IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Tawaran Greyson



"Kau mau memberikan ku sebuah saran. Saran hukum yang pantas putraku dapatkan." tawar Greyson melipat kedua tangannya di depan dada.


"Sebentarnya aku sudah menyiapkan hukum yang tepat untuk putraku. Hanya saja mendengar ceritamu membuat hatiku sedikit terbuka untuk meringankan hukuman putraku." tutur Greyson.


"Anggota klan king sudah terbiasa membunuh musuh dengan menyiksanya secara perlahan."


"Dan aku sudah terbiasa menghukum mereka dengan tanganku sendiri. Aku tidak akan memandang mereka dari keluarga mana. Karena moto klan king adalah setiap kali membuat kesalahan, harus berani mempertanggungjawabkan perbuatannya. Satu kesalahan, satu hukum cambuk."


"Jika tidak mau terbunuh, maka lebih baik membunuh." sambung Greyson menatap datar wajah ketakutan Livia.


"Kau bisa membuat pilihan, menerima tawaranku atau menolak tawaranku. Atau kau mau menghukumnya sendiri? kalau mau aku akan membantumu menghukumnya dengan tanganku sendiri...."


Greyson mengamati reaksi terkejut di wajah menantunya.


"Jack, hukum cambuk Steven sebanyak lima kali!! sekarang!!" perintah Greyson meninggikan suaranya.


Ceprettttt


Ceprettttt


"Argh!!"


"Arghhh!!"


Ceprettttt


Ceprettttt


Ceprettttt


"Arghhhhhhhh!!!!" jeritan Steven terdengar nyaring di pendengaran Livia. Tubuh wanita itu bergetar mendengar jeritan sang suami.


"Bukan ini yang aku harapkan. Aku hanya berharap dia akan selalu setia menemaniku seumur hidupnya. Meskipun luka itu masih menganga lebar, tapi aku tidak bisa menyembunyikan perasaan ku padanya. Aku mencintai pria itu sejak lima tahun yang lalu, aku tidak bisa membohongi perasaan ini...." lirih Livia menggebu-gebu menunduk.


"Jadi---"


"Tolong! jangan menyakitinya."


"Hiks hiks hiks...."


"Aku mohon...."


Livia menangis tersedu-sedu berlutut di depan Greyson.


Sementara Greyson, Rain dan anggota klan king yang berdiri di depan pintu sensor sangat terkejut melihat tindakan Livia. Mereka tidak menyangka Livia akan membela Steven. Wanita itu berani merendah hanya untuk membela putranya.


Jika dilihat dari kesalahan Steven, hukum ini tidak ada apa-apanya, daripada hukuman yang dulu di dapatkan Jodi Kim.


Pria itu dihukum cambuk berulangkali, dikurung di ruangan bawah tanah tanpa cahaya penerang. Tidak di beri makan ataupun diberi minum selama berhari-hari.


Sementara Steven, putranya sudah menyakiti hati putri orang lain, lalu menelantarkan menantunya dan cucunya. Karena saat itu putranya masih waras dan memiliki pemikiran yang cukup cerdas. Bukankah terlalu ringan hukuman yang putranya dapatkan, dibandingkan apa yang putranya lakukan kepada menantunya.


Greyson benar-benar terpaku melihat tindakan Livia. Untuk pertama kalinya Greyson melihat Stevi kedua di diri menantunya.


"Betapa mulianya hatimu, Nak." gumam Greyson dalam hati menatap sendu kearah Livia.


Tubuh Livia bergetar karena menangis sesenggukan sembari berlutut di hadapan Greyson.


"Berdirilah, Nak. Kau tidak perlu merendah hanya untuk membela putraku. Aku tidak akan mentolerir kesalahan putraku. Meskipun kau memohon berulang kali, agar aku melepaskan putraku dari hukuman." papar Greyson mengalihkan pandangannya kesamping.


"Aku mohon untuk kali ini saja. Biarkan aku yang akan menghukumnya. Aku---" ucapan Livia terhenti memikirkan hukuman apa yang akan Ia berikan kepada suaminya.


"Aku---"


"Aku akan memikirkan hukuman apa yang pantas diberikan kepada suamiku. Jadi, tolong lepaskan Steven! aku mohon...." pinta Livia memohon kepada Greyson.


"Ka-kami masih memiliki putra untuk dirawat." sambung Livia tiba-tiba membuat Greyson termenung. Ia baru ingat perkataan Jack sebelumnya.


...***Bersambung***...