
Malam harinya
Setelah selesai makan malam, seluruh keluarga besar Stevi dan Thomson berkumpul di ruang tamu. Steven tidak ikut serta bersama mereka, karena beberapa saat lalu putra pertama Greyson itu sudah kenyang dengan asupan ASI dari Stevi. Jadi mereka menidurkan Steven di dalam boks bayi di kamar tamu.
Di kamar tamu
Steven tidur dengan nyenyak tanpa terganggu dengan kedatangan Kurama sedikit pun "Hey tuan kecil" seru Kurama memandang wajah lelap Steven
Steven tetap menutup matanya menghiraukan Kurama "Aish... Apa kalian sama sekali tidak menyukaiku?" tanyanya memandang sedih ke arah Steven. Dia juga merasa sedih hidup di dimensi lain dengan orang-orang yang tidak mau menerimanya dengan baik. Perlahan Kurama melangkah ke arah jendela, dibawah sinar rembulan itu Kurama terlihat duduk menyendiri melihat situasi diluar sana.
#
#
Sssssss
"Apa kau tahu Greyson sedang melakukan penelitian?" Tanya Singa putih sembari melangkah ke arah Kurama
"Ya aku sudah tahu. penelitian itu akan membawanya bertemu dengan masa depan putranya" ujar Kurama menatap rembulan malam
"Ya dari situ dia akan melihat dengan jelas " ujar singa putih sembari memperhatikan langit malam yang diterangi sang rembulan dan sang bintang.
"Siapa kau sebenarnya?" tanya Kurama menatap singa putih dengan serius
"Aku adalah....
#
#
Cklekk(pintu terbuka)
Mereka langsung menghilang ketika mendengar pintu kamar itu di buka dari luar, mereka tidak mau mengganggu keluarga kecil itu.
Stevi dan Greyson melangkah memasuki kamar tamu, sedari tadi mereka sudah mengobrol puas dengan keluarganya di ruang tamu "Kau akan tidur di sofa" ujar Stevi sembari berlalu ke dalam kamar mandi, dia sudah memperkirakan bahwa Greyson akan menolak saran darinya
"No..No.." ujar Greyson dengan cepat naik ke atas kasur. Tidur di sofa hanya akan membuat tubuhnya sakit, dia tidak mau itu terjadi.
Tak beberapa lama Stevi keluar dari dalam kamar mandi menggunakan lingerie seksi "Apa kau tidak mau tidur di sofa?" tanya Stevi lagi sembari berjalan ke arah meja rias
"Tidak" ujar Greyson sembari menatap langit-langit kamar yang mereka tempati. Dia belum menyadari pakaian apa yang di gunakan Stevi.
"Baiklah biar aku yang tidur di sofa" ujar Stevi berjalan ke tempat tidur, mengambil satu bantal yang menganggur di samping Greyson.
Greyson yang mendengar ucapan Stevi seketika mendudukan tubuhnya diatas kasur, mata Greyson membulat melihat Stevi berpakaian tipis dan seksi. Dia sadar jika terong ungunya sudah ikut bangun di bawah sana.
Glek (Jakun Greyson naik turun)
"Apa kamu berniat menggodaku?" tanyanya menahan hasratnya
"Hmmm.. Menggoda? Aku cuma mau ambil bantal, karena tidak ada bantal di sofa" ujar Stevi dengan cuek. Padahal dari raut wajah Greyson saja dia sudah bisa lihat, jika pria itu sedang menahan hasratnya.
"Bisa kah kau mengganti pakaianmu? Bagaimana pun aku ini laki-laki yang tidak bisa menahan diri! Meskipun kita sudah menikah tapi aku tahu kau masih belum bisa berhubungan intim" jelasnya dengan muka memerah menahan hasratnya.
"Siapa yang menggoda mu? Aku hanya ingin beristirahat" ujar Stevi cuek melangkah ke arah sofa sembari membawa satu bantal dan satu selimut kecil putranya.
"Hahaha Rasain gue kerjain!! Untung bukan dengan obat perangsang!" gumamnya dalam hati sembari tersenyum jahat
Greyson yang tidak tahan melihat Stevi melangkah memakai lingerie seksi menuju sofa langsung mengikuti langkahnya, dengan cepat Greyson melangkah ke arah Stevi.
Stevi yang merasa Greyson melangkah mengikutinya dengan cepat berlari ke arah sofa dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut yang dia ambil tadi.
Sementara Greyson tidak mau tinggal diam juga dengan tindakan Stevi, dengan cepat dia mengangkat tubuhnya yang tertutup selimut lalu membawanya ke atas Kasur.
...***Bersambung****...