IT'S YOUR BABY

IT'S YOUR BABY
Season 2 Steven



"Tuan muda.... Apa anda tidak takut ketua marah, melihat apa yang anda lakukan disini ?" tanya seorang penjaga dengan perasaan cemas.


"Diam!!. Suara jelek mu membuat telingaku sakit!" bentak Steven. Ia menatap tajam ke arah penjaga itu.


Sementara penjaga itu merasa tubuhnya membeku, mendapatkan tatapan tajam dari Steven "Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya" batinnya. Ia merinding melihat tatapan tajam, dan aura yang di keluarkan Steven.


Steven kemudian mengalihkan pandangannya kearah ember daging mentah di sampingnya. Ia menatap tajam daging mentah yang didapatkannya dari hasil berburu.


"Tuan muda...." lirih penjaga bergidik ngeri. Ia takut setengah mati melihat Steven berusaha membuka kunci kandang cheetah kesayangan ketua klan king.


"Diam!!" bentak Steven lagi mengeluarkan mata emasnya "Kau sangat berisik!" bentaknya marah.


Lagi-lagi penjaga itu tidak mampu berkutik mendengar bentakan Steven. Tubuhnya membeku melihat tatapan mata putra pertama greyson itu.


#


#


Di mansion Klan king


"Dimana Steven?" tanya Greyson sembari melihat-lihat email yang masuk ke ponselnya


"Hmm.... Tuan muda ada di belakang mansion, Tuan." ujar Jack menatap Greyson.


"Apa saja yang dilakukannya hari ini?" tanya Greyson menatap asisten kepercayaannya


"Latihan menembak, memanah, merakit bom dan berburu di cruel ghost forest." jelas Jack lagi


"Menurut pengamatan mu, apa ada yang aneh dengan sikap putraku?. Aku merasa dia bersikap seperti bukan putraku." ujar Greyson. Ia mengalihkan pandangannya menunggu jawaban dari Jack.


"Menurut saya, tuan muda bertingkah seperti biasanya, Tuan." ujar Jack. Ia merasa Steven bertingkat seperti anak pada umumnya, didikan keras Greyson, tentu saja akan membuatnya terlihat berbeda dari anak pada umumnya.


Greyson hanya mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar jawaban asisten kepercayaannya.


#


#


"Saya belum mendapatkan informasi yang lebih mendetail, Tuan. Namun beberapa tahun lalu, hacker klan king mendapatkan dua video CCTV. Di dalam video itu, terlihat wajah nyonya muda dan satu anak kecil laki-laki berjalan keluar dari bandara." jelas Jack


"Apa kau tidak ikut menyelidiki keluarga Lorens juga? Aku merasa mereka menyembunyikan sesuatu!." cetus Greyson. Selama ini dia tidak pernah melihat wajah sedih keluarga Lorens, saat mereka berkunjung ke Indonesia.


"Bukan hanya itu, apa kau tidak merasa aneh dengan keadaanku beberapa tahun yang lalu? dokter mengatakan aku tidak memiliki penyakit apapun, tapi aku terus-menerus mengalami gejala kehamilan simpatik. Apa saat itu istriku benar-benar hamil?. Aku rasa foto itu benar adanya. Tapi dari dua CCTV yang kau dapatkan, mengapa dia hanya membawa satu anak laki-laki saja?." sambung Greyson berpikir keras. Foto yang di kirim nomor misterius, beberapa tahun lalu merupakan foto sepasang anak kembar.


"Untuk itu, secepatnya saya akan mendapatkan informasi yang lebih mendetail, Tuan." ujar Jack ikut memikirkan penjelasan Greyson secara logika.


"Bagaimana dengan keadaan rain?" tanya Greyson menatap Jack dengan serius


"Rain masih dalam tahap pemulihan, Tuan." ujar Jack lirih


"Aku harap operasinya akan berjalan lancar."sambung Jack lagi


Beberapa tahun lalu, petugas menemukan tubuh rain berada di dalam lift mansion. Mereka bersyukur waktu itu rain berada di dalam kotak lift sehingga tidak terlalu melukai tubuhnya.


Hanya saja efek dari panas ledakan Bom itu membuat nyawa rain hampir melayang. Mereka menemukan rain dalam keadaan denyut nadinya yang mulai melemah. Sampai sekarang rain hanya bisa terbaring lemah di laboratorium klan king dengan fasilitas medis terbaik.


"Dokter akan melakukan yang terbaik, Jack." ujar Greyson memenangkan perasaan asistennya.


#


#


Tanpa mereka sadari seseorang mendengar apa yang sedang mereka bicarakan "Apa beberapa tahun lalu mommy datang ke Indonesia?" gumamnya pelan


"Tapi mengapa mommy tidak pernah berkunjung kesini?" lirihnya dalam hati menahan amarahnya


Dia kemudian berlalu dari sana, melangkah menuju lapangan tembak klan king.


...***Bersambung****...