IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Tiga Bersaudara



"Mengapa aku bisa sampai di tempat ini? apa aku tidur sambil berjalan lagi?" batinnya. "Atau ini hanya bunga tidur?" sambungnya sembari membaringkan tubuhnya diatas batu besar.


Seringkali Alexa mendapati dirinya berada di tempat asing yang lembab dan gelap ketika terbangun. Namun di pagi harinya, dia akan mendapati dirinya terlelap di atas tempat tidur di dalam kamarnya.


#


#


Syuuuut


Tak


Syuuuut syuuuut


Tak tak


Suara tembakan anak panah terdengar nyaring di pendengaran Alexa. Suara itu tentu saja membuatnya tidak bisa kembali ke dunia nyata seperti yang diinginkannya.


"Bagaimana aku bisa melewati bunga tidur ini, jika sedari tadi suara diluar sana terus mengusik pendengaran ku!" kesalnya. Ia bangkit dari pembaringannya, lalu melangkah keluar dari gua.


Mata Alexa melotot melihat kedua saudaranya sedang bertarung memperebutkan seekor kijang liar. Alexa mencubit tangannya untuk memastikan apa yang dia lihat ini nyata atau cuma bunga tidur.


"Wow.... Mereka bisa terbang." decak-nya kagum. Ia juga sangat kagum dengan cara memanah kedua saudaranya.


Ketika Steven ingin memanah kijang itu, Stevenson dengan cepat menghentikan tembakan arah panahnya.


Syuuuut


Tak


"Sial! Kau cukup cerdik adikku." kesal Steven. Ia berusaha mencoba memanah kijang itu lagi, dengan tatapan serius. Namun lagi-lagi tembakan anak panahnya di halangi tembakan anak panah adiknya.


"Aku ingin mencobanya, tapi bagaimana caranya?" gumam Alexa berpikir keras. Ia sedari tadi berdecak kagum melihat keahlian kedua saudaranya.


"Kau bisa melakukannya Alexa. Kau hanya perlu fokus dan berpikir tenang untuk mengeluarkan kemampuanmu." suara seseorang lagi-lagi terdengar nyaring di pendengarannya.


#


#


"Come on, Kakak. Apa kau mau menyerah untuk pertama kalinya?" tanya Stevenson. Ia menatap datar kearah kijang yang semakin menjauh memasuki hutan.


Steven menahan amarahnya mendengar ucapan remeh adiknya. Tiba-tiba aura di sekita mereka menjadi dingin dan mencekam.


"Yeay.... Aku menang." tandas Stevenson melihat kijang itu sudah tidak terlihat.


"Aish.... Kenapa kau mudah sekali membaca pikiranku!" sentak Steven. Ia cukup kesal mengetahui kecerdikan adiknya.


Karena terlalu fokus mengobrol tanpa mereka sadari es kristal menyerupai anak panah dengan cahaya biru mengarah ke arah mereka.


Syuuuut


Dug


Dengan lincah mereka menghindari dari serangan itu. Mereka menatap teliti pecahan es kristal yang menempel di batang pohon.


"Apa disini sedang ada musim salju?" tanya Stevenson sembari mengamati pecah es itu.


"Tidak.... Ini sihir...." batin Steven. Selain memiliki pendengaran yang tajam, Ia juga memiliki kemampuan mendeteksi sihir yang diberikan kaisar agung sewaktu dia masih balita.


"Apa kau yakin itu sihir?" tanya Stevenson berniat menyentuh es kristal itu.


"Jangan sentuh. Itu akan membuatmu membeku." seru Steven kepada adiknya.


Srek srek srek


Telinga tajam Steven mendengar suara langkah kaki mendekat kearahnya dan adiknya.


"Ayo ke atas pohon."


Dengan cepat mereka melompat ke dahan pohon, untuk memastikan siapa yang datang menghampiri mereka.


#


#


Sementara Alexa sedari tadi mencari-cari keberadaan saudaranya, setelah mencoba menggunakan kemampuannya menurut instruksi suara yang Ia dengar.


"Dimana mereka?" gumam Alexa sembari melangkahkan kakinya menelusuri hutan rimbun cruel ghost forest. Hanya keheningan malam yang menemani langkah Alexa menemukan keberadaan saudaranya.


"Alexa...." batin Stevenson


Stevenson langsung turun dari atas pohon, ketika melihat Alexa ikut masuk ke dalam hutan.


"Apa dia bisa menggunakan sihir?" batin Steven. Ia menatap adiknya turun dari atas pohon dan menghampiri Alexa.


...***Bersambung***...