
Tangan Alexa terkepal mendengar penuturan Paskal. Entah mengapa darahnya tiba-tiba mendidih mendengar kalimat yang terucap dari bibir Paskal.
"Cih! pria berengsek! pria sialan!" maki Alexa menahan emosinya.
Paskal menghiraukan makian Alexa. Ia langsung berdiri dari duduknya dan melangkah menuju kasur. Ia ingin melupakan kejadian hari ini. Karena menurutnya lebih baik berbaring di tempat tidur dan terbangun besok pagi melupakan semua yang sudah terjadi.
"Laki-laki payah!" maki Alexa lagi berusaha menyadarkan Paskal. Namun pemuda itu tetap kekeuh menghiraukan makian Alexa.
"Baiklah jika itu keinginan mu. Mau tidak mau kau juga akan tetap menikahi ku." gumam Alexa pelan tersenyum menyeringai. Tidak ada yang bisa menghentikan kegilaan Alexandria.
"Apa kau pikir aku tidak tahu, kalau kau sedari tadi bersembunyi di balik pintu?"
Chris tertegun mendengar perkataan Alexa. Ia kira Alexa tidak akan menyadari keberadaannya.
"No-nona muda...." gumam Chris mengaruk kepalanya tidak gatal.
"Keluarlah dari kamar Paskal. Dan kau harus membantuku." bisik Alexa melirik sekilas ke arah Paskal.
Dahi Chris tiba-tiba berkerut mendengar bisikan Alexa. tidak biasanya gadis jahil itu meminta bantuan kepadanya.
"Besok pagi kau suruh Uncle R dan Daddy ku datang kemari. Aku tidak mau tahu! rencanaku harus berhasil!" ucap Alexa penuh peringatan.
"Hanya kau dan aku yang tahu! jangan coba-coba membuat rencanaku gagal!" sambung Alexa.
Chris belum tahu sebenarnya apa yang sedang direncanakan oleh Alexa. "Apa hubungannya dan keuntungannya menyuruh Uncle R dan Tuan Greyson datang kemari?" gumam Chris dalam hari.
Chris menatap ekspresi Alexa penuh teliti. Ia melihat Alexa tersenyum menyeringai. "Apa jangan-jangan.... nona muda mau melakukan tindakan asusila kepada Paskal? dan-dan...."
"Nona muda.... apa anda berencana menjebak Paskal?" tanya Chris takut-takut.
Alexa menatap Chris dengan intens. "Ini bukan sebuah jebakan. Tapi ini adalah sebuah siasat agar pria itu tidak pergi dari mansion klan king." celetuk Alexa tersenyum sinis.
"Ta-tapi--"
"Tidak ada tapi-tapian!" potong Alexa dengan cepat. Ia tidak mau Chris semakin banyak bertanya tentang rencananya.
"Besok pagi! ingat! besok pagi!" timpal Alexa penuh penekanan. Alexa lalu mendorong tubuh Chris keluar dari kamar Paskal.
Brak
Alexa langsung menutup pintu kamar Paskal dengan sedikit kuat. "Cih mengapa aku harus bermimpi buruk segala kemaren!" ucap Alexa sedikit kesal. Ia melangkah mendekati tempat tidur Paskal.
Paskal benar-benar sudah tepat dan tidak sadarkan diri. "Apa kau gila menyuruhku menjauh darimu? kau tahu ucapan mu itu membuat harga diriku jatuh." sambung Alexa mengerutu.
"Kau tidak akan bisa lepas dari genggamanku. Apa lagi first kiss ku sudah kuserahkan padamu." timpal Alexa menyentuh bibirnya.
"Kenapa sifatnya masih seperti bocah! aku benar-benar tidak menyukainya." gerutu Alexa.
Namun tiba-tiba senyum licik terbit di wajah cantiknya. Alexa membuka pakaian jas dan kemeja yang di kenakan Paskal. Ia tidak merasa malu sama sekali. Karena di luar negeri pemandangan seperti itu sudah tidak tabu lagi untuknya. Apa lagi kalau sudah memasuki musim panas. Pemandangan putri duyung dan pangeran duyung akan bertebaran dipinggir pantai.
...***Bersambung***...