IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Setitik Bukti



"Masuk? enggak!! masuk? enggak!!"


"Terobos aja Paskal!" dengusnya kepada dirinya sendiri masuk ke dalam. Ia lalu mengikuti cahaya yang keluar dari lorong yang sebelumnya sudah dilalui Alexa.


"Lorong apa ini?"


"Aku belum pernah melihat sebuah lorong memiliki ruangan dengan interior klasik dan barang-barang antik seperti ini." gumamnya sembari berjalan semakin masuk ke dalam lorong. Pemuda itu lalu masuk ke sebuah ruangan terlarang. Ia melihat Alexa sedang mengamati sesuatu di bawah lantai kotor.


"Nona muda! apa yang anda lakukan disini?" tanya Paskal melangkah mendekati Alexa.


"Aku sedang mencari sesuatu! mengapa kau ikut masuk ke sini?" tanya Alexa tanpa mengalihkan pandangannya dari foto usang di tangannya.


"Oh aku sampai lupa! Tadi saya mendengar Tuan besar akan pulang hari ini. Kemaren malam Papa mengabari Daddy anda dan mengatakan mengenai kepulangan anda ke mansion klan king." terang Paskal menatap wajah datar Alexa.


"Sepertinya pesawat mereka akan mendarat di lapangan belakang mansion." sambungnya.


"Oh terima kasih." balas Alexa memasukkan foto usang itu ke dalam kantong celananya.


Perkataan Paskal menghentikan langkah Alexa saat Ia berniat keluar dari ruangan itu.


"Nona muda!" panggilan Paskal menghentikan langkah Alexa. Pria itu sedikit gugup saat melihat Alexa menghentikan langkahnya.


Alexa sedikit gugup mendengar panggilan Paskal di ruangan sepi seperti itu. Ia bertanya-tanya apa yang ingin di ucapkan pemuda itu.


"Apa anda tidak sibuk hari ini?" tanyanya menggaruk-garuk kepalanya tidak gatal.


"Aku tiap hari sibuk! apa yang ingin kau sampaikan!" tanya Alexa membalikkan tubuhnya sembari melipat tangannya di depan dada.


"Saya mau mengajak anda berburu!"


"Sekaligus berkencan" sambungnya dalam hati. Ia tahu Alexa menyukai hal-hal yang menantang ketimbang hal-hal yang romantis.


"Wow! kali ini taruhan apa yang ingin kau tawarkan?" tanya Alexa memincingkan matanya menatap ekspresi gugup Paskal.


"Ba-bagaimana kalau...." Paskal menghentikan perkataannya dan melangkah mendekati Alexa. Pemuda itu lalu membisikkan sesuatu di telinga Alexa.


Alexa tersenyum menyeringai mendengar taruhan yang ditawarkan Paskal.


"Deal! lalu apa yang kau minta apabila hewan yang kau dapat lebih banyak dari ku?" tanya Alexa


"Saya akan memikirkannya terlebih dahulu." sahut Paskal mengaruk kepalanya tidak gatal. Sebenarnya dia sudah memiliki permintaan kepada Alexa. Namun pemuda itu belum berani meminta hal yang terlalu berlebih. Apa lagi di kepala Paskal masih terngiang-ngiang perkataan ayahnya.


"Asalkan permintaanmu tidak aneh-aneh." celetuk Alexa membalikkan tubuhnya. Ia tersenyum tipis sebelum keluar dari ruangan itu.


"Dasar bocah!" dengus Alexa menggerutu sepanjang melangkah keluar dari lorong ruangan itu.


Sementara Paskal terdiam beberapa saat sembari memperhatikan ruangan itu dengan seksama sebelum keluar dari ruangan itu.


Kotak usang tiba-tiba bercahaya terang saat Paskal keluar dari ruangan itu.


Paskal dan Alexa tumbuh bersama sedari remaja. Saat usia Alexa mulai menginjakkan kakinya di mansion klan king.


#


#


Di Kamar


Alexa mengotak-atik keyboard laptopnya mencari wajah orang-orang yang ada di foto usang itu.


"Uncle Rain...."


"Uncle Jack...."


"Opa dan Oma...."


"Daddy...."


"Dan ini...."


"Ini...."


"Siapa?" monolog Alexa mengamati foto itu dengan seksama.


Drettt drettt drettt


Suara dering ponselnya menganggu konsentrasi Alexa saat mengamati foto itu lagi. Ia menatap lama nama si pemanggil di layar ponselnya.


"Hallo Sherina? ada apa?" tanya Alexa berdiri dari duduknya. Ia lalu melangkah menuju balkon mencari angin sepoi-sepoi menyejukkan tubuhnya.


[Apa kamu masih di California?] tanya Sherina menatap ekspresi biasa suaminya.


"Tidak! emangnya kenapa?" tanya Alexa menyeritkan keningnya menatap seseorang sedari tadi mengawasi mansion klan king dari kejauhan.


[Kami pikir kamu masih di California....] lirih Sherina.


"Bicaralah yang jelas! apa ada masalah?" geram Alexa mendengar kalimat menggantung Sherina.


"Siapa itu? apa dia mata-mata?" gumam Alexa memperhatikan pergerakan orang itu.


...***Bersambung***...