IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Luluhnya Steven



"Mommy ingin mengajakmu berbicara. Apa kamu ingin mendengar apa yang terjadi selama 9 tahun ini?. Jika iya, ayo kita tidur bersama di kamar daddy. Mommy akan menceritakan semuanya kepada kalian. Mommy hanya ingin kita hidup bahagia kedepannya tanpa mengungkit masa lalu."


Stevi beranjak dari kasur lalu melangkah kearah Steven untuk membereskan piring kotor bekas makan malam putranya.


Stevi menghentikan langkah kakinya di belakang putranya


"Datanglah ke kamar daddy, kami menunggu mu." ujar Stevi. Ia melangkah menuju pintu keluar kamar putranya. Ada sedikit perasaan lega dihatinya ketika matanya menatap piring kotor yang Ia bawa di tangannya.


#


#


Di kamar Steven


Steven termenung lama mendengar perkataan mommy-nya.


"Tuan, apa Anda baik-baik saja?" suara itu membuyarkan lamunannya.


"Pergilah temui mommy, Anda. Saya tahu bagaimana perjuangannya merawat Anda saat masih balita. Kita tidak bisa memutar waktu namun kita bisa mengubah nasib yang datang di masa depan. Anda harus fokus melangkah ke depan agar kelak Anda menemukan kebahagiaan sesungguhnya."


Suara itu kemudian menghilang dari pendengaran Steven, sehingga kamar yang ditempatinya mendadak menjadi hening. Steven termenung agak lama sebelum keluar dari kamarnya. Dia merasa jiwa lain yang ada di tubuhnya terkadang membawa dampak positif kepadanya.


#


#


Di kamar Greyson


Alexa sedari tadi sibuk mengobrol dengan daddy-nya, sementara si dingin Stevenson sedari tadi sibuk bergelut dengan dunia musiknya. Dia berbaring di tempat tidur sembari mendengarkan musik dari earphone kesayangan. Dia terlalu malas mendengar pembicaraan Alexa yang tidak akan pernah berhenti.


"Dad, Alexa mau sebuah komputer canggih."serunya menatap penuh harapan kepada Daddy-nya.


"Ah.... Apa kamu tidak tahu jika ada satu ruangan di mansion kita di penuhi dengan berbagai macam teknologi canggih?" tanya Greyson menatap hangat wajah binar putrinya.


"Benarkah? bolehkah Alexa menggunakan ruangan itu sesuka hati Alexa?" tanya Alexa dengan antusias mendengar perkataan daddy-nya.


"Tentu." ucap Greyson mengacak-acak rambut panjang putrinya.


"Untuk sekarang belum Dad. Namun tidak tahu kalau suatu hari nanti." jawab Stevenson tanpa melepas earphone-nya.


Sesuai dengan perkataan opa-nya. Greyson akan membiarkan putra-putrinya bebas dan menemukan jati diri mereka sesungguhnya.


"Baiklah. Daddy berharap kalian bisa menjadi anak yang berbakti." ujar Greyson. Ia tersenyum hangat sembari mengelus kepala putra-putrinya.


#


#


Tak beberapa lama Stevi datang bersama putra pertamanya. Greyson tercengang melihat kedatangan istrinya dan putra pertamanya. Ia tidak menyangka putranya akan mudah luluh dengan bujukan istrinya. Biasanya sikap keras kepalanya akan susah untuk di-luluh-kan. Tapi apa yang Greyson lihat di depan sana benar-benar membuatnya tercengang.


Stevi tersenyum hangat menatap wajah tidak percaya suaminya.


"Malam ini kita akan tidur bersama." ucap Stevi. Ia melangkah sembari merangkul bahu putra sulungnya.


#


#


Flashback On


Stevi melangkah menuju dapur di lantai yang sama untuk membersikan bekas piring kotor putranya. Stevi sibuk dengan pekerjaannya tanpa Ia sadari, jika sedari tadi putranya mengamati apa yang Ia lakukan dari meja makan.


"Hah.... akhirnya sudah selesai." monolognya tersenyum kecil melihat dapur sudah bersih.


Saat membalikkan tubuhnya, Stevi terkejut melihat putranya sudah ada di meja makan sembari menatapnya.


"Mom, bolehkah malam ini Aku ikut tidur di kamar kalian?"tanya Steven. Ia menatap penuh harapan kearah Stevi.


"Tentu." jawab Stevi tersenyum hangat kepada Steven. Dengan cepat Stevi mengelap tangan basahnya dengan handuk kecil. Stevi kemudian melangkah menuju lift sembari merangkul putranya. Ia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang selama ini Ia tunggu-tunggu dari putranya.


*****Flashback Off*****


...***Bersambung***...