
"Seperti aku harus kembali ke mansion klan king sebelum Mommy dan Daddy kembali." monolog Alexa sebelum memejamkan matanya.
Namun suara pecahan kaca membuat Alexa tersentak dari tidurnya. Gadis muda itu langsung turun dari tempat tidurnya. Tanpa memiliki rasa takut sedikitpun, Alexa langsung melangkahkan kakinya menuju balkon apartemen yang ditempatinya.
Ia menatap dalam pecahan botol kaca yang sudah berantakan di lantai balkonnya.
"Apa ini teror?" tanya Alexa tersenyum menyeringai. Ia mengambil satu gulungan kertas kecil diantara pecahan botol itu.
[Apa kau pikir kami takut dengan ancamanmu!!!]
Isi kalimat yang tertulis di gulungan kertas kecil itu.
Alexa lalu melangkah menatap ke bawah balkon apartemennya. Ia melihat seorang pria baru saja berlalu dari sebuah gedung apartemen seberang apartemen-nya. Pria itu mengenakan masker, topi rajut di atas kepalanya dan juga jacket tebal menutupi tubuh tingginya.
Alexa meremas kuat gulungan kertas kecil itu menjadi bulatan kecil.
"Kita lihat sebesar apa keberanianmu menantang seorang Alexa!" monolog Alexa berlalu masuk ke apartemennya tanpa membersihkan pecahan kaca itu.
#
#
Sebelumnya
Saat Alexa me-restart website jaringan para pengedar narkoba dan mafia kelas kakap. Gadis itu memberikan sebuah peringatan agar jangan ikut campur atas kematian Mr Park.
Bukanya mendengarkan ancaman Alexa, para mafia dan pengedar narkoba kelas kakap malah mengamuk dan ikut me-restart serta mencari tahu alamat pengirim ancaman.
Saat mereka mengetahui alamat Alexa, seorang pria yang author yakini sebagai ketua mafia langsung mendatangi alamat Alexa. Tanpa merasa takut sedikitpun, pria itu melemparkan botol berisi kertas ancaman dari apartemen seberang ke balkon apartemen Alexa.
#
#
Alexa membuka laptopnya dan memesan tiket untuk kembali ke mansion klan king. Ia tidak mau peneror itu mendeteksi keberadaannya.
"Hallo Mr Edward...."
"Saya akan mengirimkan datanya kepada Anda. Kalau Anda mengijinkan saya libur beberapa hari ke depan." ujar Alexa mengigit pelan bibirnya.
Gadis itu cukup tahu, Mr Edward tidak akan semudah itu mengijinkannya libur selama kasus ini belum selesai.
[Benarkah?] tanya Mr Edward dari seberang sana.
[Aku akan mengijinkan mu libur! Apabila informasi yang kau berikan memuaskan ku!] sambung Mr Edward cukup penasaran dengan informasi apa yang Alexa dapatkan.
Alexa langsung mengirimkan beberapa informasi yang Ia dapatkan dari website mafia dan pengedar narkoba kelas kakap yang gadis itu hack.
Sementara diseberang sana, mata Mr Edward membesar melihat informasi yang di dapatkan Alexa. Pria matang itu dengan cepat mengijinkan Alexa libur beberapa hari ke depan.
[Alexa.... Saya mengijinkan mu tidak masuk beberapa hari ke depan!]]
[ Dengan catatan....]
[Kau tidak boleh libur lama-lama!!]
[Dan saat tim membutuhkan bantuanmu dari jarak jauh, kau harus bersedia membantu tim!] ujar Mr Edward sebelum mematikan sambungan telepon Alexa. Pria matang itu cukup puas dengan kinerja Alexa.
Sementara Alexa bernapas lega mendengar perkataan Mr Edward. Ia berharap Mr Edward melupakan penyelidikan mengenai kematian Mr Park.
Alexa lalu membaringkan tubuhnya di atas tempat tidurnya. Besok pagi Ia berangkat menuju mansion klan king melalui pesawat ekonomi.
#
#
Keesokan harinya, Alexa terbangun dari tidurnya pukul 5 subuh. Ia langsung beranjak dari atas ranjang mengeluarkan koper kecilnya. Ia tidak perlu membawa banyak pakaian. Karena di mansion klan king sudah banyak pakaian branded yang menunggunya.
Setelah memasukkan beberapa barang bawaannya, Alexa bergegas masuk ke dalam kamar mandi sembari membawa dress selutut. Alexa berniat singgah di rumah sakit terlebih dahu memeriksa keadaan rekannya.
...***Bersambung***...