
Keesokan harinya
Peluh kering terlihat bercucuran mengalir dari kulit Alexa. Pakaian yoga yang gadis itu kenakan membentuk tubuh rampingnya. Ia bangun pagi-pagi sekali dan langsung fitness di ruangan GYM kamarnya.
"Hah"
Alexa menghembuskan napasnya lalu mendudukkan bokongnya di lantai sembari meluruskan kakinya. Setelah istirahat 30 menit, Alexa melirik sekilas jam dinding di ruangan GYM.
"Ternyata sudah mau siang." gumamnya berdiri dari duduknya.
Alexa lalu keluar dari ruangan GYM.
Hari ini gadis itu akan melakukan penyelidikannya mengenai seseorang yang sangat familiar di Ingatannya.
#
#
Sementara mansion belakang
Rain dan istrinya sementara sarapan sebelum kembali bekerja lab.
"Sayang! apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Rain menatap wajah istrinya yang sedari tadi sibuk dengan pikirannya.
"Aku hanya sedang memikirkan putra kita. Mengapa bocah tengil itu tidak mau melanjutkan studinya?" ujar istri Rain menekuk wajahnya.
"Kamu ahli bidang teknologi dan aku ahli di bidang medis. Sementara putra kita tidak mau menyalurkan bakatnya mengikuti langkahku ataupun langkah kamu sayang!" kesalnya memperhatikan sekilas pintu kamar putranya.
"Lihatlah! jam segini juga belum bangun!" dengus nya lagi mengalihkan pandangannya menatap suaminya.
Rain termenung lama mendengar perkataan istrinya. Pria paruh baya itu mengakui kalau putranya tidak ada niat tinggal jauh dari mansion klan king.
"Putra kita tidak akan dewasa sebelum mandiri dan berdiri di kakinya sendiri!"
"Baiklah...."
"Nanti aku yang akan berbicara kepadanya." ucap Rain mengakhiri sarapan paginya. Pria paruh baya itu mengecup sekilas kening istrinya sebelum berlalu dari sana.
#
#
Sementara Paskal sedari tadi masih sibuk memperhatikan balkon kamar Alexa dari teropongnya. Pria itu tadi subuh kembali ke mansion belakang setelah berjaga semalaman di pintu gerbang mansion.
"Mana sih nona muda!" dengusnya menurunkan teropongnya.
#
#
Sementara di ruangan rahasia mansion king, Alexa melangkah sembunyi-sembunyi masuk ke dalam ruang rahasia Daddy-nya. Sedari tadi Alexa mencari-cari petunjuk dari rasa penasarannya. Ia lalu mengamati kondisi sekitar ruangan rahasia itu.
Alexa lalu masuk ke ruangan terlarang Daddynya. Ia melihat lukisan klasik rubah ekor sembilan menarik perhatiannya. Alexa melangkah mengelus lembut lukisan itu. Sinar keemasan memancarkan sinarnya menyilaukan pandangnya.
Tiba-tiba sebuah liontin bermata harimau rubah ekor sembilan bercahaya melingkar di lehernya.
"Apa ini?" gumamnya dalam hati
Alexa mengelus liontin yang tiba-tiba sudah melingkar di lehernya.
"Liontin bermata harimau rubah ekor sembilan." gumam Alexa mengalihkan pandangannya menatap lukisan itu kembali.
Tiba-tiba tubuh Alexa bergerak kearah sebuah lorong gelap dan sedikit lembab. Ia melewati lorong itu tanpa rasa takut sedikitpun.
Setibanya di ujung lorong itu, Alexa menemukan beberapa barang lama tak terpakai mansion klan king. Gadis itu mengais-ngais barang-barang yang hampir lapuk dan rusak.
"Ini...."
"Apa pria itu pernah bekerja bersama Daddy?" gumamnya menatap teliti wajah pria yang ada di foto usang dan kusut.
"Apa pria itu yang selama ini Daddy cari?" sambungnya mencari-cari informasi tambahan dari barang-barang lapuk dan sudah rusak itu.
#
#
Sementara di luar mansion
Paskal terlihat terburu-buru masuk ke dalam mansion setelah mendengar pembicaraan ayahnya dan Greyson. Saat akan naik ke lantai atas, cahaya dari lorong rahasia menarik perhatian pemuda itu.
Paskal terdiam sebentar lalu melangkahkan kakinya menuju lorong itu. Sebenarnya pria itu takut masuk ke dalam ruangan yang ada di lorong itu. Karena masuk ke dalam lorong itu sama saja dengan bunuh diri.
Apa lagi kalau Greyson mengetahuinya, maka siap-siaplah mendapatkan hukum cambuk.
...***Bersambung***...