IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Baikan



Stevenson dan Sherina tersenyum hangat melihat pemandangan yang ada di ruangan itu. Ia melihat kedua bayi Alexa di letakkan di lengan kiri dan kanan wanita itu.


"Sebaiknya kamu duduk di sofa dulu. Seperti Alexa sedang menyusui kedua bayinya." saran Sherina kepada suaminya. Stevenson menuruti perkataan istrinya.


"Alexa.... selamat.... akhirnya kamu sudah resmi menjadi seorang ibu. Ah... putra dan putri kamu sangat mengemaskan." ujar Sherina mengelus lembut pipi merah kedua bayi itu.


Alexa tersenyum tipis mendengar perkataan Sherina. Mood wanita itu sedang buruk, dan tidak berniat banyak bicara. Namun, Alexa cukup lega melihat kedua bayinya terlahir sehat dan sempurna.


"Apa kamu sudah menyiapkan nama untuk mereka?" tanya Sherina menatap adik iparnya.


"Michael Alexander dan Michelle Alexandria." gumam Alexa. Paskal tersenyum hangat mendengar nama itu. Nama yang sudah di siapkan oleh istrinya dari jauh-jauh hari.


"Wow.... nama itu cukup bagus dan cocok untuk wajah tampan dan wajah cantik mereka."ujar Sherina menatap suaminya.


"Ya, aku sependapat dengan kamu sayang... Aku yakin keponakan ku itu akan tumbuh dengan pesona yang digilai banyak wanita dan pria." tambah Stevenson berpendapat.


Alexa dan Sherina mengobrol banyak hal dan menghiraukan keberadaan Paskal. Ia masih sakit hati dengan perkataan teman kampus Paskal.


Hari sudah sore, Stevenson dan Sherina memutuskan kembali ke apartemen mereka. Ruangan itu tiba-tiba hening setelah kepergian sepasang pasutri itu.


"Sayang.... jangan diam gitu dong. Aku benar-benar tidak ada hubungan apa-apa dengan wanita itu. Atau aku berhenti kuliah, dan mencari pekerjaan sambilan yang bisa aku kerjakan dari apartemen." ujar Paskal tiba-tiba hingga membuat Alexa termenung beberapa saat. Alexa tentu saja langsung terdiam mendengar perkataan suaminya. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Ia tidak mau Paskal menyudahi impian kedua orangtuanya mengecap gelar sarjana.


"Aku--"


"Stt....aku tahu kok apa.yang kamu rasakan. Sudah sewajarnya kamu mata. Mungkin lain kali, aku bisa lebih peka lagi dengan sekitar ku."sambung Paskal menenangkan perasaan istrinya.


"Dia bilang aku gendut seperti babi guling." adu Alexa. Tiba-tiba mood wanita itu kembali seperti semula.


"Aku tak peduli dengan bentuk tubuh kamu. Aku mencintai kamu dengan tulus Alexa.... wanita itu hanya ingin merusak mentalmu. Percayalah.... cintaku hanya untuk kamu. Kamu hanya perlu percaya kepada suamimu ini." nasehat Paskal mengecup bibir istrinya.


"Aku sudah mengabari Papa dan Mama mengenai kelahiran si kembar. Kemungkinan sebentar lagi mereka akan tiba di rumah sakit. Aku tidak mau kesalahan pahaman ini di diamkan sampai berlarut-larut." timpal Paskal menatap istrinya penuh cinta.


"Jangan pernah dengarkan perkataan orang lain. Dan jangan pernah menyimpulkan segala sesuatu yang kamu lihat dengan cepat."


"Kamu cukup percayakan semuanya kepadaku. Mendapatkan mu tidaklah mudah Alexa. Aku tidak mungkin mengkhianati mu ataupun melepaskan mu. Karena aku sudah mengukir indah namamu di hatiku."


"Cih gombal."


"Ini adalah kebenaran. Seorang pria akan menjaga dan mencintai wanita yang dicintainya dengan sepenuh hati. Dan wanita itu akan terlihat sempurna di mata dan hati pria yang tulus mencintaimu. Aku adalah salah satu dari pria itu." terang Paskal mengecup lama kening istrinya.


"Aku sangat mencintaimu.... meskipun suatu hari wajah kencang, putih, mulus ini berubah keriput. Tapi rasa cinta ini akan tetap abadi." ungkap Paskal tersenyum hangat menatap mata berkaca-kaca istrinya.


...***Bersambung***...