
Greyson lalu melepas kain panjang yang menutupi sebagian tubuh putranya. Semua yang berada di dalam ruangan itu, terlihat penasaran memandang ke arah bayi yang ada di dekapan Greyson.
"Benarkah ini cucu mama?" tanya mama Stevi dengan antusias menatap wajah putih bersih cucu laki-lakinya. Steven sedari tadi tidak terusik dengan ucapan orang-orang di sekitarnya, bayi kecil bermata biru itu tetap saja memejamkan kedua matanya.
"Wah tampannya, lihat hidung mancungnya itu" tunjuk mama Stevi dengan antusias
"Bolehkah mama menggendong nya?" tanyanya lagi sembari melihat ke arah Stevi dan Greyson bergantian menunggu persetujuan keduanya.
"Boleh ma..." ucap mereka bersamaan, Stevi kemudian mengambil Steven dari gendongan Greyson lalu meletakkan Steven di pangkuan mamanya.
"Pa.. Lihat cucu kita...tampannya..." decak-nya kagum dengan wajah blasteran cucu pertamanya.
"Siapa namanya?" tanya papa Stevi sembari menoel-noel gemas hidung mancung Steven
"Steven Gerrard Lorens" seru Stevi dengan cepat sembari melirik sekilas memperhatikan raut wajah Greyson
Mereka yang mendengar ucapan terakhir Stevi seketika merasa bingung "Mengapa tidak ada nama Douglas di belakang namanya? Bukankah nama belakang Greyson adalah Douglas?" tanya papa Stevi bingung sembari menatap intens menunggu jawaban dari putri dan menantunya secara bergantian.
"Kami sudah sepakat menggunakan nama itu pa" ujar Stevi dengan memelas
Orang tua Stevi yang mendengar jawaban putrinya hanya menganggukkan kepala mengerti. Mereka tidak mau terlalu ikut campur dengan urusan rumah tangga putrinya. Lagian mereka berdua juga sudah sama-sama dewasa, harusnya mereka sudah tahu mana yang terbaik untuk keluarga mereka.
Orang tua Stevi yang melihat tatapan tajam Steven seketika tertegun, Mereka terpesona dengan tatapan tajam itu "Sayang matanya indah sekali" seru mama Stevi kepada suaminya yang duduk di sebelahnya
"Ya mata biru tajam ini benar-benar memikat" tambah papa Stevi melanjutkan ucapan istrinya sembari membalas tatapan Steven dengan senyuman hangatnya.
Steven yang merasa aura positif dari kedua orang tua mommy nya seketika menghentikan tatapan tajamnya. Tatapan itu kemudian berubah dengan tatapan biasa, raut wajah Steven juga berubah seperti raut wajah bayi pada umumnya. Steven tersenyum kecil memperlihatkan gusi merahnya.
"Pa, coba lihat...." ujar mama Stevi dengan antusias melihat senyum Steven
"Iya Ma, papa lihat kok" ujar papa Stevi yang sedari tadi takjub dengan aura memikat yang dimiliki cucunya. Dia sangat berharap ketika dewasa kelak, cucunya tidak akan mempunyai sifat Casanova.
Greyson hanya terdiam mendengar ucapan kedua mertuanya, Dia sadar putranya merupakan anak yang istimewa, sementara Stevi sedari tadi hanya tersenyum tipis mendengar perkataan orang tuanya, sebab sedari tadi dia hanya asik bergelut dengan pikirannya.
Mendengar bisikan Silvia sebelumnya, membuat Stevi sedari tadi menatap intens dan teliti wajah Greyson, memang tidak ada cacat di wajah itu dan wajah itu benar-benar terlihat tampan. Pasti banyak wanita di luar sana yang mengantri mau menjadi kekasih atau istrinya, kentara wajah memikat tercetak jelas di wajah Greyson. Bukan hanya itu aura berkharisma dan berkuasa juga sangat dominan pada body language dan tatapan Greyson, pikirnya membenarkan ucapan saudaranya, sembari terus menatap intens wajah Greyson.
...***Bersambung***...
...Dukungan terus karya Author ❤️ Jangan Bosan nunggu Update dari Author...