
Sebulan kemudian
Keluarga Lorens dan Thomson sudah kembali ke Indonesia dua Minggu yang lalu. Mereka hanya menginap selama dua Minggu di mansion klan king. Begitu juga dengan kedua orang tua Greyson, mereka juga sudah kembali diikuti dengan Grace. Ia juga melanjutkan studinya di Korea bersama Opa dan Oma-nya. Greyson menyuruh putrinya memperhatikan kondisi kedua orangtuanya.
Stevenson dan Sherina juga sudah kembali ke California tanpa membawa Gionino bersama mereka. Karena Stevi dan Greyson meminta Gionino ditinggalkan di mansion. Mereka masih ingin bersama cucu pertama mereka.
Sementara Steven, Livia dan Albiano tinggal menetap di mansion klan king. Karena Steven sudah ditunjuk sebagai penerus klan king selanjutnya.
"Mommy benar-benar tidak rela kalian kembali ke California...." kata Stevi dengan mata berkaca-kaca.
"Mom, masih ada Stev dan kakak ipar, plus kedua cucu Mommy yang mengemaskan ini." kata Alexa mencubit gemas pipi Albiano.
"Sakit, aunty...." gumam Albiano pelan sedikit terganggu dengan tindakan Alexa.
"Apa kau tidak akan merindukan Aunty dan Uncle?" tanya Alexa memperhatikan wajah Albiano.
"Albi punya Opa, Oma, Daddy, Mommy, Abang Gion, Xaviera dan masih banyak lagi...." celetuk Albiano membuat semua orang tersenyum hangat.
"Xaviera? apa dia kekasihmu?" tanya Alexa sedikit bingung mendengar nama itu.
"Dia saudaraku. Aku dan Abang Gion sangat menyayanginya." ungkap Albiano menatap kearah bangku kosong di depannya.
"Ya, kalian harus menyayangi yang namanya wanita. Suatu hari nanti ketika kalian sudah dewasa, jika kau bertemu dengan wanita yang baik, maka perlakukan-lah mereka seperti seorang ratu." ujar Alexa mengunyah sarapannya.
Albiano dan Gionino tersenyum kecil mendengar perkataan Alexa. Walaupun sebenarnya mereka belum paham betul dengan maksud Alexa.
"Sering-seringlah mengabari kami." nasehat Greyson menatap putrinya.
"Jaga diri kalian baik-baik disana. Kalau ada apa-apa segera hubungi kami." timpal Stevi menatap menantunya.
"Pernikahan kalian masih baru.... jika ada masalah, jangan di pendam. Saling terbuka dan mengalah akan membuat rumah tangga kalian adem ayem." nasehat Stevi lagi. Ia tahu sifat sepasang suami istri didepannya ini masih labil. Suka memendam perasaan masing-masing.
"Kami juga pasti akan merindukan mu sayang.... Jaga diri kalian baik-baik disana. Jadilah istri yang lembut dan patuh dengan tanggung jawab mu sebagai istri."ujar Stevi mengelus kepala putrinya.
"Kalau bisa keluarlah dari pekerjaanmu setelah cucuku hadir. Aku sangat yakin cucuku sudah berkembang biak di dalam sana." celetuk Greyson tiba-tiba membuat Alexa dan Paskal tertegun.
Paskal langsung mengaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia tidak tahu harus menjawab bagaimana perkataan mertuanya.
"Emang bisa tumbuh secepat itu?" gumam Paskal dalam hati.
"Aw..."
Greyson tiba-tiba meringis merasakan cubitan Stevi di perutnya.
"Aku hanya mengutarakan apa yang aku pikirkan, Sayang.... bukankah kalau anggota baru bertambah akan membuat mansion kita semakin rame?"seru Greyson.
Stevi tidak tahu lagi haru menjawab apa, karena memang benar apa yang dikatakan suaminya. Ia juga ingin mendengar tangisan bayi kecil di mansion klan king.
"Aku belum ingin memiliki bayi, Dad. Aku masih mau menyelesaikan misi besar yang belum tuntas." ujar Alexa. Memang sebelum kembali ke mansion klan king, Alexa sudah ditugaskan menyelesaikan misi mengenai bandar narkoba sebulan yang lalu.
"Hati-hati dengan pekerjaan itu. Mommy merasa aura keibuan mulai muncul di wajahmu, sayang...." gumam Stevi menatap putrinya dengan lembut.
"Mungkin karena beberapa hari ini kakak ipar dan Stev menyuruh Alexa menjaga kedua tuyul ini...." celetuk Alexa tiba-tiba.
Stevi tersenyum lebar mendengar celetukan putrinya.
"Itu karena kami sebenar lagi akan menambah keluarga baru." ceplos Steven tiba-tiba menutup mulutnya.
"What!! apa!!"
...***Bersambung***...