IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Extra Part 26



Di kantor


Arabella tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan seorang wanita cantik berpakaian modis. Arabella tahu usia gadis itu masihlah sangat muda. Meskipun sentuhan makeup di wajahnya membuatnya terlihat sedikit dewasa.


"Apa tunangan ku ada di dalam?" tanya gadis itu tanpa basa basi membuat Arabella tertegun.


"Tunangan? Jadi pria arogan itu sudah memiliki tunangan?" gumam Arabella dalam hati.


"Ckckck lagian siapa yang tidak mau dengan pria tampan seperti Tuan Gion. Apalagi pria itu merupakan penerus warisan turun-temurun Douglas. Pasti para wanita cantik diluar sana akan berlomba-lomba menjadi pendamping hidupnya. Meskipun pria itu memiliki sikap yang sangat menyebalkan." monolog Arabella lagi dalam hati sembari menghela napas.


Arabella menekan interkom di depannya dan menghubungi sang atasan.


[Hem] sahut Gion dari seberang sana.


"Halo Tuan. Tunangan Anda datang ke perusahaan dan ingin bertemu dengan Anda."


Gion sedari tadi memang melihat kedatangan tunangannya dari balik pintu kaca ruangannya. Hanya saja pria itu pura-pura tidak tahu mengenai kedatangan tunangannya.


[Suruh dia masuk ke ruangan ku.]


"Baik, Tuan." ujar Arabella mengakhiri panggilannya.


"Nona muda. Anda bisa masuk ke ruangan tuan muda." ujar Arabella dengan sopan.


Gadis itu langsung melengos begitu saja tanpa mengucapkan terima kasih kepada Arabella.


"Mereka terlihat sangat serasi. Selain kaya, mereka juga terlihat sangat sombong dan angkuh." gumam Arabella melihat tingkah tunangan atasannya.


Di dalam ruangan CEO


Gion terdiam lama melihat kedatangan Gefanny. Ia tidak tahu harus berkata apa melihat tingkah gadis berusia 17 tahun ini masih sama seperti sebelumnya.


"Ckckck... dasar kepala batu." gerutu Gion kesal.


"Mengapa kau datang ke sini! bukankah aku sudah memperingatkan mu dua Minggu yang lalu!" ketus Gion tidak senang melihat kedatangan Gefanny.


Tiba-tiba Gefanny menangis tersedu-sedu dalam posisi berdiri di depan meja kerja Gion. Gion yang tidak tega melihat gadis itu menangis tersedu-sedu langsung beranjak dari kursinya. Gadis itu merupakan wanita yang dicintai adiknya. Tidak mungkin Gion tega melihat kesedihan gadis itu.


"Sudah jangan menangis." ujar Gion memeluk tubuh langsing Gefanny. Ia juga menepuk-nepuk lembut punggung Gefanny agar sedikit lebih tenang.


"Kenapa kau menangis? Apa kau gagal meluluhkan hatinya?" tanya Gion dengan lembut. Ia sudah menganggap Gefanny sebagai adiknya. Ia tidak mungkin tega menyakiti hati gadis itu. Meskipun gadis itu terkadang bersikap menyebalkan.


"Aku hamil."


Hanya kalimat itu yang terucap dari bibir Gefanny. Sementara Gion dan seorang gadis yang sedari tadi berdiri di depan pintu tertegun. Mereka terdiam sembari sibuk dengan pikiran masing-masing.


Gadis yang tak lain tak bukan adalah Arabella. Ia mengurungkan niatnya mengetuk pintu ruangan CEO dan kembali membawa minuman untuk tamu yang tak lain tak bukan adalah tunangan sang atasan ke pantry.


Gion langsung melonggarkan pelukannya dan menatap kedua mata Gefanny.


"Ge, Kamu bercanda kan?" tanya Gion dengan pelan.


"Aku tidak bercanda. Aku sedang mengandung." cicit Gefanny dengan serius. Meskipun air mata masih menggenang di pelupuk matanya.


"Apa itu anak adikku? Mengapa kau bisa hamil?" tanya Gion tidak menyangka gadis itu akan hamil di usia muda.


"Kejadian itu terjadi di saat ulang tahun ku. Semua ini salahku. Aku yang menjebak Albi. Aku takut Albi akan meninggalkan ku." lirih Gefanny kembali menangis tersedu-sedu.


"Aish!! S*it!"umpat Gion membalikkan tubuhnya mencari keberadaan ponselnya.


[Halo bang?] sahut seseorang dari seberang sana dengan suara serak. Ia memang baru saja bangun dari tidurnya setelah bergelut beberapa hari dengan penelitiannya.


"Segera datang ke perusahaan! Ada yang ingin ku bicarakan denganmu!" ucap Gion dengan suara dingin.


[Apa ada masalah?] tanya Albi sedikit penasaran.


"Kau akan tahu setelah sampai disini! segera mandi dan datang ke perusahaan ku secepatnya atau anggota klan king yang akan menyeret mu secara paksa datang ke perusahaan sekarang juga." kata Gion penuh peringatan sebelum mengakhiri panggilannya.