IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Kesedihan Stevi



Stevenson maupun Alexa tidak ada yang mau menjawab pertanyaan mommy-nya.


Greyson menghelai nafas melihat kedua anaknya tidak mau menjawab pertanyaan istrinya


"Baiklah...." seru Greyson memotong pertanyaan istrinya.


"Jika kalian tidak menjawab pertanyaan mommy, bagi daddy itu tidak masalah. Sekarang bersihkan diri kalian dan temui Mommy dan Daddy di ruang makan." sambung Greyson sembari mengelus kepala putrinya. Greyson sudah tahu apa yang di lakukan putra-putrinya di dalam hutan. Ia lalu menatap intens wajah datar dan dingin putra keduanya.


"Apa kau tidak ingin memeluk Daddy?" tanya Greyson menatap hangat wajah dingin putranya.


"Bolehkah?" tanya Stevenson. Wajah datar dan dinginnya tidak berubah sama sekali.


"Tentu." cetus Greyson merentangkan kedua tangannya menyambut dekapan putra keduanya.


Stevenson langsung melangkah mendekap tubuh kurus daddy-nya.


"Kau ternyata sudah besar. Daddy merasa ekspresi wajahmu tidak jauh berbeda dengan ekspresi saudaramu." cetus Greyson sembari mengelus kepala putranya.


"Kami saudara, Dad." cetus Stevenson. Ia kemudian melepaskan dekapan daddy-nya.


"Tentu saja, Daddy tahu kalian saudara. Tapi ingat, ekspresi datar dan dingin seperti ini akan membuatmu dijauhi banyak wanita." gurau Greyson menatap wajah malas putranya.


"Itu yang aku harapkan, Dad." ujar Stevenson menatap wajah hangat Daddy-nya.


"Dia sudah ada yang punya, Dad." celetuk Alexa menatap jahil kearah saudaranya.


Sementara Stevi menatap malas mendengar ucapan suaminya "Like father like son" batinnya.


"Ayo kalian membersihkan diri terlebih dahulu sebelum melangkah ke meja makan." ujar Stevi memotong ucapan putrinya. Ia tahu obrolan itu tidak akan selesai dengan cepat, jika putrinya sudah angkat bicara.


#


#


Stevi sedari tadi terus-menerus menatap kursi kosong di depannya. Ia sangat antusias menunggu kedatangan putra pertamanya. Namun lagi-lagi Ia harus menelan kekecewaan, saat tidak melihat kedatangan putranya.


Sementara Greyson menatap sedih melihat ekspresi sedih istrinya.


"Makanlah dengan lahap, Daddy mau ke atas dulu melihat saudara kalian." ujarnya sembari mencium pucuk kepala putra-putrinya secara bergantian.


"Sayang, aku ke atas dulu. "ujarnya. Ia meninggalkan satu kecupan di dahi Istrinya.


Greyson melangkah meninggalkan ruang makan menuju lift. Dia ingin berbicara empat mata dengan putranya secara langsung.


Sementara di ruang makan, Stevi dengan telaten menyuapi putra-putrinya. Dia sudah memutuskan untuk menghabiskan waktunya menjadi ibu rumah tangga dan memberikan kasih sayang penuh untuk putra-putrinya. Selagi dia masih muda, kuat dan mulai hari ini, Ia akan menikmati profesi barunya.


Lagian pekerjaan sebagai ibu rumah tangga dengan anak seusia mereka tidak akan sulit, bila dilakukan dengan penuh suka cita. Apa lagi ada banyak pelayan yang bisa membantunya. Anaknya juga bukan tipikal anak yang liar atau nakal.


"Sayang setelah makan kalian bisa kembali ke kamar. Mommy akan membuatkan susu untuk kalian terlebih dahulu." seru Stevi merapikan piring kotor yang baru saja mereka gunakan.


"Siap nyonya Lorens!" ucap Alexa sembari mengedipkan sebelah matanya. Ia kemudian berlalu dari ruang makan diikuti Stevenson melangkah dari belakang.


Stevi menggelengkan kepalanya melihat tingkah mengemaskan putrinya. Stevi sangat bersyukur diusianya yang masih terbilang muda itu, dia sudah memiliki 3 anak yang akan menemani hari-harinya.


#


#


Di kamar Steven


Greyson menatap lama punggung tegap putranya, yang sedari tadi hanya termenung di teras balkon.


"Dari mana? Sedari tadi Daddy mencari-cari keberadaan mu di kamar tidak ada." ujar Greyson berdiri di dekat pintu.


...***Bersambung***...