
"Disaat aku koma pun sifat mengancam mu itu masih tetap ada grey" gumam Stevi dalam alam bawah sadarnya.
"Aku mendengar semuanya, Namun aku hanya ingin permintaan maaf mu grey agar kebencian ini menghilang dari hatiku" gumamnya lagi sembari membaringkan tubuhnya di atas rumput. Di atas sana terlihat ratusan kelap kelip bintang.
Greyson tidak pernah lelah memantau keadaan Stevi dan putranya, terkadang karena terlalu sibuk dengan lab penelitiannya, Greyson lebih sering lembur di sana tanpa sedikitpun tidur. Dia hanya akan beristirahat sebentar di samping Stevi. Terlihat jelas raut lelah di wajah tampan itu. Namun dia juga ingin secepatnya pulih dari dampak insiden dulu. Greyson ingin membangun sebuah keluarga dengan Stevi sehingga setiap hari mereka bisa berkumpul bersama. Greyson juga sudah memutuskan untuk menetap di mansion Klan King bersama Stevi dan putranya.
🌷🌷🌷
Satu Minggu telah berlalu
Greyson belum menyadari jika Stevi sudah sadar beberapa hari yang lalu dari komanya. Diam-diam jika Greyson tidak ada di ruangan itu, Stevi selalu menyempatkan diri melihat keadaan putranya.
Seperti hari ini, Stevi melangkahkan kakinya ke arah inkubator putranya "Mata biru ini sangat indah dan memikat! Siapa pun yang melihatnya akan terpesona dengan tatapan tajam ini" gumamnya dalam hati mengamati mata indah putranya
oek..oek..oek
"Sssshhh cup...cup diam ya nanti Daddy tahu" serunya meletakkan jari telunjuknya di depan bibir merah putranya.
Mendengar ucapan Mommy nya, bayi itu langsung terdiam, terlihat jejak mata berkaca-kaca di kedua bola mata putranya. Melihat wajah lucu dan bola mata biru memikat putranya, seketika membuat munculnya niat jahil Stevi mengganggu putranya.
Celup Baa Celup Baa
Putranya yang melihat tindakan lucunya seketika tertawa lebar memperlihatkan gusinya yang terlihat merah.
"Mommy mencintaimu. Apa kamu belum punya nama hmmm? Bagaimana kalau....Steven Gerrard Lorens. Bagus bukan? Ada nama Mommy di namamu." ucapnya mencium kening putranya sembari memandang wajah putih bersih putranya. Steven hanya tersenyum mendengar ucapan Stevi.
"Kenapa wajah ini lebih dominan ke wajah pria kejam itu hmm" gemas Stevi mengelus wajah Steven dengan lembut
Steven yang mendengar ucapan Mommy nya kemudian mengubah raut wajah nya menjadi malas terkesan datar. Dia tidak terlalu suka jika disamakan dengan orang lain. Bagaimanapun dia akan lebih tampan dari pada ayahnya ketika sudah dewasa nanti.
Melihat wajah malas putranya seketika Stevi berbicara lagi "Apa Kamu tidak menyukai ucapan Mommy? hmm yah Mommy juga tidak menyukai kenyataan ini. Wajah ini terlihat sangat mirip dengan Daddy mu. Dan itu kenyataannya" ucapnya tersenyum
"Tidurlah. Besok Mommy akan membuat pertunjukkan" ujarnya mengelus kepala Steven dengan lembut. Setelah melihat putranya tidur, Stevi kemudian melangkah ke arah kasur. Stevi kembali menggunakan alat-alat yang sebelumnya melekat di tubuhnya. Dia takut kalau Greyson datang lalu melihat ada hal yang berbeda jadi curiga.
🌷🌷🌷
Beberapa menit kemudian Greyson memasuki ruangan kesehatan. Dengan lembut Greyson meninggalkan sebuah kecupan di dahi putranya, selanjutnya Greyson melangkah ke arah tempat tidur memberikan kecupan di dahi Stevi. Karena terlalu ngantuk Greyson langsung membaringkan tubuhnya di sebelah Stevi. Merasa tidak ada lagi pergerakan disampingnya, Stevi perlahan mengerjapkan matanya. Stevi termenung lama memandang langit-langit ruangan kesehatan itu. Ingatanku kembali ke hari dimana dia terbangun dari komanya. Suara nyanyian Greyson membawanya kembali, dia mengikuti arah suara nyanyian itu hingga dia tiba di sebuah cahaya yang membawanya kembali.
"Grey saatnya pembalasanku" gumamnya dalam hati melirik ke samping ranjang yang di tempati nya.
Dia kembali memejamkan matanya mengarungi mimpi indah yang sudah menantinya. Dia berharap rencananya akan berjalan dengan mulus.
...***Bersambung***...
...Jangan lupa Like, Komen dan Vote ❤️...