IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Pertengkaran Livia dan Steven



"Apa kau serius dengan ucapan mu? dimana putraku sekarang!!" teriak Steven menatap tajam sekaligus marah kearah Livia.


Alih-alih menjawab pertanyaan Steven, Livia malah menyentuh pipinya bekas tamparan Steven, air mata mulai mengalir dari kedua sudut matanya.


Sementara Steven tertegun dengan tindakan spontan nya. Ia melihat pipi istrinya berubah menjadi merah keunguan. Bibir sebelah kiri Livia juga terlihat mengeluarkan darah.


"Sayang, aku---"


"Stop!! kau brengsek!! kau bajingan!!" maki Livia menatap Steven tajam. Livia menahan perih bercampur ngilu di sudut bibirnya. Bukan hanya itu rasa panas bercampur sakit juga dapat Ia rasakan dari pipinya. Tamparan keras Steven benar-benar membekas di pipi dan ingatanya.


"Aku akan menceraikan mu!! aku tidak mau memiliki suami ringan tangan seperti mu!! "teriak Livia menatap Steven penuh kebencian.


"Sayang, ma-maafkan aku! aku tidak sengaja melakukannya! aku hilang kendali dan tidak bisa mengontrol amarahku." ujar Steven mendekap tubuh gemetaran istrinya.


"LEPASKAN BRENGSEK!!" teriak Livia mendorong kuat tubuh Steven.


"Maafkan aku Livia." ucap Steven mengecup kepala Livia.


"Kau bajingan Steven! kau adalah pria brengsek yang pernah ku kenal!" ujar Livia memukul-mukul punggung Steven.


"Marahlah kepadaku! lampiaskan semua rasa sakit yang selama ini kamu rasakan!" ujar Steven lagi mengelus lembut rambut hitam panjang istrinya.


Steven bisa merasakan pakaiannya sudah mulai basah karena dibanjiri air mata istrinya.


Steven lalu melanjutkan perkataannya. "Aku melakukan semua itu tidak lepas dari alasan karena aku mencintaimu."


"A-ku marah saat kau lebih memilih pria itu dibandingkan aku! saat itu aku berniat mengajak mu pergi ke Inggris bersamaku. Namun pemandangan mesra antara kau dan pria itu di trotoar waktu itu membuatku mengurungkan niatku membawamu ke Inggris."


"Maafkan aku tidak mencari tahu kebenarannya. Maafkan juga aku karena terlambat mengetahui semuanya. Terlepas dari kesalahan ku di masa lalu, kali ini aku datang dengan Steven yang baru. Pria yang sudah sah menjadi suamimu! pria yang akan selalu ada untukmu!"


Pria itu mengatakan semua isi hatinya saat ingatan Livia Albina sudah kembali. Ia takut melakukan kesalahan yang sama seperti lima tahun yang lalu.


"Aku akan menjagamu dan membahagiakanmu seumur hidupku, aku juga akan mencintaimu dan memanjakan mu seumur hidupku."


"Tu eres el unico dueño de este corazon." [kamu satu-satunya pemilik hati ini]


"Aku membencimu! sangat membencimu!! pria brengsek!!" ujar Livia penuh penekanan dengan suara bergetar sekaligus serak akibat berteriak dan menangis tadi.


"Tidak apa-apa kau membenciku sayang, yang penting jangan pernah ada niat ataupun pikiran untuk meninggalkan ku!" ucap Steven memeluk tubuh istrinya


"Lalu dimana putra kita? Hem?" tanya Steven mengelus lembut punggung istrinya.


Livia terdiam lama mendengar pertanyaan Steven.


"Apa kau benar-benar menjual darah daging mu sendiri?" tanya Steven melongarkan pelukannya.


Livia lagi-lagi diam tak bergeming karena sibuk dengan pikirannya.


Steven lalu merogoh kantong celananya dan mengeluarkan ponselnya. Ia mengetik sesuatu di layar ponselnya.


[Cari tahu apa yang terjadi lima tahun yang lalu! sekaligus cari dimana keberadaan putraku!]


Steven lalu memasukkan ponselnya ke kantong celananya.


...***Bersambung***...