IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Alexa 1



Gadis itu kemudian mematikan laptopnya dan memasukkannya kedalam tas ranselnya. Alexa tersenyum lega memandang keluar jendela pesawat.


Tak beberapa lama pesawat yang ditumpanginya take off menuju negara tujuannya. Gadis itu mendesah lega


"Hah.... akhirnya...."


Dad, Mom, dan saudara-saudaraku maafkan Alexa sudah berbohong kepada kalian. Alexa hanya ingin hidup mandiri tanpa bantuan kalian.


Alexa tersenyum cerah memandang keluar jendela saat pesawat mulai lepas landas. Sebenarnya gadis itu sudah memesan dua tiket untuk perjalanannya. Setibanya di Brazil, Alexa menggunakan tiket yang satunya lagi berangkat menuju California.


#


Kepada para penumpang yang terhormat selama datang di maskapai penerbangan TAM nomor penerbangan JJ3720 dari Brasilia menuju bandara internasional San Fransisco Amerika sebentar lagi akan lepas landas. Pramugari akan melakukan pemeriksaan keamanan untuk kenyamanan penumpang selama penerbangan.


Tak beberapa lama pesawat sudah berada di atas awan. Gadis itu tersenyum bahagia melihat gumpalan awan di luar jendela pesawat.


Beberapa jam setelah mengudara, pesawat yang di tumpangi Alexa mendarat di bandara San Fransisco California Amerika.


Lima menit lagi kita akan mendarat di bandara internasional San Fransisco Amerika. Tetap duduk di tempat Anda sampai pesawat benar-benar berhenti.


"California aku datang!" batinnya


#


#


Di Bandar San Fransisco California Amerika


Alexa keluar dari pesawat menuju pintu keluar sambil menyeret kopernya. Alexa kembali mengaktifkan ponselnya dengan nomor yang berbeda.


Dreett drettt


“Aku sudah landing di bandara San Fransisco. Kau ada dimana sekarang?” tanya Alexa.


“Ban mobil yang gue kendarai ada kempes Belle. Lo pulang dengan taksi saja.” kata seorang pria dari seberang sana.


“Apa kau sedang becanda? kau membuang-buang waktuku!” kesal Alexa. Gadis itu kemudian mematikan panggilannya.


✉️ Tenanglah Belle, aku sudah menyuruh seseorang menjemputmu. Aku tidak akan melaporkan kemana kau pergi kepada saudaramu.


Gadis itu mengamati sekeliling bandara, orang-orang terlihat berlalu-lalang keluar-masuk bandara. Gadis itu menunggu jemputan yang di maksud rekan kerjanya.


✉️ Aku sudah sampai di San Fransisco. Apa kau ada di Apertemen?


Gadis itu mengirim sebuah pesan kepada sahabatnya.


#


Tiba-tiba seorang pria paru baya pingsan tepat di sampingnya. Dengan cepat Alexa berjongkok di samping pria paruh baya itu untuk menolongnya.


“Tuan.... Tuan....” panggil Alexa dengan panik membangunkan pria itu.


Orang-orang yang sedang berlalu lalang dengan cepat melangkah kearah Alexa dan pria paruh baya itu.


“Ada apa ini? Kenapa tuan ini bisa pingsan?” ujar kerumunan orang-orang berbisik-bisik tanpa ada niat membantu Alexa menolong pria paruh baya itu.


“Bukankah tuan ini baik-baik saja saat keluar dari pesawat?” sambung orang-orang yang sedang berkerumun mengelilingi mereka.


Tak beberapa lama seorang petugas bandara datang membantu Alexa menolong pria paruh baya itu. Namun perkataan seorang pria menghentikan gerakan petugas itu.


“Permisi.... Tunggu.... Jangan diangkat.” Kata pria itu menghentikan gerakan Alexa


Alexa menatap lama wajah tampan pria yang menghentikan gerakannya. Pandangan mereka saling bertemu beberapa detik hingga perkataan pria itu membuyarkan tatapan mereka.


“Tolong panggilkan ambulan.” Kata pria itu sembari memeriksa keadaan pria paruh baya yang sudah terlentang di hadapan mereka.


“Ba—baik.” Ucap Alexa terbata-bata.


Alexa lalu mengeluarkan ponselnya dari saku jaketnya, lalu Ia menghubungi nomor darurat rumah sakit.


“Dengan unit gawat darurat? Ada seorang pria paruh baya kisaran usia 60 tahunan tiba -tiba pingsan di dekat pintu keluar kedatangan internasional bandara San Fransisco. Beliau tidak memiliki anggota keluarga yang bisa membawanya ke rumah sakit. Untuk kondisinya....”


...***Bersambung***...