IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Hidup Baru Alexa dan Paskal



Theresia langsung menghubungi putranya dengan video call.


Tut


Tut


Tut


[Hallo, Ma?]


"Nak, apa kelas kamu sudah usai? istri kamu sedari tadi merengek terus. Ia minta kamu segera pulang. Sepertinya cucu Mama lagi pengen dekat-dekat Papa nya." kata Theresia melirik sekilas kearah menantunya.


[Kelas Paskal sudah usai, Ma. Paskal sedang berada di perpustakaan kampus kerja kelompok. Tapi Paskal akan segera pulang.]


Alexa semakin cemberut mendengar jawaban suaminya.


"Sepertinya istrimu benar-benar ngambek." ujar Theresia menahan senyumnya.


[Bolehkah Mama mengarahkan layar ponsel ke arah Alexa? aku ingin melihatnya.] seru Paskal dari seberang sana.


Teman-teman Paskal terlihat menguping pembicaraan mereka. Ia cukup penasaran dengan siapa Paskal berbicara. Karena mereka belum tahu, kalau Paskal sudah menikah. Kecuali seorang wanita yang ikut bergabung di tim mereka.


Paskal terlihat langsung berdiri dari kursinya dan melangkah keluar dari perpustakaan. Ia tidak mungkin mengobrol di dalam perpustakaan.


Paskal bisa melihat wajah cemberut istrinya.


[Sayang.... hey.... kenapa wajah kamu seperti itu. Mana cantiknya? aku mau lihat dong.] goda Paskal tersenyum lebar menatap wajah mengemaskan istrinya.


"Aku mau kamu pulang! sekarang juga!" ketus Alexa masih dengan wajah cemberut.


[Berikan aku waktu 10 menit hingga sampai di rumah. Aku mau berpamitan kepadamu teman-teman yang lain terlebih dahulu.] ujar Paskal langsung mengalah. Ia tidak tega melihat wajah cemberut Alexa, karena Paskal langsung tahu, kalau itu semua atas keinginan bayi mereka.


"Aku hitung sampai 600. Kalau kamu tidak sampai di rumah dalam hitungan ke 600. Aku enggak mau tidur di kamar yang sama dengan kamu." ancam Alexa langsung mematikan sambungan video call dari hp mertuanya.


Alexa langsung meletakkan hp mertuanya di atas meja.


"Ya.... tapi sepertinya dia sedang kerja kelompok dengan wanita lain. Aku tidak menyukai itu, Ma." ujar Alexa.


"Wajar Istri cemburu melihat suaminya dekat dengan wanita lain. Tapi jangan terlalu over thinking, karena itu akan mempengaruhi kesehatan kamu dan bayi kamu. Saling percaya adalah kunci langgengnya suatu hubungan." nasehat Theresia mengelus kepala menantunya.


Setengah jam kemudian Paskal tiba di apartemen dengan napas ngos-ngosan. Wajah pria itu terlihat semakin tampan dan seksi ketika air keringat membasahi wajahnya. Tentu saja Alexa tergoda melihat wajah semuanya. Namun ia berusaha menahan perasaannya.


"Kamu telat 20 menit. Kamu tidak boleh tidur di kamar kita selama seminggu." ujar Alexa langsung masuk ke dalam kamar yang selama ini di tempatinya dan Paskal.


Paskal menatap kearah Theresia dengan wajah penuh tanda tanya.


"Sepertinya istrimu sedang ngidam. Dari tadi Alexa merengek minta perutnya di elus sama kamu." kata Theresia menatap hangat kearah putranya.


"Lebih baik kamu mandi dulu, kemudian temui istrimu dan minta maaf kepadanya."sambung Theresia cukup kasihan melihat wajah lelah putranya.


"Apa kalian sudah makan, Ma?" tanya Paskal meletakkan jajanan kesukaan Alexa di atas meja. Paskal lama pulang karena ia berhenti dulu membeli jajanan street food kesukaan sang istri.


"Belum, Mama mau buat makan malam dulu."sahut Theresia melangkah menuju dapur. Hari sudah semakin malam, sudah waktunya menyiapkan makan malam.


Paskal mengiyakan perkataan Mamanya. Pria itu langsung melangkah menuju kamar menemui istrinya.


Kamar yang selama ini mereka tinggali terlihat terkunci. Paskal tidak bisa membuka pintu itu setelah berulang kali berusaha membukanya.


"Sayang.... buka dong pintunya. Apa kamu tidak kasihan lihat aku belajar di kampus seharian."


"Aku lama pulang karena membeli makanan kesukaan kamu."


"Jangan ngambek gitu dong. Aku juga lagi capek belajar seharian karena pengen cepat-cepat pulang dan ketemu sama kamu."


"Ayo buka dong pintunya. Jangan ngambek terus." kata Paskal berusaha membujuk Alexa agar membuka pintu kamar.


Cklek


...***Bersambung***...