IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Alexa 2



Tiba-tiba ponsel Alexa di ambil oleh pria yang ikut berjongkok disampingnya. Pria itu melanjutkan penjelasan Alexa yang sebelumnya terhenti.


“Keadaan pasien cukup lemah, tidak bisa bicara, tubuh tidak bisa di gerakkan dan tiba-tiba mengalami gangguan penglihatan. Diduga pasien mengalami gejala stroke. Cepatlah datang kemari!.”


Perintah pria itu dengan tegas namun masih terselip eskpresi tenang di wajahnya.


Pria itu kemudian mematikan panggilannya dan menyerahkan ponsel Alexa kembali.


“Apa kau seorang dokter?” tanya Alexa menatap pria itu lama.


“Ada tisu?” tanya pria itu tanpa menjawab pertanyaan Alexa.


“Ada.” Ujar Alexa sembari merogoh tas sampingnya. Ia kemudian memberikan tisu itu kepada pria disampingnya


“Tolong bantu saya mempertahankan posisinya berbaring dengan menyamping” ucap pria itu sembari menulis sesuatu di atas tisu dengan cepat.


Alexa hanya menatap apa yang dilakukan pria itu.


Tak beberapa lama petugas gawat darurat dari rumah sakit terdekat tiba di bandara. Petugas itu langsung mengangkat tubuh pasien ke atas brankar.


“Tolong angkat tangannya” ujar pria muda itu lagi sembari membantu petugas mengangkat tubuh pria paruh baya itu.


“Hati-hati.” sambung pria itu.


Pria itu ikut mengawal pasien itu keluar dari bandara.


Alexa menatap kepergian mereka dengan tersenyum kecil.


“Pria yang profesional dan cukup mengagumkan, pria itu juga cukup tampan.” monolognya


Saat berniat melangkah tanpa sadar kaki Alexa seperti menendang sesuatu. Ia menurunkan pandangannya ke arah lantai. Ia melihat sebuah cincin terjatuh di lantai. Alexa kemudian berjongkok dan mengambil cincin itu.


“Apa cincin ini milik pria itu?” batinnya menatap lama cincin berlian ditangannya. Dering ponselnya mengalihkan pandangannya.


Drettt drettt drettt


[Nona saya sudah ada di depan pintu keluar bandara.] ucap seseorang dari seberang sana


"Saya akan segera keluar." jawab Alexa. Gadis itu memasukan cincin yang Ia temukan tadi ke dalam tasnya. Alexa lalu menyeret kopernya dan melangkah keluar bandara.


#


#


Seminggu kemudian Di California Amerika serikat


Seorang wanita muda sedang olahraga yoga di balkon Apertemen yang Ia tempati dan sahabatnya. Ia duduk dan melakukan gerakan demi gerakan untuk merilekskan pikiran dan tubuhnya.


Suara dering ponselnya menghentikan gerakan wanita itu. Wanita itu lalu melangkah menuju nakas dan mengangkat panggilan di ponselnya.


"Hallo Mr. Edward. Selamat pagi?" jawab wanita itu dengan suara ramah.


[Apa Belle ada bersamamu?] tanya seorang pria matang dari seberang sana. Pria itu duduk di depan meja kerjanya sembari melihat-lihat data kasus yang masuk ke dalam email-nya.


"Iya, kami ada di apertemen. Apa ada masalah?" tanya wanita itu sembari melangkah menuju tempat tidur.


[Tolong berikan ponsel mu padanya.] pinta Mr. Edward kepada wanita itu


"Tunggu Mr Edward. Saya akan menemuinya terlebih dahulu." ujar wanita itu.


Tak beberapa lama wanita itu tiba di samping kasur yang di tempati alexa.


"Alexa.... Alexa.... Bangun! Mr Edward mencari mu." ucap seorang gadis muda berusaha membangunkan Alexa dari tidurnya.


Alexa tidak bergeming sama sekali, gadis itu tetap memejamkan matanya.


"Alexa.... Cepat bangun, Mr Edward menunggu mu berbicara." ujarnya lagi sembari menggoyang-goyangkan tubuh Alexa agar gadis itu terbangun.


Alexa yang merasa terusik dengan suara sahabatnya seketika langsung terduduk di atas tempat tidur


"Ini. Mr Edward menunggu mu berbicara." bisik wanita itu menunjukkan layar ponselnya ke depan wajah Alexa.


Mata Alexa membulat melihat nama si pemanggil di layar ponsel sahabatnya. Pandangannya seketika beralih ke arah jam yang terletak di atas nakas.


"Ha-Hallo Mr Edward?" jawabnya terbata-bata


[Kabar baik untukmu. Ada satu kasus yang masuk hari ini. Aku menyerahkan kasus ini padamu. Apa kau memiliki waktu untuk menyelidiki kasus ini?. Ini akan sangat berguna untuk menaikkan popularitas karirmu.] jelas Mr Edward sembari mengamati strategi yang sudah pria itu rancangan di layar komputernya.


[Hari ini seorang artis wanita yang di yakini sebagai kekasih bandar narkotika akan mendarat di bandara internasional San Fransisco. Cepatlah bergegas kesana agar kau bisa menemukan lebih banyak informasi mengenai kasus ini.] sambung Mr Edward.


[Jangan melakukan kesalahan. Ini akan membawa dampak besar bagi karir mu.] ucapnya lagi memperingatkan Alexa.


Dengan buru-buru Alexa mencari pakaian yang akan gadis itu kenakan tanpa mematikan panggilan dari atasannya.


Gadis itu berlari ke kamar mandi berganti pakaian bersiap-siap berangkat ke bandara.


[Jangan sampai telat, jika kau ingin menjadi yang terbaik. Satu jam lagi dia akan landing di bandara.] tegas pria itu lalu mematikan panggilannya.


"Sherina.... Ayo kau ikut aku. Hari ini aku mempunyai sebuah tugas untuk mencari lebih banyak informasi dalam menuntaskan sebuah kasus." ujar Alexa sembari mengumpulkan alat-alat teknologi yang akan gadis itu bawa ke bandara.


Sherina hanya melongo mendengar ucapan sahabatnya. Gadis itu juga langsung bergegas berganti pakaian.


......***Bersambung***......