
Di kantin pabrik
Stevi dan Charlotte membuka bekal mereka masing-masing. "Stevi kamu lihat dulu apa isi dari makanan yang di berikan bos tadi" ujar Charlotte dengan antusias menatap ke arah tas tentengan kecil yang Stevi letakkan di atas meja.
Stevi yang mendengar ucapan antusias Charlotte langsung saja membuka bekal itu. Melihat isi dari bekal itu membuat Charlotte berkata kembali "Stevi ini makanan yang bagus untuk kamu konsumsi. Makanlah supaya tubuhmu mendapatkan banyak nutrisi." seru Charlotte lalu melahap bekal yang sudah dia bawa dari rumah. Di negara itu rata-rata makanan pokok penduduknya adalah gandum, keju dan daging. Ada beberapa pendatang yang tidak terlalu menyukai gandum dan keju. Karena mereka lebih menyukai nasi sebagai makanan pokok yang wajib mereka konsumsi. Salah satunya adalah Stevi sendiri, dia dari kecil sudah hidup di Indonesia dan berada di lingkungan keluarga yang sederhana, Dan Mayoritas penduduk Indonesia tentu saja mengonsumsi nasi, Meskipun ada beberapa orang yang tidak menjadikan nasi sebagai makanan pokok mereka. Stevi selalu memiliki persediaan beras di rumahnya jadi jangan heran kenapa Stevi bisa mengonsumsi nasi di negara tersebut.
Seorang pria melihat aktivitas mereka dari jauh "Aku akan menepati janji ku dulu" gumamnya memandang wajah Stevi dengan intens. "Aku menantimu" gumamnya lagi, lalu berlalu dari sana
...π·π·π·π·...
Setelah selesai makan, Stevi dan Charlotte melanjutkan pekerjaan mereka seperti sebelumnya yaitu kembali ke bagian produksi. Memasukkan beberapa produk yang sudah siap di edarkan ke dalam kardus.
Sore harinya
"Stevi kau akan pulang sendiri?" tanya Charlotte sembari mengemasi barang-barangnya sebelum kembali ke rumah. Karena jam kerja sudah selesai dari 5 menit yang lalu
"Iya Charlotte, berjalan dari sini ke rumah tidaklah jauh" ujar Stevi dengan menenteng tas yang berisikan beberapa kotak bekal tadi siang.
"Baiklah Stevi. Kamu hati-hati di jalan" ujar Charlotte dengan mengendong tas ranselnya.
"Mari kita keluar bersama-sama Charlotte" kata Stevi dengan melangkahkan kakinya mengikuti langkah Charlotte. Mereka berjalan beriringan dengan ditemani beberapa obrolan biasa.
"Dah Stevi. See you tomorrow" teriak Charlotte dengan menaiki sepedanya.
"Bye Charlotte. Berhati-hatilah" seru Stevi dengan melambaikan tangannya. Stevi lalu melangkahkan kakinya ke arah jalan menuju rumahnya.
Di rumah Stevi
Stevi memasuki rumah lalu menghidupkan lampu di dalam maupun di luar rumah. Stevi mengarahkan langkah kakinya menuju dapur. Dia bisa melihat dapur dan ruang makannya sudah terlihat rapi dan bersih.
"Aku masak apa ya untuk makan malam?" gumamnya lagi dengan meneliti isi kulkas.
"Aish aku belum belanja ke minimarket" gumamnya lagi, Stevi lalu melangkahkan kakinya ke arah kamar untuk segera mandi.
...π·π·π·...
Di Sebuah rumah seorang pria sedang berpikir bagaimana cara memasuki rumah Stevi tanpa diketahui langsung oleh pemiliknya.
π "Pesankan Sandwich,Ertwensope, Macaroni Schotel, Zeeland Mussels, Jus Apel, Jus Jeruk, dan beberapa buah untuk pencuci mulut lalu antar ke rumah Stevi" ujar pria itu lalu mematikan teleponnya
"Aish langsung dimatikan. Syukur Lo itu bos gue. kalau enggak udah gue bogem Lo" gumamnya dengan kesal lalu masuk ke dalam mobil.
Seorang pria merasa senang ketika melihat pintu jendela Stevi masih terbuka. Tanpa menunggu lama pria itu dengan cepat langsung masuk melalui jendela yang terbuka. "Mungkin hari ini keberuntungan gue" gumamnya dengan tersenyum senang bisa masuk dalam rumah Stevi
Sementara Stevi masih sibuk dengan aktivitasnya di kamar mandi.
"Gue harus sembunyi dimana nih?" gumamnya mengamati dengan detail isi kamar itu. Ketika mendengar pintu kamar mandi di buka, tanpa berpikir lama lagi pria itu langsung sembunyi di kolong tempat tidur.
...π·π·π·π·...
...***Bersambung***...
Note :
Ertwensope atau sup ercis
Zeeland Mussels atau Kerang Zeeland.