
Di depan Goa
"Hey pangeran Ryo! mengapa sikapmu jadi berubah begini?" tanya Alexa. Namun tidak di indahkan oleh pangeran Ryo Miura.
Alexa menahan langkah pangeran Ryo Miura dengan menyentuh bahunya. "Are you okey, Pak Tua?" tanya Alexa.
"Saya tidak apa-apa, Nona muda." sahut pangeran Ryo Miura gelagapan.
Hingga membuat Alexa berteriak kegirangan mendengar panggilan pangeran Ryo Miura.
"Nona muda? pangeran Ryo Miura. Apa kau sedang tidak bercanda? aku senang, kalau kamu memanggilku seperti itu." ujar Alexa.
Dahi pangeran Ryo Miura tiba-tiba berkerut mendengar ucapan Alexa.
"Pangeran Ryo Miura? siapa dia Nona muda?" tanyanya dengan wajah bingung.
Alexa menepuk jidatnya mendengar perkataan pangeran Ryo Miura.
"Paskal...." gumam Alexa dengan lirih.
"Iya?" sahut Paskal
Tiba-tiba Alexa memeluk tubuh Paskal dengan sangat erat.
"Hahahaha"
Alexa tertawa terbahak-bahak mendengar sahutan Paskal. "Akhirnya wujudmu dan ingatanmu kembali seperti sedia kala."ujar Alexa melingkarkan tangannya di leher jenjang pria itu.
Paskal benar-benar tidak mengerti apa yang dimaksud Alexa. Namun jantung pria itu berdebar kencang mendapati tingkah berlebihan Alexa.
"Nona muda...."
"Saya rasa jantung saya benar-benar harus diperiksa ke dokter. Mengapa jantung saya berdetak kencang seperti ini."gumam Paskal dengan polos.
"Dan juga, Nona muda. Kita tidak seharusnya seperti ini. Ini membuat para anggota klan king bakal salah paham." sambung Paskal menatap para anggota klan king yang sudah berdiri dari jarak 3 meter. Sepertinya mereka diperintahkan menunggu kepulangan mereka.
Alexa turun dari gendongan Paskal tanpa melepaskan tautan tangannya di leher Pemuda itu.
"Mungkin mereka akan semakin paham dengan maksud ku." ujar Alexa tersenyum kecil.
Cup
Tubuh Paskal tiba-tiba menegang mendapatkan kecupan dari Alexa. Lagi-lagi Paskal juga tidak mengerti dengan ucapan dan tingkah laku gadis itu.
"Nona muda...."
"Ciuman pertama saya...."
"A-anda membuat saya malu...." gumam Paskal menyentuh bibirnya. Desiran aneh semakin menjadi-jadi di dalam hatinya. Wajah pemuda itu juga sudah berubah merah merona.
Sementara para anggota klan king melongo melihat keagresifan Nona muda mereka.
"Apa kau belum pernah berciuman dengan satu orang wanita pun?" celetuk Alexa sedikit kesal.
"Be-belum, Nona muda." sahut Paskal dengan polosnya.
"Apa Anda sering melakukannya? apa saya Pemuda kesekian kalinya?" tanya Paskal dengan raut wajah sendu.
"Cih! bagaimana mungkin Daddy menjodohkan ku dengan pria polos dan bocah seperti ini." gumam Alexa melengos meninggalkan Paskal dan beberapa anggota klan king begitu saja.
"Apa Anda baik-baik saja?" tanya anggota klan king yang mengenal Paskal dengan baik.
"Hem.... sepertinya Nona muda benar-benar tidak menyukaiku. Apa menurut mu aku harus menerima tawaran Papa dan Mama pergi dari sini?" tanya Paskal kepada pria itu.
"Sepertinya bertahan di sini tanpa memiliki apa-apa tidak berarti sama sekali. Aku menunggunya dari 3 tahun lalu. Tapi gagal juga." gumam Paskal melangkah kembali ke mansion klan king.
"Hey! bukankah Nona muda memberikan ciuman pertamanya untukmu. Apa ini kode untukmu?" ujar pria itu mengejar langkah Paskal.
"Ciuman pertama? cih! mungkin itu ciuman kesekian kalinya dengan pria lain. Apa lagi selama ini Nona muda kuliah di luar negeri. Kita tidak pernah tahu bagaimana pergaulannya di luar sana." ujar Paskal tanpa menghentikan langkahnya.
"Mungkin aku harus memikirkan ulang permintaan kedua orang tuaku." sambung Paskal menghembuskan napasnya.
"Sebagai temanmu, aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk mu." kata pria itu tersenyum tulus.
"Tuan Greyson mencari kalian sedari tadi. Kamu disuruh Tuan Jack menunggu kedatangan kalian di depan goa." sambung pria itu.
Paskal mengangguk kepalanya mendengar perkataan pria itu.
...***Bersambung***...