IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Keberanian Gion



Dean dan Jack melangkah menuju mobil yang terparkir di halaman mansion klan king.


"Rain! sebaiknya kau tinggal di mansion. Pantau CCTV sekitar area mansion! satu lagi.... jangan biarkan siapapun meninggalkan mansion sebelum kami kembali." pinta Jack menatap Rain dengan serius.


"Apa kau juga memikirkan hal yang sama?" tanya Rain menatap Jack.


"Ya, kau benar! aku takut mereka juga mengincar nona muda dan istri tuan kedua." ujar Jack mengamati sekelilingnya tanpa ekspresi.


"Jangan lengah Rain."ucap Jack penuh peringatan sebelum meninggalkan mansion


"Aku yakin dalam kasus penculikan ini ada udang di balik bakwan." celetuk Dean membuat Rain ingin tertawa.


"Di balik batu kali, Dean! Kenapa semakin tua sifatmu semakin menjadi-jadi?"


"Ah.... Aku tahu.... Aku yakin saat di rumah kau sudah mendapatkan servis terbaik. Hingga membuat suasana hatimu berbunga-bunga." tebak Rain membuat Dean tersenyum lebar.


"Sepertinya kau kekurangan vitamin empat sehat lima sempurna, Rain." ejek Dean membuat Rain cengengesan.


"Saat urgent begini sajak kalian masih bisa membahasa masalah servis terbaik." keluh Jack membuat Dean dan Rain terdiam.


Sementara disisi lain


Gion menatap datar wajah seorang pria matang di depannya. "Cih! kau ternyata bukanlah orang yang hebat, Uncle!" ejek Gion membuat pria matang itu sedikit emosi.


"Apa kau tidak tahu jika anak kecil seperti ku saja bisa mengetahui identitas aslimu."


"Apa kau pikir Daddy, Opa, dan Uncle ku akan diam saja dengan tindakan mu?"


Gion tiba-tiba tersenyum menyeringai melihat wajah datar pria yang ada di hadapannya.


"Hey bocah kecil! jangan sok tahu dan banyak berbicara! karena sebentar lagi nyawamu akan melayang!" ejek anak buah pria itu.


"Cih! Apa kau pikir sangat mudah mencabut nyawa ku pak tua!"


"Tidak segampang itu."


"Welek" Gion menjulurkan lidahnya beberapa detik mengejek pria berusia matang itu.


Pria berusia matang itu tentu saja meradang melihat tingkah jahil Gion. Sementara anak buah pria itu cukup terhibur dengan tingkah jahil Gion.


"Xaviera... Apa kau bisa membantu ku menakut-nakuti mereka." gumam Gion melihat Xaviera berniat mengambil pistol yang ada di saku ikat pinggang pria itu.


Anak buah pria itu menghentikan tawa mereka. Ketika melihat pistol kesayangan bos mereka melayang-layang di udara.


"Bos-bos... kenapa pistol kesayangan Anda bisa melayang-layang di udara?" tanya anak buah pria itu terbata-bata.


"Jangan bercanda! mana mungkin pistol kesayangan ku bisa melayang-layang. Orang sedari tadi pistolku aku simpan di tempat yang benar." sentak pria itu tanpa mengalihkan pandangannya dari Gion. Namun tangan besar itu bergerak merogoh kantong saku ikat pinggangnya.


Pria itu terdiam beberapa saat hingga suara teriakan anak buahnya membuyarkan lamunannya.


"Aaaa.... se-setan...." Anak buah pria itu berlari kencang keluar dari ruangan itu.


"Cih lemah!" ejek Gion tanpa rasa takut sedikitpun.


"Apa hanya segitu nyali anak buah Anda pak tua! sama sekali tidak berguna!" lanjut Gion menatap Xaviera tersenyum puas.


"Abang... sepertinya Daddy sudah tiba."


Gion menatap datar wajah angkuh pria itu.


"Sebenarnya apa tujuan pria ini menculik ku? Dan keuntungan apa yang akan pria ini dapatkan setelah menculik ku? Apa pria ini memiliki dendam di masa lalu kepada keluarga Douglas?"


Gion terdiam lama mengamati wajah pria itu.