
Di Lorong sepi markas Klan King
Stevi berjalan dengan sebuah senter sebagai alat bantu penerang untuk menerangi langkah kakinya.
Aroma lembap dan pengap sangat kontras di Indra penciumannya "Sebenarnya ini lorong untuk apa?" batinnya terus melanjutkan langkahnya mengikuti lorong sempit itu.
Dari kejauhan, Stevi melihat sebuah cahaya kecil yang masuk ke dalam lorong sempit yang dilaluinya. "Apakah aku sudah mau sampai di ujung lorong ini!" serunya antusias mempercepat langkahnya.
Setibanya di depan cahaya itu, Stevi menemukan sebuah pintu yang menghalangi cahaya di luar sana "Mengapa harus ada pintu lagi!" seru Stevi bersandar di pintu besar itu. "Bagaimana cara membukanya?" batinnya. Matanya memperhatikan dengan teliti lorong di depannya, untuk menemukan sebuah petunjuk.
"Apa itu?" batinnya bertanya-tanya melihat sebuah lambang kerajaan terlukis jelas di sebuah batu.
"Rubah ekor sembilan?" batin Stevi memperhatikan lambang itu. Stevi mencerna lama maksud dari batu yang tertempel di tembok lorong itu.
"Aku harus mencobanya.." batinnya "Fox Kingdom..." lirih Stevi menatap tak sabaran ke arah lambang itu.
CKLEKK
KREK
BRAK
Pintu itu terbuka dan memperlihatkan sebuah ruangan megah bak istana "What...mengapa aku baru tahu ada ruangan semegah ini?" ucap Stevi memasuki ruangan itu. Tatapannya masih terpaku dengan interior megah ruangan itu. Setelah 20 menit melewati lorong sempit, pengap,lembab, dan berbentuk turunan, akhirnya dia bisa menghirup udara sejuk di ruangan itu.
#
#
"Cih.... Apa kau sudah cukup kuat dan berani, hingga kau datang langsung ke mansion inti Klan King?" ujar Dean dengan wajah datar
"Hahaha.... Mengapa aku harus takut? apa kau yang sedang takut? tidak ada satu orang pun anggota inti klan king di ruangan ini" ejek pria itu memandang remeh ke arah Dean yang berusaha mengukur waktu.
"Hahaha....Untuk apa aku takut dengan pria lemah seperti mu? melawanku saja, kau butuh banyak keberanian!" ucap Dean memandang remeh pria itu
"Apa tujuanmu menyerang markas klan king?" sambung Dean dingin menatap tajam pria itu.
"Aku hanya ingin menghancurkan klan king hingga ke akar-akarnya!!" ujar pria itu, membalas tatapan tajam Dean. Pancaran kebencian terlihat kontras di kedua bola mata itu.
"Apa kau mampu melakukannya?" tanya Dean meremehkan
"Hahahaha.... Apa kau tahu? Aku memiliki banyak mata-mata di mansion klan king tanpa greyson sadari. Ternyata klan king mempunyai sebuah teknologi tersembunyi" Semirik-nya menatap intens mesin waktu di dalam ruangan kaca transparan.
"Hahaha... Apa kau pikir aku tidak tahu? aku sudah mengetahuinya" ujar Dean tenang
Dean sudah melihat tragedi apa yang akan terjadi hari ini. Itu lah mengapa dia menyelamatkan Stevi terlebih dahulu. Ketika Dean masuk ke dalam mesin waktu, Dean melihat semua peristiwa demi peristiwa yang terjadi di masa depan. Alasan yang kemaren Dean ucapkan ke greyson, hanya hiburan semata untuk mengelabuhi musuh yang sedang menyamar. Itulah mengapa saat greyson meninggalkan lab klan king, Dean langsung menghentikan langkah Olivia yang dia yakini sebagai Denada. Dean sangat mencurigakan Olivia, apa lagi tatapan memujanya terus menerus tertuju kepada greyson. Dean pikir kejadian ini tidak akan terjadi dalam waktu dekat, namun semuanya di luar kendalinya. Greyson pasti akan marah, jika mengetahui peristiwa yang terjadi hari ini, sama persis dengan yang dia lihat sebelumnya saat masuk ke dalam mesin waktu.
"Dimana mata-mata mu? Apa dia takut menampakkan wajahnya?" pancing Dean. Dean ingin tahu seberapa banyak jumlah musuh yang menembus keamanan klan king.
Dean melotot melihat seseorang yang sangat greyson percayai berada di balik semua ini "Kau...?" darah Dean mendidih melihat orang yang selama bertahun-tahun greyson percayai tega mengkhianati klan king.
...***Bersambung***...