
Stevi menatap buku nikah yang ada di tangannya, Mereka sudah menikah beberapa menit yang lalu. Semua Stevi lakukan hanya untuk anaknya. Dia benar-benar belum siap kembali ke Indonesia dengan kondisi punya anak tanpa seorang suami. Dia takut suatu hari nanti, itu akan membuat mental anaknya terganggu. Mungkin dia bisa mengabaikan setiap perkataan orang namun bagaimana dengan anaknya nanti?. Namun sekarang sudah ada sedikit kelegaan di dalam hatinya.
"Ayo.." ujar Greyson sembari mengendong Steven, Mereka kemudian berjalan menuju jet pribadi Klan King.
"Sebenarnya aku ingin balas dendam namun aku harus berfikir berulang-ulang untuk melakukannya.Jika pun akau melakukannya, Apa hal itu akan membuatku bahagia? Aku rasa itu tidak mungkin, karena kebahagiaan-ku sekarang ada pada putraku. Setidaknya perjanjian pra nikah ini akan menjadi pegangan untukku, jika suatu hari dia bertingkat di luar batas kesabaran-ku" gumamnya dalam hati sembari melangkah ke dalam jet pribadi Klan King.
#
#
Di Indonesia tepatnya di rumah Silvia
"Apa benar Stevi akan pulang ke Indonesia? Dia sudah melahirkan? Apa mereka baik-baik saja?" tanya nyonya Lorens dengan antusias kepada anaknya
"Iya Ma, Dia sudah melahirkan! Stevi akan pulang bersama ayah putranya" ujarnya sembari cemas menunggu respon papanya yang sedari tadi hanya diam.
"Aduh.duh.. mama sudah tidak sabar menunggu kepulangan mereka" ujarnya antusias. Dua hari yang lalu menantunya sudah berkata kepada mereka, jika dia sudah mendapatkan informasi mengenai Stevi. Tujuan Josua mengirimkan dokumen kerja sama itu hanya untuk memancing Greyson kembali ke Indonesia. Dia juga tahu Greyson bukanlah tipe seseorang yang mudah di tipu. Sebenarnya Josua beberapa hari yang lalu menyewa seorang detektif swasta untuk menyelidiki keberadaan Stevi. Greyson yang licik dengan mudah mengetahui tujuan Josua. Hal itulah yang membuatnya menyetujui kerja sama itu. Greyson juga mau pernikahan mereka secepatnya mendapatkan restu dari kedua orang tua Stevi. Jika bertanya bagaimana dengan orang tuanya? Mereka pastinya sudah tahu semuanya dari Rain yang tidak bisa di tekan dengan ancaman. Mendengar ancaman Nyonya Douglas saja, pastinya membuat Rain ketar-ketir, sebab Nyonya Douglas tidak pernah main-main dengan ancamannya.
"Itu pasti mereka" ujar Nyonya Lorens dengan antusias berdiri dari duduknya. Dengan cepat dia melangkah ke arah balkon melihat-lihat ke area parkiran mobil rumah Josua dan Silvia mengobati rasa penasarannya.
#
#
"Biarkan kami yang membawanya tuan" ujar Jack, Jack dan salah satu anggota Klan King ikut serta juga singgah ke rumah keluarga Stevi. Yang lain hanya mengikuti mereka dari bandara sampai gerbang rumah Josua, kemudian berlalu menuju markas Klan King yang ada di kota ini.
"Baiklah Jack sekalian oleh-oleh yang di belakang juga" ujarnya. Sebelum berangkat tadi malam, Greyson memerintahkan Jack untuk membeli beberapa bingkisan yang akan mereka bawa ke Indonesia. Bagaimana pun dia harus menjaga attitude di depan keluarga Lorens dan Thomson.
Greyson berusaha memasangkan Stretchy Wrap yang sebelumnya sudah mereka beli. Stevi yang melihat Greyson kesusahan menggunakan kain panjang itu berinisiatif membantunya.
"Mari ku bantu" ujarnya membantu melilitkan kain panjang itu di bahu dan pinggang Greyson dengan telaten.
...***Bersambung***...
...Author fokus ke cerita Greyson dan Stevi dulu okey 😁 Untuk cerita Steven nanti setelah cerita orang tuannya....
...Dukungan terus karya Author ❤️ Jangan Bosan nunggu Update dari Author...