IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Pertemuan



Drettt drettt drettt


"Hallo kak." panggil Stevenson dari seberang sana


[Stevenson kau ada dimana? Aku sudah ada di parkiran perusahaan.] tanya Steven


"Sebentar aku akan turun langsung kebawa." jawab Stevenson bergegas mengambil jas kerjanya. Pria itu lalu melangkah keluar dari ruangannya.


#


#


Di perjalanan


"Aku bertemu dengan seorang wanita yang cukup mengemaskan." ujar Steven tersenyum kecil mengingat-ingat tingkah mengemaskan Sherina.


"Siapa?" tanya Stevenson menatap wajah kakaknya.


"Dia sangat lucu, mata biru dan rambut berponinya membuatnya terlihat lebih mengemaskan. Gadis yang ceria dan sedikit usil. Dia sedikit pemaksa dan mempunyai banyak trik untuk mencapai tujuannya." ujar Steven mengingat-ingat apa yang terjadi kemaren pagi.


"Aku rasa kau sudah jatuh cinta dengan gadis itu, Kak." ujar Stevenson menatap wajah cerah kakaknya.


"Kakak menyukainya?" sambung Stevenson bertanya sambil menatap serius ke arah Steven.


"Hahaha apa kau bercanda? mana mungkin aku bisa menyukainya dalam waktu yang sangat singkat" elak Steven menatap keluar jendela mobil.


"Tapi aku melihat kakak tersenyum ceria saat bercerita tentang gadis itu." ujar Stevenson menatap wajah bahagia kakaknya.


"Hahaha.... Tidak aku hanya merasa kalau dia itu sangat mengemaskan." ujar Steven sembari tertawa mendengar perkataan adiknya.


"Aku akan menyetujui kakak berkencan dengan gadis itu. Asalkan gadis itu berasal dari keluarga yang baik-baik." ujar Stevenson menatap lurus ke depan tanpa eskpresi.


Steven menghiraukan ucapan adiknya, pria itu tidak akan lupa dengan masa lalunya.


#


#


Di rumah sakit UCSF Medical Center


Seorang pria muda melangkah keluar dari ruangan direktur utama sembari mengenakan jas putih lengan panjang yang sedari tadi bertengger di lengannya. Baru saja pria itu keluar dari ruangan ayahnya yang berprofesi sebagai ilmuwan sekaligus petinggi penting di rumah sakit Medical Center.


"Hari pertama bekerja." monolognya dalam hati


"Selamat pagi dokter Haykal." sapa seorang suster yang bekerja sebagai asisten sementara Haykal.


"Pagi." sapa Haykal ramah saat melangkah masuk ke dalam ruangannya.


CKLEK


Seorang dokter muda tiba-tiba membuka pintu ruangannya tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu.


"Hai dude? selamat pagi. Kapan kau tiba disini?" tanya seorang dokter pria memeluk Haykal.


"Dua hari yang lalu, Bro." ujar Haykal memeluk sahabatnya Andrew yang memiliki profesi sama dengannya.


"Bagaimana dengan keadaan Albina?" tanya Andrew kepada Haykal


"Keadaannya masih sama. Sepertinya hanya pria itu yang bisa menyembuhkan Albina" ujar Haykal sedih mengingat-ingat kejadian 5 tahun yang lalu.


"Sabar Bro. Gue yakin Albina secepatnya akan sembuh." ujar Andrew menepuk-nepuk bahu Haykal memberikannya semangat.


"Thanks, Bro." ujar Haykal


Andrew melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya


"Gue cabut dulu, sebentar lagi gue harus memeriksa pasien." ujar Andrew


Haykal mengangguk kepalanya mendengar ucapan sahabatnya. Andrew kemudian berlalu dari ruangan Haykal.


Andrew merupakan sahabat baik Haykal saat masih kuliah di University of California, San Francisco. Sementara Albina merupakan kekasih Haykal semasa kuliah di satu kampus yang sama.


Haykal menekan intercom yang terletak di atas meja kerjanya. Tak beberapa lama seorang suster masuk ke dalam ruangannya.


"Apa saja jadwal saya hari ini?" tanya Haykal sembari menatap layar komputernya.


Dengan cekatan suster sekaligus asistennya membacakan beberapa jadwal pemeriksaan pasien yang akan menjadi tugas pertama Haykal sebagai dokter spesialis bedah.


"Beberapa hari yang lalu Prof Albert baru selesai mengoperasikan seorang pasien penyakit tumor." ujar suster itu sembari menyerahkan catatan medis pasien yang akan di tangani Haykal.


"Baiklah. Mari kita kesana." ujar Haykal melangkah mendahului asistennya.


...***Bersambung***...