IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Extra part 21



Hari hari berlalu begitu saja. Hari ini merupakan Minggu ke dua Arabella bekerja sebagai sekertaris sekaligus asisten pribadi Gion. Ia benar-benar tidak pernah menyerah menunjukkan kinerja yang baik di depan atasannya itu.


Seperti pagi ini


Arabella terlihat sedang menyiapkan sarapan pagi untuk Gion. Ia datang pagi-pagi sekali sekaligus membangunkan sang atasan. Ia juga diberikan akses untuk masuk ke apartemen pria itu.


Ara menghela napas panjang mendengar teriakan pria itu.


"Ara! Cepat kesini! pasangkan dasi untukku!" teriak Gion dari dalam kamar.


Tak beberapa lama, Ara masuk ke dalam kamar Gion dengan sebuah celemek yang masih melekat di tubuhnya.


Ara melangkah mendekati Gion dan dengan telaten memasang dasi berwarna hitam di lehernya. Dasi itu benar-benar semakin menyempurnakan penampilannya.


Tanpa sadar Ara menepuk-nepuk pelan jas yang membalut tubuh kekar Gion.


"Sudah selesai! Saatnya sarapan." kata Ara memundurkan tubuhnya dan pamit undur diri.


Gion menatap kepergian Ara dengan pandangan aneh. Ia merasa akhir-akhir ini ada yang aneh dengan perasaannya.


"Sepertinya aku harus memeriksa keadaan ku ke rumah sakit. Bisa saja kesehatan jantung ku sedang tidak baik-baik saja." gumam Gion melangkah keluar dari kamarnya.


Di meja makan


Gion melahap sarapannya dengan wajah yang datar. Arabella tentu saja sudah terbiasa dengan wajah datar dan sikap angkuh pria itu.


"Apa schedule ku hari ini?" tanya Gion setelah menyelesaikan sarapannya.


"Hari ini Anda memiliki sebuah pertemuan penting dengan CEO Fernandes Group sebelum jam makan siang. Anda juga memiliki rapat bulan dengan para petinggi perusahaan pagi ini." ucap Arabella berdiri sejajar di samping Gion.


"Kalau begitu saya akan menyiapkan mobil untuk membawa Anda menuju perusahaan." ucap Arabella mendahului langkah Gion.


"Aku akan ke perusahaan bersama mu!" celetuk Gion tanpa berniat mendengarkan penolakan Arabella.


Arabella mendengus kasar dengan sikap pemaksa Gion. Selain arogan dan angkuh ternyata pria itu juga memiliki sifat pemaksa.


Setibanya di perusahaan. Arabella langsung membuatkan segelas kopi dan membawanya ke ruangan Gion. Setelah itu Arabella menyiapkan beberapa berkas yang akan Ia bawa ke ruangan rapat.


Disisi lain Amore keluar dari rumah setelah dua Minggu berdiam diri di rumah tanpa kerjaan. Ia benar-benar suntuk dan jenuh hanya berdiam diri di rumah. Ia memberanikan diri diam-diam cari pekerjaan tanpa sepengetahuan Arabella. Lagian Amore merasa tubuhnya sudah kuat dan sehat seperti manusia normal pada umumnya.


"Halo, Tuan. Apa Anda sedang membutuhkan karyawan baru?" tanya Arabella memberanikan diri mendekati seorang pria paruh baya. Ia lalu menatap sekeliling toko itu.


"Ya. Aku sedang membutuhkan karyawan baru untuk menjadi pegawai di toko bukuku. Apa kau memiliki pengalaman sebelumnya?" tanya pria itu menatap wajah Amore dari balik kacamatanya.


"Saya tidak memiliki pengalaman sama sekali. Tapi, Anda tidak perlu khawatir ataupun ragu akan kinerja saya. Saya akan menjadi karyawan yang bersifat jujur dan memiliki integritas." jawab Amore penuh keyakinan.


Pria paruh baya itu tersenyum tipis mendengar perkataan Amore.


"Saya hanya mampu memberikan gaji sebesar $1000 dolar dalam sebulan. Dan kamu akan menerima gaji sebanyak $250 dalam seminggu. Mungkin tidak banyak. Tapi sepadan dengan pekerjaan yang akan kau terima.."


"Tidak masalah. Yang penting saya bisa membantu kakak saya menghasilkan uang." Jawab Amore dengan penuh keyakinan.


"Baiklah! Kau boleh bekerja mulai hari ini. Tugasmu hanya membersihkan dan merapikan buku-buku yang berantakan atau sudah berdebu di rak buku dari pukul 08:00 pagi sampai jam 17:00 sore." kata pria itu tersenyum tipis.


"Terima kasih, Tuan..."


"Raul. Panggil saja kakek Raul!" kata pria itu tersenyum tipis. Tapi terdengar kesan tegas pada nada bicaranya.


"Baik Kakek Raul." cicit Amore dengan sopan.


"Ah! Aku lupa menanyakan namamu. Siapa nama mu Nona?"


"Anda bisa memanggil saya Amore kakek." jawab Amore tersenyum hangat. Ia benar-benar senang karena diterima bekerja di toko Kakek Raul. Ia pasti akan membuktikan kinerja yang baik selama bekerja di sini.


"Apa saya bisa memulai bekerja hari ini?'"


"Silahkan. Kebetulan saya sangat butuh tenaga mu hari ini Amore."


Pria itu mempersilahkan Amore masuk ke dalam toko buku besar itu.


Sementara seorang pria dari tad mengawasi gerak gerik Amore. Berjam-jam pria itu duduk di depan toko buku itu hingga memberanikan diri masuk ke dalam toko buku.


Tring


Terdengar suara lonceng pintu berbunyi sedikit kencang. Hal itu menandakan seorang pengunjung telah menarik pintu toko buku tersebut.