IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Keberhasilan Livia



Kedua cheetah kesayangan Greyson menghentikan kegiatan mereka. Darah segar masih menempel di bibir ataupun bulu sekitar bibir mereka. Mata mereka menatap kearah Livia. Tubuh wanita itu terlihat masih gemetaran seperti sebelumnya.


"Kau bisa mengelus punggungnya Livia. Dia yang akan menentukan nasibmu." ucap Greyson tersenyum puas.


Steven bisa melihat senyuman itu. Pria itu cukup kesal melihat senyuman sang Daddy.


Ngeong


Suara mengeong dari cheetah itu meningkatkan rasa percaya diri Livia.


"Suaranya terdengar seperti seekor kucing kecil. Bukankah di beberapa media ataupun artikel, hewan ini disebut-disebut sebagai hewan yang sangat ditakuti hewan lain? lalu mengapa suaranya terdengar sangat imut. Kenapa aku jadi yakin, kalau hewan ini tidak akan menyakitiku." ucap Livia dalam hati.


Livia lalu berjongkok dan memberanikan diri mengelus punggung induk cheetah kesayangan Greyson.


Ngeong


"Ah, ternyata kau sangat manis. Tapi mengapa kau menyukai daging manusia? apa kau tidak mual memakannya?" ucap Livia tersenyum tulus menatap mata induk cheetah.


Sementara anak cheetah itu tidak terima Livia mencari perhatian kepada ibunya.


ARRRRRR


NGEONG


"Tenanglah Brown.... itu tidak akan lama!" ucap Greyson sedikit tegas.


Mata induk cheetah itu menatap lama kearah perut Livia. Livia tidak tahu maksud tatapan induk cheetah itu. Senyuman tulus tetap tersemat di wajah Livia.


Greyson dan Steven menyadari tatapan induk cheetah itu. Senyum pria setengah baya itu semakin lebar melihat tatapan cheetah kesayangannya. Sementara Steven tidak tahu makna dari tatapan itu, karena Daddynya tidak pernah memberitahunya sebelumnya.


Greyson bertepuk tangan melihat keberadaan sang menantu.


"Ternyata kau tidak selemah yang aku pikirkan." ucap Greyson.


Livia dan Steven bernapas lega mendengar perkataan Greyson. Namun ucapan Greyson selanjutnya membuat tubuh Steven menegang.


"Apa kau sudah menemukan hukuman yang cocok untuk putraku?" tanya Greyson menatap Livia.


"Hem..." gumam Livia menganggukkan kecil.


"Bisikan hukum itu kepada suamimu, dan biakan pria tengil ini tersiksa." ucap Greyson tersenyum penuh kemenangan.


"Oh,no.... Daddy pasti merencanakan yang tidak-tidak. Apa Daddy sudah meracuni otak istriku?" ucap Steven dalam hati menata istrinya.


"Sayang.... kamu harus puasa selama 1 tahun. Aku masih kesal dengan bentakan mu tadi. Lebih baik kita pisah kamar selama setahun ke depan. Jika selama hukuman berlangsung kau berani mengkhianati ku, aku akan pergi jauh darimu." bisik Livia tersenyum puas.


Wajah Steven mengeras mendengar bisikan sang istri. "Dad, are you kidding me? mengapa hukumannya harus seperti itu. Apa Daddy tidak mau menambah cucu?" cecer Steven tidak setuju.


Greyson tersenyum mengejek mendengar ucapan putranya.


"Livia, aku tidak setuju dengan hukuman seperti itu. Bukannya aku yang tidak sanggup, tapi si joni yang tidak sanggup. Bisa jadi kamu juga tidak sanggup pisah kamar." sambung Steven kesal. Cukup lima tahun pria itu puasa, tidak untuk setahun lagi.


Greyson tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan putra pertamanya. Sementara wajah Livia sudah merah merona karena malu.


"Apa kau tidak malu berbicara seperti itu di depan ayah mertua...." lirih Livia. Ia ingin menenggelamkan wajahnya di dalam air.


"Hukuman tetaplah hukuman. Kau tidak bisa menolaknya, Son." ucap Greyson tersenyum mengejek.


"Awas ya Dad, Steven akan kasih tahu mommy rahasia masa lalu Daddy!" ancam Steven tersenyum puas menatap wajah pucat sang Daddy.


"Bukan hanya aku yang akan mendapatkan hukuman Dad, tapi Daddy juga harus mendapatkan hukuman yang sama." ucap Steven dalam hati. Ia memiliki satu rahasia yang selama ini disembunyikan Daddynya.


...***Bersambung***...