IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Sharven Gionino Douglas



"Wow nyata." lirihnya menatap sendu wajah tampan dan berkharisma Stevenson.


"Dad!!!!" teriaknya melompat dari atas pohon.


Stevenson terkejut melihat tindakan berani putranya, dengan sigap pria itu menangkap tubuh tinggi putranya.


"Apa kau tidak takut terluka dan jatuh ke bawah kalau Daddy tidak langsung menangkap tubuh mu!" kesal Stevenson tanpa sadar.


Sementara anak kecil berjenis kelamin laki-laki itu tersenyum manis mendengar perkataan khawatir sekaligus cemas yang keluar dari mulut Daddy-nya.


"Hey boy...." lirihnya Stevenson langsung mendekap tubuh tinggi putranya.


"Ternyata kau benar-benar pulang Dad." sahut anak kecil itu melingkarkan tangannya di leher Stevenson.


"Daddy pikir kau akan menolak kedatangan Daddy." ujar Stevenson menyahut seruan putranya.


"Kakek dan Nenek selalu menunjukkan foto-foto kalian. Mereka juga berkata jika kalian sedang bekerja dan akan kembali jika pekerjaan kalian sudah selesai." ujarnya tersenyum manis.


"Benarkah?" tanya Stevenson. Pria itu cukup terkejut mendengar ucapan putranya.


"Masuklah. Apa kalian akan menghabiskan waktu kalian berada di luar?" ujar Meyer tiba-tiba keluar dari mansion. Pria itu cukup senang melihat kebahagiaan cucu pertamanya. Karena selama ini putra pertama Sherina dan Stevenson itu selalu bertingkat nakal dan jahil kepada para pelayan di mansion.


Stevenson lalu melangkah masuk ke dalam mansion sembari mengendong putranya.


"Biasanya kalau kakek mau gendong, kamu bilang Gion sudah besar kek. Tidak usah digendong lagi." celetuk Meyer menyindir cucunya. Biasanya cucunya tidak mau manja ataupun digendong seperti itu.


"Gion kan takut kakek capek mengendong tubuh berat Gion."ujar Gion memelas.


Sementara Stevenson tersenyum kecil melihat ekspresi putranya. Ekspresi itu sangat mirip dengan ekspresi istrinya semasa mereka kecil. Lalu mengapa isterinya mengatakan sifat putranya sangat mirip dengan sifatnya. Kalau mengenai wajah dan ketampanan putranya, Stevenson setuju dengan penilaian istrinya. Namun jika dilihat dari sifat jahil dan memelas seperti ini. Menurutnya sifat putranya lebih mirip Istrinya.


Sementara Sherina sedang duduk di kursi meja makan sembari menunggu kedatangan Papa, suami dan putranya. Hari sudah mulai gelap. Mamanya meminta mereka berkumpul di meja makan sembari menunggu makan malam matang. Terdapat beberapa macam kue kering kesukaan putranya di atas meja. Dan yang paling menarik perhatian Sherina adalah pie daging sapi kesukaannya.


"Tentu saja. Gion sangatlah mirip dengan mu sayang." ujar Dena tersenyum manis menyajikan segelas jus segar di depan putrinya. Tidak lupa Ia juga menyiapkan jus untuk yang lain.


Tak beberapa lama Meyer, Stevenson dan Gion muncul di ruangan makan.


"Apa pie daging sapi kesukaan Gio sudah matang Oma?" tanya Gion antusias.


"Tentu saja sayang. Apa kau juga akan mengerjai Oma seperti pelayan yang lain, jika Oma tidak menyediakan makanan kesukaan cucu Oma ini?" tanya Dena memincingkan matanya.


"Tentu Gion tidak akan berani melakukannya Oma. Gion hanya kesal saja kalau mereka tidak mau membuatkan pie daging sapi kesukaan Gion." dengusnya kesal mengingat pelayan mansion Opa nya.


"Karena mereka tidak bisa membuatkan pie daging sapi sesuai selera Gion." balas Dena menatap wajah kesal cucunya.


"Lain kali Gion tidak akan mengulanginya Oma." sahutnya menatap ke arah Sherina.


Sherina tersenyum manis melihat wajah mengemaskan putranya. Ia sedari tadi memperhatikan interaksi antara putranya dan ibunya.


"Mom...." lirih Gion pelan menatap Sherina.


Stevenson langsung melangkah mendekati Istrinya mendengar ucapan pelan putranya.


Sherina dengan sigap merentangkan tangannya menyambut uluran kedua tangan putranya. Ia memeluk putranya penuh kerinduan.


"Mommy sangat merindukan mu sayang...." lirih Sherin mendekap tubuh putranya. Berulangkali Sherin mengecup pucuk kepala putranya. Stevenson juga memeluk putra dan istrinya. Pria itu bahagia bisa berkumpul dengan keluarga kecilnya. Hari ini merupakan hari yang paling pria itu nanti-nantikan beberapa tahun lalu sebelum mereka berpisah.


Sementara Dena dan Meyer tersenyum bahagia melihat pertemuan cucunya dan kedua orangtuanya.


.......***Bersambung***......


...Kasih Spil saran yang membangun di bawah bagaimana pendapat kalian tentang Karya ITS YOUR BABY ❤️ Jangan diam- diam aja kayak kanebo kering ✌️✌️🤭 Janji bsok 5 Bab kalau banyak yang merespon ...