IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Kelahiran Putra Livia



Haykal kemudian membawa Livia ke rumah sakit melakukan USG. Biasanya seorang ibu akan merasa bahagia dan antusias mengetahui kehamilannya. Namun tidak dengan Livia. Ia lebih banyak diam dan termenung memikirkan masa depannya dan masa depan anaknya.


"Aku akan membantumu merawat anak yang kau kandung. Tenang saja, kau tetap bisa melanjutkan kuliahmu mencapai impianmu menjadi seorang dokter." tukas Haykal menghibur Livia.


Livia menatap lama kedua mata Haykal untuk memastikan apakah perkataan yang keluar dari mulut pria itu tulus dan jujur atau hanya kebohongan semata.


"Ternyata Haykal tetap baik dan tulus membantu ku disaat aku sudah menyakitinya." batin Livia mengalihkan pandangannya ke bawah lantai.


"Ma-maafkan aku Haykal! dan terima kasih untuk tawaranmu. Aku mau kembali ke apartemen." ucap Livia dengan nada pelan.


"Baiklah! aku yang akan meng--"


"Tidak perlu Haykal. Aku mau pulang sendiri! sekalian memenangkan diri." potong Livia melangkah meninggalkan Haykal.


"Livia--"


"Vitamin untuk mu!" panggil Haykal membuat langkah Livia harus terhenti.


Haykal lalu menyerahkan vitamin untuk kandungan Livia.


"Hati-hati dijalan Livia." pesan Haykal sebelum berlalu dari sana.


Pria itu juga sebenarnya sudah ketinggalan pesawat dari tadi. Hanya saja melihat kondisi terpuruk Livia membuat pria itu mengurungkan niatnya berangkat saat itu juga. Namun penolakan Livia membuat dinding pertahanannya runtuh.


Livia menatap sendu ke arah menghilangnya Haykal.


"Maafkan aku Haykal. Aku cukup malu bila harus merepotkan." lirih Livia melanjutkan langkahnya.


#


#


Terkadang Livia merasa tidak nyaman dan sedikit segan harus merepotkan Haykal bolak-balik California - Madrid. Namun Livia tidak mungkin jujur kepada kedua orangtuanya mengenai keadaannya.


Setiap malam Livia akan menangis sendirian di atas tempat tidur menahan perasaan rindunya kepada Steven. Sejak kehamilan trimester pertama, Livia selalu ingin bertemu dengan Steven. Namun keinginan itu hanya angan-angan dan tidak pernah tercapai hingga putranya lahir.


Hari ini tepatnya usai kandungan Livia memasuki usia 9 bulan 10 hari. Livia sedari tadi berteriak kesakitan karena ingin segera melahirkan putra pertamanya ke dunia. Sedari bulan ke 6 kehamilannya, Ia meminta melahirkan secara normal kepada dokter. Namun dokter tidak bisa menjamin, apa Hb Livia memungkinkan melahirkan secara normal atau tidak.


Di rumah sakit.


"Tuan, seperti istri Anda tidak bisa melahirkan secara normal. Karena golongan darahnya sangat langka untuk di dapatkan. Hb sang ibu sangat rendah bila dipaksakan melahirkan secara normal." terang dokter menunggu persetujuan Haykal. Dokter itu pikir Haykal adalah suami Livia. Makanya Ia langsung menyampaikan bagaimana kondisi Livia.


"Lakukan yang terbaik dokter." pinta Haykal mengalihkan pandangannya menatap wajah pucat.


"Maafkan aku Livia. Lebih baik dokter mengeluarkan putra kita dengan cara operasi. Ini demi keselamatan kamu." tutur Haykal mengelus lembut kepala Livia.


Livia menganggukkan kecil sembari meneteskan air mata mendengar ucapan Haykal. Dokter langsung bertindak cepat mengoperasi Livia.


Haykal menemani Livia di dalam ruangan operasi. Ia mengenggam tangan Livia erat untuk menguatkan wanita itu. Livia masih sadar dan bisa melihat apa yang dokter lakukan dibawah sana. Livia juga tidak merasa kesakitan sama sekali.


Tak beberapa lama terdengar suara tangisan bayi membuat air mata Livia tiba-tiba mengalir deras. Ia tidak bisa membendung perasaan bahagia dan haru di dalam hatinya mendengar suara tangisan itu.


Oek Oek Oek


"Welcome to the Earth my son, my love." ucap Livia dalam hati. Air mata semakin mengalir deras membanjiri wajah pucat-nya.


...***Bersambung***...