
Tak beberapa lama Grace datang menghampiri mereka, setelah berbicara cukup lama dengan keluarganya.
"Sayang.... sepertinya aku harus kembali ke mansion klan king. Karena kakak ipar sudah melahirkan. Aku juga ingin melihat bagaimana cantiknya keponakan ku." ujar Grace dengan wajah berbinar.
"Stev dan Kakak ipar pasti sangat bahagia setelah mengetahui jenis kelamin bayi mereka." timpal Grace tersenyum lebar.
"Sayang.... kenalkan ini Dokter Haykal dan kekasihnya Kim Nara." sela Albara tidak enak menghiraukan keberadaan Haykal dan kekasihnya. Namun dalam hatinya, Albara cukup bahagia mendengar perkataan kekasihnya.
"Grace." sapa Grace tersenyum tipis memperkenalkan diri kepada Haykal dan Kim Nara.
Haykal tertegun melihat wajah Grace sangat mirip dengan Steven. Mata gadis itu juga berwarna biru seperti mata Steven.
Albara tentu saja cemburu melihat Haykal menatap Grace cukup lama. Ia benar-benar tidak suka para pria menatap kekasihnya penuh kekaguman ataupun penuh minat.
"Hem...." Albara berdehem pelan membuyarkan lamunan Haykal.
"Sepertinya obrolan kita harus berakhir. Aku ingin mengantar kekasihku ke kediamannya." kata Albara tersenyum tipis. Meskipun senyuman itu benar-benar terlihat kaku.
"Oh.... silahkan. Kami seperti juga harus menemui keluarga kami."seru Haykal tersenyum kecil. Haykal dan keluarga kekasihnya memang berniat berkumpul bersama untuk menentukan tanggal pertunangan mereka. Haykal menatap kepergian Albara dan Grace dengan perasaan aneh.
Setibanya di kediaman Tuan besar Douglas, sudah ada beberapa orang anggota klan king. Mereka terlihat menunggu kepulangan Grace.
"Nona kecil... " sapa mereka membungkukkan sedikit kepalanya.
"Apa kalian berniat menjemput kami?" tanya Grace tersenyum tipis.
"Ya, Tuan dan Nyonya menyuruh saya menjemput Anda, Tuan besar dan Nyonya besar." sahut salah satu anggota klan king.
"Baiklah. Aku akan menyuruh pelayan menyiapkan pakaian Opa dan Oma." ujar Grace menarik tangan Albara masuk ke dalam kediaman Tuan Besar Douglas.
Grace menghentikan langkahnya, saat mendengar perkataan kekasihnya. Ia terdiam beberapa saat sebelum menyahuti pertanyaan Albara.
"Apa kamu yakin? apa kamu sudah berani bertemu dengan keluarga ku?" tanya Grace kembali melanjutkan langkahnya.
"Tentu saja. Aku hanya penasaran dengan keluargamu." ujar Albara dengan cepat.
"Mengapa kau harus penasaran dengan keluarga ku? perkataan mu terdengar seperti seorang mata-mata." celetuk Grace tanpa sadar membuat Albara terdiam.
"Maksud aku bukan seperti itu, aku hanya ingin mengenal keluarga mu lebih jauh lagi." sanggah Albara dengan cepat. Ia juga benar-benar penasaran, apakah keluarga Douglas memperlakukan saudaranya dengan baik atau tidak.
"Ya, kau boleh ikut ke mansion klan king." seru Grace menghampiri Opa dan Oma-nya.
"Opa.... Oma.... apa kalian sudah mendengar kabar bahagia dari Stev? sepertinya kakak ipar sudah melahirkan." kata Grace langsung duduk di sofa.
"Ya. Kami sudah berkemas. Kemasi barang-barang yang ingin kamu bawa ke mansion." ujar Nyonya Douglas menatap menantunya.
"Apa aku boleh membawa Albara ikut serta kesana?" tanya Grace penuh harapan.
Nyonya Douglas langsung mengalihkan pandangannya menatap suaminya. Ia tidak mungkin mengiyakan pertanyaan cucunya, sementara tidak sembarang orang boleh masuk ke mansion klan king.
"Ya, kamu boleh membawanya. Aku ingin tahu sejauh mana keberaniannya menyembunyikan jati dirinya." sela Tuan Douglas tersenyum menyeringai.
Ia melihat insting yang kuat dan bertahun-tahun berada di lingkungan mafia. Tentu saja Tuan Douglas tahu dan bisa merasakan aura misterius di sekitarnya.
...***Bersambung***...