IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Keluarga Bahagia



"Sayang...."


Greyson mengelus perutnya yang baru saja di cubit Stevi.


"Biarkan Daddy mertua dan Kakek yang menyelesaikan permasalah mereka. Kamu tidak usah ikut campur." nasehat Stevi merasa gemas dengan suaminya.


Memang benar apa yang dikatakan Kaisar Agung. Kita tidak pernah tahu sampai kapan napas kita berhembus. Manusia memiliki batas garis takdir hidup di dunia. Sementara bangsa rubah ekor sembilan memiliki garis takdir hidup abadi.


"Memaafkan dan menerima masa lalu adalah pilihan terakhir untuk kita berdamai dengan masa lalu. Jika ingin kembali ke masa lalu, Daddy tidak akan membuatmu menderita seperti dulu. Karena Daddy bisa merasakan, bagaimana sakitnya diacuhkan oleh putramu sendiri."


"Daddy dan Mommy benar-benar mencintai mu, Son. Betapa bahagianya kami masih bisa melihat mu sampai hari ini."


"Terima kasih sudah mencintai putraku dengan tulus, Nak." Timpal Queen Angelista menatap menantunya. Mata Queen Angelista terlihat berkaca-kaca menatap menantunya.


"Mommy.... panggil aku Mommy....."sambung Queen Angelista dengan suara lirih.


"Apa kau tidak mau memeluk Mommy yang sudah berjuang melahirkan mu, Son."ujar Kaisar Agung menatap putranya.


King Douglas tidak bergeming sama sekali, Ia tidak bisa mendeskripsikan bagaimana perasaannya. Ia ingin waktu berhenti sebentar saja, agar pria paruh baya itu leluasa melepaskan perasaan rindunya yang terpendam selama ini. Beruntung ada Rachel, sang istri yanh selalu ada untuknya dan merangkul bahunya saat terluka dulu, ketika mengingat-ingat kepergian kedua orangtuanya.


"Kita tidak lagi muda, Dad. Saat ini merupakan waktu yang pas untuk kita berdamai." seru Rachel mengenggam tangan suaminya.


"Sampai kapan pun, mereka tetap orang tua kandungmu. Karena darah mereka mengalir kental di tubuhmu. Kita tidak pernah tahu, hingga kapan napas ini berhembus." timpal Rachel menatap wajah suaminya.


"Buang keegoisan itu dari pikiranmu. Sekali ini saja." sambung Rachel tersenyum tulus tanpa melepaskan genggamannya.


Queen Angelista mengulurkan tangannya ingin mendekap putranya. Putra yang selama ini dirindukannya. Air mata mengalir deras kedua pelupuk matanya.


Tanpa berlama-lama, King Douglas langsung melangkah mendekap ibunya. Meraka yang ada di sana tidak mampu membendung air mata mereka. Mereka ikut terharu melihat King Douglas mulai berdamai dengan kedua orangtuanya.


"Setelah bertahun-tahun.... akhirnya aku bisa mendekap mu, Son. Mommy benar-benar merindukanmu." ungkap Queen Angelista dengan suara bergetar.


"Maafkan aku, Mom. Maafkan aku...."


King Douglas benar-benar rapuh mendengar suara bergetar ibunya.


"Kau melupakan Daddy, Son." sindir Kaisar Douglas membuat semua orang tertawa.


"Dan kalian juga melupakan kami semua." celetuk Greyson tiba-tiba membuat suasana di kamar Alexa semakin ricuh. Mereka mulai melupakan apa yang ingin mereka tahu, ketika mendengar suara erangan kesakitan Paskal. Paskal dan Alexa terlihat ikut bahagia melihat Opa dan Oma mereka mulai berdamai dengan kedua buyut mereka.


Queen Angelista melepaskan dekapannya dari putranya. Ia tersenyum lembut menatap menantunya.


"Apa kau tidak mau memeluk Mommy?"


Rachel langsung melangkah mendekati Queen Angelista. Rachel memeluk ibu mertuanya dengan hangat.


...***Bersambung***...