tuan.] jawab Jack. Pria setengah baya itu, langsung melaksanakan perintah Greyson.
Jack kemudian membuka penutup yang membungkus kepala Steven.
Steven menghembuskan napasnya setelah Jack membuka penutup kepalanya. Ia mendengus kesal menatap Jack.
"Uncle, tidak bisakah kita bekerja sama? lepaskan ikatan ini." rayu Steven.
"Maaf, Tuan muda. Sebaiknya cari ide bagaimana cara keluar dari sini tanpa meminta bantuan orang lain." ucap Jack membalikkan tubuhnya.
"Anda bisa melihat keadaan istri Anda dari layar disana." sambung Jack menutup pintu ruangan bawah tanah.
Ruangan itu terasa sedikit pengap setelah pintu ruangan itu ditutup. Tidak ada celah untuk keluar dari ruangan itu.
Steven berusaha melepaskan ikatan ditangan dan kakinya. Ia mencoba mengayun-ayunkan tubuhnya menjangkau besi tajam di dekat dinding.
"Ayo Stev! kau pasti bisa melepaskan ikatan ini." gumamnya.
Teriakan Livia membuat semangat Steven untuk melepas ikatan itu semakin kuat. Ia tidak bisa menatap layar LCD itu dengan kepala terbalik.
Beberapa menit kemudian tidak terdengar lagi percakapan dari interkom yang ditinggalkan Jack. Tiba-tiba suara dari Interkom itu terdengar kembali setelah beberapa menit terhenti.
[Aaaaaa!!!]
"Livia....." gumam Steven mendengar suara teriakan itu.
Mata Steven tiba-tiba berubah menjadi kuning keemasan.
"Aaaaaa!!!!! Sialan!!!!" maki Steven marah mengeluarkan tenaga dalamnya.
Tiba-tiba ikatan tali terlepas dari tangan dan kakinya. Ia menatap tajam ke arah layar LCD yang masih hidup. Ia melihat bagaimana istrinya memberontak dan berusaha melepaskan diri.
"Berani-beraninya kau menyentuh Istriku! aku akan memberikan pelajaran kepada kalian!" ucap Greyson. Ia merasa geram dengan tindakan kedua anggota klan king.
DUG
Steven menendang pintu ruangan itu dengan kuat, hingga terlepas.
BRAK
Pria itu berlari dengan kecepatan diatas rata-rata melewati lorong ruangan itu. Rasa amarah dan emosi menyelimuti hatinya.
#
#
Tanpa sengaja Stevi melihat putranya keluar dari lorong ruangan bawah tanah. Steven terlihat berlari kearah pintu keluar.
"Nak! kapan kamu tiba?" panggil Stevi, namun tidak ada respon sama sekali dari sang putra.
Sementara Gion masih asik menikmati kukis buatan Stevi. Ia sangat menyukai rasa kukis itu, karena rasanya sangat berbeda dari kukis-kukis yang dibuat Ibu Haykal.
Steven terbang ke udara mencari keberadaan istri dan Daddynya. Namun, pria itu tidak melihat keberadaan mereka. Emosi dan amarah membuatnya lupa, kalau kandang cheetah ada di lorong lain.
Karena setelah tragedi masa lalu, mansion itu dibangun dengan beberapa lorong-lorong rahasia. Dan hanya orang-orang tertentu yang mengetahui letak lorong-lorong itu. Harusnya Steven juga tahu dimana letak lorong menuju kandang cheetah. Karena pria itu sudah menjadi penerus klan king.
"Sial! kenapa aku malah keluar dari mansion! kandang cheetah kan ada di lorong bawah tanah!" geramnya. Ia kembali masuk ke mansion utama.
...***Bersambung***...