IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Untuk Pertama Kalinya



"Kita baru saja tiba disini, terus kenapa kamu tiba-tiba minta pulang?" tanya Paskal mengerutkan keningnya.


"Kamu jahat! kamu nyebelin! kamu marahin aku!" teriak Alexa membuat semua mata pengunjung serentak menatap kearah mereka.


Paskal langsung mendekap tubuh istrinya.


"Sssttt.... maafkan aku ya. Aku hanya takut kamu kenapa-napa. Lagian ngapain juga pria tadi pegang-pegang tangan kamu." seru Paskal mengelus kepala istrinya.


Cup


"Jangan marah! nanti cepat tua." timpal Paskal berbisik pelan.


"Apa kamu tidak memperhatikan mata tajam orang-orang merasa terganggu dengan suara kamu tadi."


"Ayo kita makan siang terlebih dahulu, setelah itu kita makan eskrim."


Paskal langsung menghapus air mata yang mengalir dari kedua pelupuk mata istrinya. Ia lalu merangkul pinggang istrinya menuju restoran kecil di dekat taman bermain itu.


Paskal memesan makan bergizi yang cocok untuk ibu hamil.


"Apa perut kamu mual mencium aroma makanan ini?" tanya Paskal memastikan keadaan istrinya.


"Tidak! aku malahan mau makan semuanya." sahut Alexa tersenyum lebar.


"Aku senang mendengarnya. Kamu bisa menghabiskan semuanya." kata Paskal mengelus kepala istrinya.


"Sepertinya bayi kita bakalan gemuk jika napsu makan kamu meningkat." timpal Paskal menyuapkan sesendok makanan ke mulutnya.


Alexa tersenyum senang mendengar penuturan suaminya. Karena ia juga berharap bayi mereka memiliki tubuh berisi dan pipi cabi saat lahir nanti.


"Kalau aku gemuk gimana?" tanya Alexa menghentikan kunyahan-nya.


"Lebih empuk dan kenyal."celetuk Paskal tersenyum lebar.


"Lebih empuk dan kenyal?"


Alexa menyeritkan dahinya mendengar perkataan suaminya. Ia belum paham arah pembicaraan suaminya.


"Kalau lebih empuk dan kenyal, biasanya suami lebih nyaman tinggal di rumah seharian tanpa keluar rumah." kata Paskal tanpa dosa.


Alexa mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar perkataan suaminya. Padahal ia masih belum mengerti arah pembicaraan Paskal.


"Enggak apa-apa kamu makan banyak, aku juga enggak masalah kalau berat badan kamu nanti naik." kata Paskal tersenyum tipis.


"Karena kamu akan tetap sama cantiknya di mataku." gombal Paskal menggoda istrinya.


Wajah Alexa tiba-tiba berubah merah merona mendengar gombalan suaminya.


"Udah.... enggak usah malu-malu begitu. Lagian kita sudah sah kok. Bentar lagi juga sudah punya baby." ujar Paskal semakin semangat menggoda Alexa.


"Sayang.... kita masih berada di tempat umum."


Alexa memperhatikan sekitarnya, banyak pengunjung berlalu lalang kesana kemari.


"Mereka tidak akan mengerti dengan apa yang sedang kita bicarakan."


Toh bahasa mereka juga berbeda.


"Ayo habiskan makanannya." seru Paskal menghentikan kecanggungan istrinya.


Mereka melanjutkan lunch mereka.


Sejam kemudian Paskal membawa istrinya mengelilingi taman bermain. Alexa terlihat sangat senang melihat banyak anak kecil bermain bersama ibunya di taman.


"Sepertinya aku juga akan mengalami fase seperti itu." tunjuk Alexa kearah seorang ibu dan anak laki-laki.


"Ya, tentu saja. Kamu akan mengalaminya sayang." sahut Paskal tersenyum tipis.


"Aku sudah tidak sabar menanti kelahiran bayi kita." seru Alexa penuh semangat.


"Ya, me too."


"Ayo duduk disana. Apa kamu tidak lelah berdiri terus disini."


Paskal menarik tangan istrinya dengan lembut dan melangkah kearah kursi panjang yang ada di taman.


"Duduk dulu disini. Aku ingin membeli sesuatu." kata Paskal berlari menuju toko es krim. Ia membeli 2 eskrim rasa vanilla dan coklat.


15 menit kemudian Paskal kembali dengan 2 es krim yang di inginkan Alexa.


Paskal lalu memberikan es krim rasa vanilla ke istrinya, namun Alexa ingin es krim yang rasa coklat.


"Aku tidak suka rasa vanilla, aku mau rasa coklat." ujar Alexa cemberut.


"Bagaimana kalau kita berbagi. Satu es krim berdua, biar romantis."ujar Paskal tersenyum lebar.


Alexa menganggukkan kepalanya menyetujui ide suaminya.


Mereka menikmati es krim itu sembari memperhatikan para pengunjung anak-anak yang sedang bermain dengan orang tua mereka. Mereka terlihat bahagia tanpa ada beban hidup sama sekali.


...***Bersambung***...