IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Kedatangan Albara



Sementara di mansion Tuan dan Nyonya Douglas, Stevi dan Greyson sedang sarapan pagi bersama kedua orangtuanya.


"Tumben Grace belum ada di meja makan?" tanya ibu Greyson.


"Grace sedang ke bandara menjemput seseorang Mom." jawab Stevi atas pertanyaan ibu mertuanya.


"Apa gadis bawel itu sudah memiliki kekasih? apa kalian juga ikut merasakan perubahan anak bungsu kalian itu?" tanya ibu Greyson yang cukup kepo dengan perubahan cucu bungsu dari anak pertamanya.


Stevi tersenyum kecil menanggapi rasa ingin tahu ibu mertuanya. Sementara sang suami terdiam lama mendengar perkataan ibunya. Ia juga ikut penasaran dengan perubahan putrinya sejak duduk dibangku SMA. Putrinya bungsunya juga pintar seperti kakak-kakaknya.


Tak beberapa lama terdengar suara langkah kaki seseorang menuruni tangga. Seorang pemuda melangkah cepat ke arah meja makan. Ia lalu mendudukkan bokongnya di samping Oma nya.


"Apa kau sibuk hari ini?" tanya King Douglas menatap wajah berseri-seri cucunya.


"Ya! tentu saja Opa!" ujar pemuda itu sembari melahap makanan lezat yang tadi dimasak Stevi dan ibu mertuanya.


"Apa kau mau berkencan?" tanya Rachel memiringkan kursinya menatap wajah berseri-seri cucunya.


"Astaga...."


"Apa aku terlihat seperti orang yang ingin berkencan?" tanya pemuda itu memutar bola matanya malas mendengar pertanyaan Oma nya.


"Oma hanya penasaran saja, apa lagi usiamu sudah cukup matang untuk menikah!" dengus Rachel menanggapi ucapan cucunya.


"Steven juga belum menikah! jadi Jordan masih memiliki banyak waktu untuk bersenang-senang." jawab Jordan menyudahi sarapannya.


"Apa kau tidak mau pulang menemui adik-adik dan kedua orang tuamu?" tanya Greyson tiba-tiba menatap dalam wajah keponakannya.


"Uncle come on!! Jordan sudah dewasa dan tidak harus berlarut-larut berdiri di bawah kaki kedua orang tua Jordan!" dengus Jordan berdiri dari duduknya. Pria itu paling malas kalau disinggung mengenai keluarganya.


"Ya aku marah karena mereka melarang ku mencintai sepupu dari sepupuku!" kesal Jordan dalam hati.


"Come on Uncle! meskipun darah keturunan Kim mengalir kental di tubuhku, tapi darah kental Douglas tidak bisa dilampaui darah Kim."


"Uncle juga pernah mudah dan melakukan hal yang sama!" tegas Jordan sebelum pergi meninggalkan keterpakuan keluarga ibunya.


Sementara Greyson dan tuan King menyeringai kecil mendengar kalimat yang diucapkan Jordan. Perkataan pemuda itu tentu saja mengingatkan mereka dengan masa lalu mereka.


"Semakin dilarang cara licik pun akan ditempuh!" gumam mereka dalam hati masing-masing.


Sementara Stevi dan ibu mertuanya tertegun mendengar ucapan Jordan. Mereka sedikit cemas kalau Jordan sampai melakukan tindakan diluar batas.


Tak beberapa lama suara cempreng seorang gadis muda membuyarkan mereka dari pikirannya masing-masing.


Grace masuk ke dalam rumah sembari mengandeng tangan kekasihnya.


"Mom! Dad! Oma! Opa! cucu kesayangan kali pulang! Yuhuiii!!" teriak Grace membuat telinga Albara berdenging.


Pemuda itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar tingkah kekanak-kanakan kekasihnya. Ia sudah mulai terbiasa dengan tingkah kekanak kanakan Grace.


Hanya Oma Grace yang terkejut melihat kedatangan Grace dan seorang pemuda. Sementara Stevi sudah tahu mengenai kedatangan pria itu karena tanpa sengaja menguping pembicaraan putrinya dari luar kamar Grace.


Greyson dan tuan Douglas mengeluarkan aura yang menyeramkan saat melihat Grace mengandeng tangan Albara dengan mesra.


"Pemuda misterius!" batin mereka menatap tajam dari ujung kepala hingga ujung kaki Albara. Lalu mengalihkan pandangan mereka kearah Grace.


...***Bersambung***...