IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Hotel Royal



"Sayang... ayo bangun kita sudah sampai di bandara San Fransisco." seru Paskal membangunkan Alexa.


Alexa tidak bergeming sama sekali, wajah Alexa juga terlihat sedikit pucat.


"Apa kamu baik-baik saja?"


"Perutku terasa seperti diadukan-aduk." gumam Alexa dengan lirih.


Paskal memberanikan diri mengelus perut istrinya, agar tidak mual lagi. "Apa begini terasa lebih baik?" tanya Paskal menatap sekilas kearah Alexa.


"Hem.... aku merasa tamu bulananku belum--"


"Apa! aku bulan ini belum datang bulan." seru Alexa tiba-tiba membuka kedua matanya.


"Kalau kamu belum datang bulan ya karena belum waktunya." sahut Paskal dengan polos.


"Sepertinya aku harus memastikan sesuatu." ujar Alexa terdiam sebentar sebelum kembali menatap Paskal.


"Mengapa kamu menatap ku dengan wajah seperti itu? apa ada yang aneh dengan wajahku?" tanya Paskal.


Alexa menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan Paskal.


"Ayo bangun. Kita sudah tiba di bandara San Fransisco California sejak 10 menit yang lalu." ujar Paskal mengenggam tangan istrinya.


"Aku merasa tubuhku tidak enakan."ujar Alexa cemberut.


"Ya udah! apa nona muda mau digendong turun dari jet?" tanya Paskal menaikkan sebelah alisnya.


Alexa menganggukkan kepalanya mendengar pertanyaan Paskal.


Paskal langsung mengendong tubuh istrinya ala bridal style turun dari jet pribadi.


Sejam kemudian mobil yang ditumpangi Paskal, Alexa dan anggota klan king tiba di apartemen yang selama ini ditinggali Alexa dan Sherina.


"Apa kamu tahu kata sandi apartemen istriku?" tanya Paskal kepada anggota klan king.


"Tidak, Kal. Tuan Greyson tidak menginformasikan kepadaku mengenai masalah itu."ujar anggota klan king.


"Sepertinya kita tidak bisa masuk ke dalam apartemen istriku. Lebih baik kita cari hotel dekat daerah ini. Aku tahu kau juga lelah berjam-jam di pesawat." ujar Paskal mengelus kepala istrinya.


15 menit kemudian mobil yang mereka tumpangi tiba di depan hotel Royal. Dari kejauhan Stevenson bisa melihat adik iparnya mengendong Alexa.


"Kenapa kalian menginap di hotel?" tanya Stevenson menghampiri Paskal.


"Tuan muda." seru Paskal.


"Kakak! panggil aku kakak." sahut Stevenson menatap saudari perempuannya.


"Apa kalian baru saja tiba?" tanya Stevenson menatap Paskal dan anggota klan king.


"Iya, Alexa sedang tidak enak badan, dan aku tidak tega membangunkannya. Jadi aku memutuskan menginap di hotel satu malam."terang Paskal.


"Naiklah ke lantai atas. Aku akan menyuruh resepsionis mengantar kalian ke kamar VIP di atas." seru Stevenson melangkah menghampiri resepsionis hotel.


"Baik, Pak." sahut resepsionis itu mempersilahkan Paskal mengikutinya. Resepsionis itu tidak bisa melihat wajah Alexa, karena Alexa menenggelamkan wajahnya ke dada bidang suaminya. Walaupun resepsionis itu sebenernya penasaran dengan wajah Alexa, kembaran sang bos.


Cklek


"Ini kamar VIP yang akan kalian tempati tuan muda, silahkan masuk." kata resepsionis itu berdiri di depan pintu.


"Terimakasih." ujar Paskal sebelum masuk ke dalam kamar.


Ia membaringkan tubuh lemas Alexa di atas tempat tidur. Wajah istrinya benar-benar terlihat pucat, namun Paskal tidak tega membangunkannya.


Tut


Tut


[Hallo]


"Tolong cari seorang dokter wanita memeriksa keadaan istriku." pinta Paskal kepada seseorang di seberang sana.


[Baik.]


Paskal langsung mematikan sambungan ponselnya setelah mendengar jawaban dari anggota klan king.


Paskal melangkah mengecek suhu tubuh istrinya, ia merasa suhu tubuh Alexa sedikit hangat.


Tak beberapa lama terdengar suara bel dari luar kamar. Paskal langsung beranjak dari duduknya.


Cklek


Seorang dokter wanita dan anggota klan king terlihat sudah berdiri di depan pintu kamar yang ditempati Paskal dan Alexa.


"Tuan, ini dokter yang akan memeriksa keadaan Nona muda." ujar anggota klan king.


"Terima kasih." ujar Paskal.


"Silahkan masuk dokter." sambung Paskal mengalihkan pandangannya menatap dokter itu.


Dokter itu memeriksa denyut nadi Alexa. Ia melihat wajah wanita itu memang agak sedikit pucat dan suhu tubuh Alexa juga sedikit hangat.


Dokter itu tiba-tiba tersenyum tipis setelah memeriksa denyut nadi Alexa.


"Sepertinya kalian akan mendapatkan anggota keluarga baru, Tuan."


Paskal menaikkan alisnya mendengar perkataan dokter itu.


"Maksudnya, Dokter?"


"Selamat, Tuan. Istri Anda sedang mengandung dua Minggu." jawab dokter itu tersenyum kecil.


"A-apa? istri saya hamil?" ulang Paskal memastikan pendengarannya.


...***Bersambung***...